Friday, February 25, 2011

Semester Enam Ini

Halo.. halo..
tebak.. gw online dimana???
akhirnya setelah sekian lama, gw nge-blog di perpus kembali.
oohohohohohoho.. gw sekarang lagi menunggu jeda kuliah jam 1. Jadi daripada ga ada kerjaan juga, mendingan gw ngeblog. :)

cerita.. cerita..

gw barusan mengikuti satu kuliah, mata kuliah yang umum, bernama psikologi klinis, spesialnya ini adalah kelas gw yang kedua (sebelumnya, setahun yang lalu, gw pernah mengikuti kelas ini) :P
aahahhaha.. dengan kata lain gw mengulang mata kuliah tersebut.. lazimnya, qta mendapatkan mata kulih ini di semester 4. Nah, karena gw dapet nilai C, maka gw mau gmw mengulang mata kuliah tersebut. Demi menyelamatkan IP gw. Wkwwkwkwkwkwk..

Ketika di kelas tadi, anak yang mengulang hanya 2 orang, gw dengan satu anak 2006 yang gw jg udah kenal dy sebelumnya. Dan peserta perlkuliahan yang lain???? 30-an anak2 angkatan 2009 (semester 4). Dalam hati, gw ketar-ketir juga c, waduw gmn ni, ga ada temennya, T.T tapi di sisi yang lain, semangat gw terpacu:
"ayooo kamu pasti bisa menjadi senior yang keren... WAHAHAHHAHAHA.." sambil ketawa bak pahlawan bertopeng.

Untuk semester ini, gw merasa semester ini spesial. Ada beberapa alasan:
1. Untuk pertama kalinya dalam dunia perkuliahan. gw menjadi mahasiswa KUPU-KUPU (kuliah-pulang, kuliah-pulang)
2. gw mengulang beberapa mata kuliah 'adik2 kelas 2009 & 2010' di semester ini. Pengalaman pertama sekelas dengan mereka. :)
3. akhirnya gw bisa belajar gitar lagi. gw mengikuti kursus gitar di satu sekolah musik di Jogja
4. gw membuat BAB 1 & 2, SKRIPSI gw. Akhirnya.. penantian itu tiba hahahhaha.. walaupun belum resmi menjadi mahasiswa tingkat akhir dan mengambil mata kuliah yang berhubungan dengan itu. Tapi gw senang sudah bisa memulainya dengan kesadaran pribadi. :D

Yap... hmmm.. semoga sih semester ini lancar saja seperti semester2 sebelumnya.
Amen.
God bless.

Monday, February 21, 2011

Me, My Parents and My Dream

Hari Jum’at sore yang lalu (18/02/2010) gw baru aja pergi sama Dicky, salah satu teman terbaik gw. Kami saling bercerita tentang keluarga, pengalaman dan diri kami masing2. Menyenangkan, sesi ngobrolnya, makannya sih cuma setengah jam, ngobrolnya sampe 2 jam setengah. Jadilah kami menghabiskan waktu 3 jam di warung makan untuk makan & ngobrol, dengan iringan musik keren dari SM*SH, you know me so well.. Ahahhahaha.. Ngga KU-KU banged..

Dari sekian banyak topik yang kami perbincangkan, ada satu hal yang menyentil gw. Apakah itu??? Yaitu mengenai pengejaran cita-cita. Hmmmm.. Yap inilah masalah terbesar gw sekarang. gw baru nyadar kalo gw udah ga lagi mahasiswa baru, gw udah semester enam, tapi sampe sekarang gw masih ga yakin dengan passion yang gw punya.
Kenapa bisa tidak yakin?


Begini,
idealnya, kalo kita memiliki cita-cita, kita memiliki passion dengan hal itu dan selanjutnya, ya kita mengejar target tersebut. Lalu, dengan dukungan dan motivasi dari luar itu akan semakin baik. Target tersebut juga akan semakin mulus jalannya.

Nah, gw merasa gw hampir menemukan passion itu, tapi yang bikin gw ga yakin ialah apakah passion yang gw miliki itu memiliki konsekuensi sosial yang benar. Oke, bolehlah kalo sekarang gw punya cita-cita jadi dosen, passion gw mengajar, ingin memberikan sesuatu untuk orang banyak. Tapi, kalo ditilik dari latar belakang dan situasi keluarga, hal ini agak sulit diwujudkan.

Mungkin dari dalem diri gw, gw ngerasa, gw bisa. Tapi, ingat, tanpa dukungan dan motivasi dari orang lain apakah bisa???? Terutama dari orangtua. Inilah yang menjadi dilemma, gw pengen ga ngrepotin orangtua gw dalam pencapaian passion ini tapi di sisi lain gw juga butuh yang namanya penghargaan, pengakuan, motivasi, semangat, terlebih dari Mama dan Papa. Sampe skrg orangtua gw sepertinya tidak terlalu setuju dengan keputusan gw untuk sekolah lanjut. Hehhehehhee.. Untuk ambil dan ikut2an beasiswa juga gw lakukan secara gerilya. (jangan ditiru XD).

Yang gw raba, orangtua gw sebenernya pengen gw menjadi orang pada umumnya. Dimana setelah lulus kuliah, lalu mendapatkan pekerjaan tetap di kota (atau kalo ga meneruskan usaha keluarga <-- ini gw agak takuti), punya pacar yang baik, menikah, punya keluarga kecil yang manis dan happily ever after. Ya, gw setuju dengan happily ever after-nya, tapi bagaimana kalo susunan fase hidup tersebut menjadi:
Lulus kuliah lama, join penelitian, sekolah lanjut, kerja sampingan di LSM, kerja sosial di yayasan, sekolah lanjut lagi, membuat buku, baru bisa dapet kerjaan tetap itupun di dunia akademik yang gajinya ga besar, belum tentu bisa menikah di umur normal, punya pacar aja kayaknya susah, baru happily ever after.

Sepertinya orangtua gw bisa jerat-jerit dan bilang:
“kamu ga usah macem-macem lah, De!”

Ahahahahahaaaa.. Ya itulah yang gw pikirkan sekarang. Dan ketika pembicaraan gw & Dicky berlangsung, Dicky juga memiliki masalah yang sama. Dimana orangtuanya ingin A, tapi dy ingin B. Lalu, kami jadi ga yakin sama cita-cita kami sendiri. Apakah keputusan kami itu juga cukup baik untuk Mama dan Papa??? Secara, ya namanya anak juga pengen donk bikin ortunya bangga, tapi kalo nantinya ‘agak’ menyusahkan mereka dan jalannya menyimpang dari yang mereka harapkan, bagaimana?

gw belum bisa menjawab pertanyaan itu sekarang, ga ngerti. Mungkin, ada yang bisa membantu saya memecahkan hal ini??? Hehehehe..

Thanks before.
:)

Sunday, February 20, 2011

Rencana Bisnis Dadakan

Sebenernya ide ini gw dapat gara2 pembicaraan gw dengan seorang temen yang sedang dalam tahap menyusun skripsi. Dia itu adalah seorang mahasiswa farmasi, dia bercerita kalo ini penasaran sekali dengan ekstrak yang dikeluarkan oleh daun teh, nah jadilah dia mengambil tema ‘TEH’ sebagai topik skripsinya.

Nah, kata ‘TEH’ tersebut menginspirasi gw dengan sesuatu. Apakah itu???
Sebuah peluang bisnis baru ahhahahahah..
Yaitu…
Bisnis:
RUMAH TEH yang biasa disebut tea house/tea room
Wow.
Keren sekali bukan !!!!!
(lebay)

Tea house di Indonesia, sejauh pencarian gw di Mbah Google, diartikan sebagai sebuah cafĂ©. Jadi, mereka tidak spesialisasi ke ‘teh’nya, jadi ya kayak cafe2 biasa yang menyediakan makanan ringan, kopi, teh biasa dan cemilan. Padahal di negara-negara tertentu seperti di Inggris, Jepang, Korea dan beberapa negara di Timur Tengah menganggap ‘tea house’ ya sebuah tempat dimana kita bisa menikmati teh sambil melakukan kegiatan interaksi sosial. Dan konsep inilah yang gw ingin bawa ke konsep bisnis tea house gw kelak. Lalu, yang gw tau di Indonesia hanya beberapa kota yang memiliki ‘tea house’ yaitu Bali dan Bandung. Menariknya, tea house di Bandung yang terletak di Jalan dago lebih dikenal sebagai gallery, jadi bukan tea house seperti yang gw bayangkan. Lalu, di daerah ibu kota sendiri, gw belum tau ada tea house apa tidak, gw belum nemu infonya. Di kota Yogyakarta, yang dikenal sebagai sentra kebudayaan Jawa pun tidak memiliki tea house (ckkk.. ckkk.. ckkkkkk….). yang gw temukan justru di kota kecil di timur Solo, tepatnya di kota Karanganyar, terdapat sebuah warung teh Mbah Loso, yang bisa juga secara tidak langsung disebut tea house dan menurut sumber yang gw baca, si Mbah Loso ini membuat teh melati yang sangat enak (jadi penasaran) hahahahhaha..

Sebagai permulaan, ehheheheh.. gw membuat logonya terlebih dahulu. Oya, nama tea house gw adalah KEBUN TEH ; Indonesia Tea Culture.
Asal-usul nama ini agak ge-je. Karena gw ngarang2 ajah ahhahah. Tadinya gw pengen pake nama Inggris2an gitu, tapi mengingat teh itu juga sebagai identitas orang Indonesia, lebih enak kalo namanya ya Indonesia, jadilah si KEBUN TEH ini. Nah, panjangannya, Indonesia Tea Culture itu gw cantumkan untuk menambah daya tarik orang untuk mengunjungi tea house ini, terutama bule2, karena rencananya hehehehe tea house ini bisa menjaring penikmat teh dari negara lain, lalu pemilihan bahasa Inggris ditujukan untuk lebih universal.


Tiba2 gw mendapatkan sebuah ide.
Awalnya, gw pengen namain dengan nama Jawa, karena teh itu sangat identik dengan Jawa, tapi ternyata di Indonesia selain orang Jawa yang doyan nge-wedang*
*menikmati teh hangat dengan cemilan di pagi hari
Orang dari pulau lain juga menyukai teh, malah memiliki teh khas masing2 daerah.
Tadinya juga gw kepikiran untuk memakai nama Chinese, dengan alasan teh itu kan berasal dari China. Lagi2 kembali ke tujuan gw, memperkaya khazanah Indonesia, gw gajadi pake nama2 Tiongkok. Ahhahaah..

gw merasa ide ini cukup keren untuk berbisnis. Sayangnya, gw tidak memiliki cukup modal untuk membuka tea house. Hehhehehe.. Semoga, di masa depan gw bisa mewujudkan cita-cita ini ya.. Amen.
Sebagai permulaan, gw akan membuat blog mengenai tea di blogspot (dalam tahap pembuatan) dan semoga dalam minggu ini gw bisa menyelesaikannya.

Oya, ngomong2 soal bisnis rumah teh ini, gw agak berpikir panjang, apakah kalo kita berbisnis seperti ini akan laku ya, coba kita tilik lebih jauh, tea house akan memiliki saingan berat dari coffee shop yang sangat marak di kota2 besar. Lalu, orang Indonesia kan banyak perhitungan yaaa.. Apalagi kalo menyangkut uang. Apakah orang Indonesia itu rela mengeluarkan uangnya demi secangkir teh? Liat ajah contoh yang terdekat, warung kopi yang menjamur itu pengkonsumsi utamanya ya orang-orang gedean dan mahasiswa2 tajir gengsi tinggi. Nah, gw pikir, gw harus memikirkan cara, gimana caranya agar tea house itu bisa menjadi tempat yang homy dan orang lain ga takut untuk masuk ke situ karena harganya mahal dan punya ‘predikat’ : cuma kalangan2 tertentu ajah yang bisa masuk ke situ. gw pengen tempat ini menjadi sebuah culture assimilator. (prokk..prokk..prokkk..)

Eheheheh.. Dan.. yakkkk.. sekian ide gw untuk hari ini. Semoga muncul insight2 yang lain di hari esok.. Aduhhh besok hari pertama masuk kuliah ni.. Wish me luck! God bless..

Tuesday, February 15, 2011

Si Tawon Ijo

Heloo heloo bang-bang..
Sudah lama tidak memposting review film. Lama sekali.. Ahhahahah.. Terakhir kayaknya setengah tahun yang lalu. Waw! Nah, kali ini gw mau mereview satu film ciamik yang dirilis Januari kemarin (gw baru nonton kemaren, tanggal 14 Feb 2011, bareng sama jomblo2 Kost Gracia) wkwkkwkwkww.. Film tersebut ialah…

The Green Hornet

Kalo di-bahasa Indonesia-kan jadi : Si Tawon Ijo


Pemainnya ialah Seth Rogen & (cowo gw, si ganteng) Jay Chou. gw salah satu penggemar film-film superhero & gw juga fans berat Jay Chou. Mixin’ yang bagus kan, Jay Chou main pelem superhero. Jadilah gw pengen nonton banget. Gayung bersambut, tmn2 kos gw yang pada hari valentine kemarin kesepian (single bo single), kami bikin acara ‘MMJJbJ’ Malem-Malem Jalan-Jalan bareng JOMBLO. Ahhahahha.. gokil emang.

Lanjut ke filmnya :
Ya, cerita singkatnya (gw ga mau panjang lebar di sini, hahahahha udah banyak kyknya yang nyeritain sinopsis cerita ni film): Britt Reid, pewaris tunggal koran nan terkenal di kota Los Angeles ; The Daily Sentinel. Ayahnya meninggal gara-gara alergi sama sengatan tawon. Kepergian ayah Britt sangat mendadak, padahal Britt sendiri ga ngerti apa2 tentang koran yang ayahnya miliki. Si Britt malah sekolah aja ngga, dy mah kerjaannya jadi Don Juan & party2 gitu de. Nah, sudah bisa ditebaklah, stress lah dy dengan rutinitas barunya, menjadi bos di dunia koran-perkoranan.

Di tengah kejengahan, Britt mengenal salah satu pegawai ayahnya yang bernama Kato, Britt sangat kagum dengan keahlian Kato yang luarbiasa --> membuat kopi & membuat mesin. Nah, persahabatan unik ini berlanjut dengan keinginan Britt untuk mencuri patung kepala ayahnya, karena ia kesal kenapa orang yang menyebalkan seperti ayahnya malah dicintai oleh warga setempat sampai2 dibuatkan patung segala. Ahahahhaha.. Ide konyol ini disetujui oleh Kato. Mulailah mereka beraksi. Di tengah malam, mereka mencuri kepala patung itu dan secara kebetulan di dekat situ ada pasangan yang diganggu oleh preman. Britt yang memiliki jiwa kepahlawanan, nekad nolongin mereka, tapi dia kan secara gabisa berantem jadilah dia kena batunya, Kato yang ngeliat Britt dipukuli, Kato bertindak cepat & nolongin Britt dengan kemampuan beladiri nya yang tidak biasa. Dari sinilah Britt mengetahui bahwa Kato memiliki bakat lain yang keren mamen.

Berita tentang perkelahian mereka & pencurian kepala patung menyebar ke seluruh kota & menjadi heboh. Apalagi setelah Britt menyuruh kepala redaksi untuk menjadikan kasus ini sebagai headline berita di Daily Sentinel, dengan tujuan mengekspos Si Pencuri tersebut yang belakangan jadi terkenal dengan nama The Green Hornet, karena Britt & Kato sudah memiliki rencana untuk menjadi Penjahat yang Superhero (bingung kan ahhahahaha..)

sumpah, Seth Rogen kocak abis..

Mereka sebenarnya ingin menjadi superhero layaknya Batman-Robin, yang dielu2kan masyarakat. Tapi, karena citra mereka sudah buruk karena sudah berurusan dengan polisi & ‘pencurian’ maka mereka berpikir, walaupun mereka superhero tetapi mereka juga buronan. Inilah yang tidak dimiliki oleh superhero lain. Resikonya memang, sudah dimusuhi penjahat lain, dimusuhi oleh polisi pula. Wkwkwkkwkwkw.. Nah, dengan keputusan seperti ini. Britt & Kato membasmi kejahatan (dengan kejahatan) hahahhahah.. Setiap malam..

Yap2 kelanjutan ceritanya bisa disaksikan sendiri de. Wahahhaha.. Menurut gw film ini bagus banget. Bukan karena si Jay Chou nya saja yang ganteng, tapi memang dari segi cerita sangat imajinatif & konyol. Superhero identik dengan segala hal yang serius, mulai dari konflik serius, tokoh serius sampe kisah cintanya juga serius. Tapi, di sini, kita melihat superhero dari sisi yang berbeda, dari sisi ‘kebodohan’ superhero, yang sebelumnya belum pernah ditunjukan oleh superhero lain. Hal menarik lainnya juga terdapat pada canggihnya Holywood membuat gear, kendaraan dan setting film yang two thumbs up aja de. The Black Beauty, mobil yang digunakan oleh si Tawon Ijo, beuhhh mantap gilak. Hahahahhaha.. Andaikan gw punya mobil yang walaupun udah cacat, tinggal setengah, tapi masih bisa jalan coba.

Yap itulah The Green Hornet. gw sebenarnya lebih ngefans sama tokoh Kato dibandingin sama The Green Hornet nya sendiri. Menurut gw Kato itu orangnya komplit. Satu sisi mungkin orang akan kagum dengan bela diri yang dia bisa dan keahliannya yang aduhai, tapi di sisi lain Kato ga bisa berenang dan kadang suka sirik sama Britt. Mengingatkan gw tentang ketidaksempurnaan orang dan gw jadi merasa, ya, terkadang kita hanya melihat orang lain dari sisi yang sangat menonjol tapi kita mengesampingkan dia sebenarnya manusia biasa ; bisa salah , bisa hilaf dan memiliki ketidakmampuan dalam hal tertentu. Nobody’s perfect. :)

posternya neeee.. mantebz.

Dan sekian review film dari gw. gw merasa jika anda penggemar film sejati, tontonlah The Green Hornet. Sajian menyenangkan di hari yang special. Happy Valentine Day.
See you in the next post.

Wednesday, February 9, 2011

Partisipasi dalam Ojanto' Event

Hae.. hae..
promosi ni teman-teman.. temen gw, namanya Ojan punya gawean seru banget. Siapa yang suka bikin2 prakarya, pasti seneng sama acara satu ini. Soalnya, dengan ikutan Play Your Magic Hands! Dijamin, dapet insight & menggebu-gebu untuk buka usaha kreatif.. Ahahhahahahha..

Info lebih lanjut, bisa teman-teman langsung klik aja gambar di samping, oke????

gw mau cerita pengalaman gw kemaren ikutan kelas ini. Sebenernya udah lama banget gw pgn ikutan, tapi baru kesampean kemaren siang. Ohohohho.. Akhirnya gw ikutan juga brur! >.<
Di episode kali ini, kami diajarkan membuat kartu ucapan plus amplopnya??? Terkesan simple??? Tunggu dlu.. Ini bukan kartu ucapan biasa..

Kartu ucapan dengan kreasi stencil. Stencil itu apa ya??? Stensil itu bacaan dewasa tahun 80-an.. wkwkwkwkwkw.. Memang sih bener, tapi yang dimaksud di sini ialah stencil bukan stensil. Ahahhahaaha.. Bisa dibaca http://en.wikipedia.org/wiki/Stencil , nah, seperti gambar di samping, kartu akan jadi seperti itu. Keren kan.. gw aja buatnya sampe keringetan, gara-gara ide gw terlalu abstrak ahahhaha..

Untuk membuat ini semua tidak makan waktu sangat banyak lho, dalam waktu 60menit juga sudah bisa jadi, tergantung tingkat kesulitan stencilnya & bagaimana kamu mempercantik kartu ucapan tersebut.

Hohohoh.. Bisa jadi alternatif gift unik pas v-day & hari2 spesial lainnya. Daripada beli kartu ucapan mahal2, mendingan bikin sendiri. Ada sentuhan personalnya.. uuhuhuhuhuhu.. Co cwit sekali... wkkwkwkww..

Oke de, teman2 selamat mencoba ya. Jangan lupa, bagi yang berdomisili di Yogyakarta, ditunggu hari Selasa jam 3 sore di Foodfest JaKal..
:)

sumber foto dari sini.

Beberes

Geez!
Halo semua.. Apa kabar? Semoga baik2 saja. Ohohohoho.. Kali ini gw mau bercerita tentang kegiatan gw di rumah selama liburan semester ganjil kemarin. Sebelumnya, gw udah pernah cerita kalo kegiatan gw di rumah kayak cewe2 hedon, yang tiap hari kerjaannya makan-belanja-seneng2 doank. Eitzzz tunggu dulu, sebenernya ga separah itu juga lho.. gw teteup jaga toko emak-babeh gw dan yang terpenting gw juga suka beberes rumah ! Rapih2 gitu.. Kebetulan, kemarin bagian yang gw beresin adalah meja belajar gw semasa SD-SMP. Wo-o-o-o-o-o-o-.. Lihat apa saja yang gw temukan dari hasil beres2 kamar !

meja belajar tersayang. Pinky mamen !

koleksi stiker pokemon gw (plus Anton & Yani) jaman SD.
Hoaaaaa.. rapih bgt ni sampe pake album.

kartu nama hadiahan mie kremes.
Hohohooh.. dulu belon canggih, kartu nama jadi barang yang mewah-wah.
ga semua orang bisa punya kartu nama

dulu, siapa yang ga kenal F4???
saking freaknya gw sama ef-se. gw koleksi barang2 beginian..
gosh !!!!

penghapus ajaib, Ksatria Baja Hitam ! WOW!

kartu perpus jaman SMP,
lihat ttd gw ! unik bgt, ada gambar orangnya wkkwkwkkwkw

amigos x siempre, koleksi poto,
ya ampun sampe sgitunya ya jaman dulu..

yap2 itulah sekilas peninggalan barang2 gw jaman bekicot. Heleuh.. heleuh.. Jadi ingin memutar waktu.. Hahhahaaha.. SEMANGAT! :D

Monday, February 7, 2011

And the Winner is

siapa yang tidak mau jadi pemenang ???

saya mau ...
kamu mau ...
dia mau ...
mereka mau ...
semua mau ...

tetapi, seorang pemenang itu bukannya tidak pernah kalah,
dy mengalami kekalahan dan dia never stops trying. 
hohohhohohoh..

gagal di beasiswa pertama, bukan berarti gagal di beasiswa berikut2nya kan???
harus mencoba lagi .. coba lagi ..
Thomas Alva Edison aja gagal 9.998 kali untuk menghasilkan satu keberhasilan yaitu bola lampu pijar yang bersinar terang. gw baru gagal 1 kali, masa udah patah semangat. Cemen banget gw. Ahahahhaha.. Hmmmmmmmmmm..
Semangat.. Semangat..

There's a way to do it better - find it
~Thomas Alva Edison

Revealed Story Part 5 : Kembali ke Sekolah

Selamat .. Selamat .. Bulan February ..
WoW !!!!
Januari sudah berlalu ya??
Cepat sekali ya teman.. Tidak terasa sudah bulan dua saja.
Ohohoohohohoh..
Hari-hari cepat berlalu dan tidak terasa juga gw sudah berada di semester enam kuliah gw. Ehehhehehe.. Dan hari-hari semakin hectic dengan deadline macam-macam, apalagi gw sudah harus memikirkan skripsi gw. ohemge. Bikin skripsi???!!! Koq kayaknya masih di awang-awang sekali ya… (pengen nangis)

gw semakin menyadari bahwa gw sudah tidak lagi muda seperti dahulu, terlebih ketika gw main ke sekolah sebulan yang lalu, tepatnya di tanggal 6 January 2011. Setelah dua tahun tidak mengunjungi almamater SMA gw di Kota Cirebon, SMA Santa Maria 1 Cirebon, gw baru menginjakan kaki gw di sana ya kemarin itu. Ya ampunnnn.. Banyak yang berubah. Anak-anak SMA nya tambah ganteng2 (wkwkkwkwkkw!) ga denk, becanda bo! Secara infrastruktur tidak terlalu banyak berubah sih sebenarnya, tapi gw ngerasa atmosfernya yang banyak berubah. Lebih ‘gimanaaaaaaaaa’ gitu.. Aghahahahhaaa.. geje ah..

Kedatangan gw ke sekolah sebenarnya bukan tanpa maksud.
Gw sebenernya ke sekolah mauuu..

Minta duit ke suster kepala biara buat sekolah lanjut (wrong)
Mau balik lagi jadi anak SMA imut, unyu nan kimcil (wrong)
Numpang ke WC doank (wrong)
Daftar jadi guru sotoy baru (wrong)
Salahhhhhhhh salahhhhhhh dan salahhhh
Yang benar ialahhh..

gw balik ke sekolah karena mau bikin pelatihan produksi radio.
WHAT THE H*LL IS THAT !!!!
Wahahhahaha..

Cerita singkatnya, adek angkatan gw bernama Agung yang tidak lain tidak bukan ialah anak kandung dari guru Bahasa Inggris gw waktu SMA, Mr. Karyanto, tiba-tiba hadir ke hidup gw secara gaib. Wkwkwkkwwkw.. Si Agung, demikian gw memanggil dy dengan akrab, ternyata melanjutkan pendidikannya di kampus gw, dengan mengambil jurusan Teknik Elektro. Lalu, dy ikutan unit kegiatan mahasiswa yang sama dengan gw, yaitu komunitas radio bernama Radio Masdha (cerita tentang Radio Masdha akan dibahas pada postingan selanjutnya). Nah, gw juga agak amaze melihat ada satu anak Santa Maria muncul di UKM tsb. Ahahhahahaaa.. Setelah banyak mengobrol dengan Si Agung, gw mengetahui kalo di SMA kami, sedang mengembangkan ekstrakulikuler radio komunitas, baru satu tahun berjalan, namanya Radio Veritas (Veritas artinya kejujuran, salah satu jargon dari Yayasan Santo Dominikus, yayasan Katholik dimana Sekolah Santa Maria Cirebon bernaung). Usul-punya-usul, Si Agung mendadak punya ide yang menurut gw not bad juga.
“Mba Puji, gimana kalo qta bikin workshop di Santa?”
Otak kita ternyata punya pemikiran yang sama, Gung. gw juga kepikiran untuk memberikan sesuatu ke sekolah gw & inilah jalannya. Thanks God. :)

Radio Veritas tampak depan

Setelah pembicaraan panjang yang kami lakukan di lantai tiga gedung pusat, setiap pulang ujian akhirnya menjadi real. Kami menghubungi salah satu guru kami, yaitu Pa Kamdhi by phone. Pa Kamdhi inilah yang mengusulkan didirikannya Radio Veritas, karena itu beliau orang yang cukup penting. Beliau juga membimbing anak-anak ekskul ini secara langsung. Wow pengabdian yang luar biasa menurut gw. Setelah dapet ACC dari Pa Kamdhi, lanjut kami bikin konsepnya. Awalnya kami ingin membuat workshop tentang radio secara keseluruhan, tapi di perjalanan konsep tersebut berubah jadi workshop produksi saja. Karena kebutuhan teman-teman Veritas ternyata memang di produksi. Radio Veritas belum memiliki kematangan organisasi, divisi yang ada pun belum kompleks, teman2 paham pekerjaan siaran saja, tapi untuk tanggung jawab atas recording, iklan, jingle, acara, dll belum ada. Pendek kata, Veritas belum mengenal bagian produksi dalam suatu radio. Nah, disinilah tujuan Agung & gw :

Mengenalkan Divisi Produksi ke Teman-Teman Veritas

Belajar bersama ini (gw lebih suka menyebut ini dengan sebutan belajar bersama dibanding dengan workshop atau pelatihan) diadakan 3 kali dalam kurun waktu 2 minggu. Sebelum belajar bersama diselenggarakan, gw ‘kenalan’ dulu dengan Veritas selama 3 pertemuan, pertama mengobrol dengan Pa Kamdhi dan dua koordinator dari Veritas yaitu Ciska & Rya. Kedua, mengikuti rapat internal Veritas (mirip kayak rapat koordinasi tiap minggu gitu de) dan yang ketiga kumpul dengan Agung, Rya & Ciska untuk terlebih dahulu mengajarkan mereka software yang produksi gunakan dalam mengolah data, supaya di hari H, mereka bisa bantuin gw untuk menghadapi anyak-anyak es-em-a tsb. Huahhahahhaa… Menyenangkan ternyata bisa kenalan dengan teman-teman baru (adik-adik kelas.red).

Pa Kamdi, ohohohohh.. dari dulu sampai sekarang tetap sama, wise!

koordinator Veritas, anak kelas 12 IPS, Rya & Ciska

Nah, di pertemuan pertama ‘pelatihan’ gw kasih teori tentang divisi produksi. Namanya aja pengenalan, menurut gw perlu untuk mereka untuk mengetahui divisi produksi itu apa, apa pentingnya, bagaimana kerjanya, posisinya dimana, dll. Lalu, setelah itu gw mengenalkan software pendukung produksi (Adobe Audition). Di pertemuan kedua dan ketiga, kegiatannya ialah review dan latihan. gw kasih kerjaan ke mereka, lalu mereka garap, seperti bikin skrip, mixing lagu & bikin recording acara. Bahannya udah gw kasih, jadi tinggal mixing aja, jadi mudah. Mereka juga, gw tunjukin beberapa contoh iklan yang sudah jadi, biar mereka kebayang apa yang dinamain spot iklan komersil, spot iklan layananan masyarakat, lalu jingle, id show. gw harap sih mereka mendapatkan insight. Ehehhehehe.. Lalu, dengan kreatifitas mereka pribadi, bisa mengembangkan apa yang sudah diajarkan dan diketahui.

tampilan adobe audition, si jadul nan aduhai

Tidak terasa beberapa pertemuan tersebut sudah selesai. Dan gw lihat, tanggapan dari peserta positif. Mereka cukup senang mendapat pengetahuan baru. Yang agak disayangkan hanya jumlah pesertanya saja yang tidak sama tiap pertemuannya, hanya beberapa anak yang mengikuti pertemuan dari awal hingga akhir (lengkap 3 pertemuan), yang lain bolos2, ada yang ikut hari 1 & hari 2 tapi ga ikut hari 3. Sebenarnya agak sayang, jadi kan informasi yang didapatkan kurang lengkap. Ehehehhe.. Tapi ya, over all, gw senang bisa berbagi dengan adik-adik kelas tentang ini. Kalo gw pikir-pikir , sotoy banget ya gw sok2an ngajari teman2, padahal gw dibilang mahir juga ngga lho. Biasa aja. Geli juga gw, waktu gw ngajarin guru gw, Pa Kamdhi, gimana cara ngerecord suara. Kocak. Baru kali ini murid ngajarin guru. gw ga pernah kebayang, gw bisa kasih ‘sesuatu’ ke guru gw, soalnya dulu yang ada gw yang dapet ‘sesuatu’ dari beliau. Thanks Pa, permitted me to give some contribution to anyone in Veritas.

ayo.. ayo.. digarap kerjaannya

Dan setelah gw menyelesaikan pekerjaan di kala liburan tersebut. gw semakin termotivasi untuk memberikan sesuatu yang lebih untuk sekolah gw, bukan hanya SMA gw, tapi gw juga pengen kasih kontribusi buat TK, SD, SMP dan Universitas gw. Ehehehehe.. Wish me luck lha teman-teman. Hahhahahaha.. Berarti saya memang harus banyak belajar. SEMANGAT POEDJ!!!!

gw si pengajar otoy dengan anak2 hari ketiga ohohohohoho..

Thursday, February 3, 2011

Chinese New Yea(h)r

HAPPY CHINESE NEW YEAR 2562 !
3 February 2011

prosperity ...
prosperity ...
come here ...
:D

Senangnya tahun baru Imlek tiba.. Uuhuhuhuuhuh.. Jangan, ang pao na lai aja donk.. Sekarang sudah dewasa, waktunya bersyukur untuk tahun yang sudah dilewati dan berusaha menjadi lebih baik di waktu yang akan datang.. Amen.. XD