Wednesday, February 29, 2012

Masa Muda



Aheyyy… Pegal sekali rasanya tulang punggung ini..
Hari ini hari yang luar biasa, saya berasa setrikaan, bolak-balik Paingan-Mrican, Paingan-Mrican, berasa juragan bensin juga ni, ngabis2in bensin padahal duit udah menipis plus cemas cenat-cenut denger gosip bensin mau naek harga. Ahhh.. Ya sudah lah yang penting saya sudah menyelesaikan kewajiban saya untuk mengumpulkan laporan akhir KKN, yang (seperti biasa) banyak miss-communication dengan PKKN. Untung saya banyak berdoa tadi malam, jadi ga meledak-ledak kayak kejadian yang sudah2. Kesal sekali rasanya tadi siang-sore. Laporan belum beres, komputer tiba-tiba error, kehujanan (deres banget..), belom makan pula, ya ampon. Untungnya hal tersebut sudah berlalu, hari yang sulit, saking menghayati kesulitan & saya sedang meresapi novel Ahmad Fuadi, tadi pas di jalan, ga sengaja berkali-kali mengucapkan mantra ‘Man Jadda Wajada’ dan ‘Man Shabara Zhafira’, and it works! XD

Sepulang dari hebohnya hari ini, saya (akhirnya) makan pa-entah-pagi-entah-siang-entah-sore, kalo dijadiin bahasa Inggris udah bukan Brunch (Breakfast-Lunch) lagi, tapi jadi Bruncher (Breakfast-Lunch-Dinner). Wah, ga mau lagi deh kayak gini2, tambah kurus bisa2 saya. Baiklah, walaupun hari ini repot2 gitu, ya, saya tetap senang, karena di sore gloomy tiba2 datang seseorang ke kos saya. Wohhh siapa Ji? Hayoooo.. Yang pasti bukan cowo ganteng, ato pacar saya (????) ato tukang kredit, yang dateng adalah Ci Fenny, teman satu kampung halaman, salah satu teman yang saya segani dan teman bertukar pikiran. Ceritanya tanggal 3 Maret nanti dia akan sumpahan profesi Apoteker, jadi dia lagi siap2 gitu deh untuk acara Sumpahan nya. Selamat Ci Fen, akhirnya sudah selesai sekolah dan menghadapi dunia yang baru à Dunia Kerja, yang identik dengan dunia orang dewasa (#ea)

Ci Fen banyak cerita tentang pekerjaannya setelah lulus kuliah, tentang keadaan keluarganya sekarang, dan juga beberapa issue permasalahan yang dialami ketika kita beranjak dewasa. Dari banyak yang Ci Fen ceritakan, entah kenapa, saya jadi merasa nyaman dan mensyukuri bahwa masalah yang saya alami tadi siang-sore itu, ya ampun Ji, itu mah masih belom ada apa2nya kalo dibandingin sama masalah orang dewasa, lebih kompleks, lebih banyak cabangnya, lebih ruwet lagi. Setelah pertemuan ini, saya jadi ingin menjadi orang yang menikmati masa-masa muda. Lebih sadar juga, bahwa, masa muda ini tidak dapat diulang kembali. Quotes dari Ci Fen malam ini ‘Perjuangkanlah hal yang tidak akan datang dua kali’ baiklah, saya akan memperjuangkan masa muda saya, masa-masa jadi mahasiswa S1, masa-masa masih bisa mewek-mewek sama orangtua wkwkkwkwk, masa-masa pecicilan maen kemana-mana. Saya tidak mau menyesal ketika tua nanti, lalu saya nggrundel ‘kenapa dulu pas saya muda tidak melakukan ini-melakukan itu..?’

Hmmm.. Malam ni saya akhirnya bisa tidur dengan nyenyak, bahagia sekali dengan apa yang saya dapat hari ini, tidak banyak, tapi berharga. Mungkin tidak terlalu menyenangkan tapi dapat direnungkan.
Terima kasih Tuhan. :)

regards
puji wijaya,
semoga masa muda saya menjadi masa muda yang berapi-api seperti kata Bang Rhoma Irama

Sunday, February 12, 2012

KKN Hari-Hari Terakhir

Selamat sore teman.. Hmm.. akhirnya punya waktu juga untuk post beberapa hal berkaitan dengan KKN yang telah saya jalani. Saya sebenarnya sudah pulang dari 2 hari yang lalu. Tgl 10 dan 11 Februari lalu, saya pergunakan untuk beres2 kamar kos yang bentukannya agak tidak karuan. Wkwkwkwkwk.. Lalu, saya juga harus olahraga tangan setiap pagi (mencuci baju.red) dan mengurus beberapa hal yang penting untuk kelangsungan hidup saya di semester yang baru. Ahahhahaaaa.. Oke2, balik lagi ke topik, saya akan menceritakan hari2 terakhir saya di tempat KKN.

Di hari2 terakhir, program2 KKN yang kecil maupun yang besar sudah selesai semuanya. Saya senang, di akhir2 ini kerja keras teman2 untuk merampungkan ini semua, sangat terlihat. Minggu terakhir, menurut saya minggu yang sedikit membuat sedih. Di minggu terakhir, saya benar-benar memperhatikan apa yang saya lihat, dengar dan rasakan sambil bicara dalam hati ‘kapan lagi ya saya bisa melakukan hal seperti ini’. Kesedihan itu berlanjut ketika hari evaluasi terakhir bersama teman-teman, dimana kami meng-clear-kan beberapa masalah yang terjadi dalam dinamika kelompok kami. Jujur saja, pada saat minggu kedua dimana beban pekerjaan tinggi, kami jadi saling mengetahui bagus-jelek nya masing-masing teman. Dan beberapa hal membuat kami agak kres. Dalam evaluasi terakhir, hal tersebut di-share kan dan coba dijelaskan, kenapa si anu berbuat seperti ini, kenapa si itu begitu sama si ini, dll. Saya merasa puas, teman2 bisa terbuka dengan masalahnya masing2, dan kami semua pun mengakui kesalahan dan ke-alpha-an yang dimiliki. Lewat evaluasi ini, bagi saya pribadi, bagaikan sarana introspeksi diri. Saya sangat ingat ketika Frater bilang dia tidak menyukai sikap terburu-buru saya. Saya jadi mengerti dan mencoba menyesuaikan sikap saya untuk selanjutnya, saya berpikir kalo tidak ada forum seperti ini, saya pasti tidak tahu apa kesalahan saya. Saya lega saya sudah mengeluarkan uneg2 yang saya rasakan dan saya bangga dengan kelompok saya, bagi saya kalian sungguh yang terbaik.

Selesai dengan keadaan internal, di malam kedua sebelum hari terakhir, kami mengadakan pertemuan dengan warga, dengan agenda acara perpisahan. Kelompok kami tidak mengadakan acara heboh2an untuk perpisahan, hanya makan-makan sederhana. Malam selanjutnya, kami mengunjungi beberapa rumah warga yang kami anggap sangat membantu kami selama 1 bulan kami di Salam. Pertama ialah Bu Ambar, ibu yang memasak untuk kami, makanannya enak beud, kedua yaitu Pak Mulyono selaku pemilik rumah yang kami tempati dan yang terakhir adalah rumah Pak Sukirman (Pak Dukuh). Ketika di rumah Pak Sukirman inilah puncaknya dimana saya merasa berat sekali meninggalkan Dusun Salam. Pak Dukuh dengan suara berat dan bergetar mengucapkan terimakasih dan minta maaf, Bu Dukuh sudah menangis deras, lalu saya lihat Mba Martha, Frater, Esti, Rean, Ratna, Anna, mata mereka sudah merah dan menunduk, Yus dan Dedhy mukanya terlihat sedih. Ketika itu saya sendiri berjanji, apabila suatu hari nanti saya akan kembali ke Salam. Malam terakhir pun kami akhiri dengan perasaan campur-aduk, di satu sisi senang karena kami akan pulang kembali ke zona nyaman, di sisi lain sedih karena meninggalkan Dusun Salam yang penuh cerita.

Paginya, tepat pukul delapan, kami pamitan lagi dengan Ibu-Bapa-Simbah Dukuh dan foto bersama untuk kenang2an. Lalu kami juga pamitan dengan para pemuda. Perjalanan ke kantor Kelurahan berjalan lancar, begitu juga dengan perjalanan menuju ke kampus untuk upacara penarikan, setelah itu, begitu sampai di kos. Saya menyelamati diri saya sendiri,
selamat puji kamu sudah menyelesaikan KKN dengan sangat baik.
.dan saya bangga.

regards
puji wijaya, mahasiswa yang sukses KKN


greeting from Salam

KKN Hari Kesembilanbelas


(dibuat tanggal 28 Januari 2011)

Aloha!
Selamat pagi.

Aihhhh. Enak sekali sudah bisa menulis blog di pagi hari jam 6 pagi. Wkwkwkkww.. Pagi2 sudah sabotase laptopnya Yus. Fyi, hari ini adalah hari ke-19, terasa tidak terasa si, tau2 tinggal 11 hari lagi saya tinggal di sini. Sepertinya untuk hari-hari berikutnya akan berjalan lebih cepat. Minggu ketiga ini adalah minggu hura-hura. Karena program kami semuanya sudah selesai di minggu kedua (minggu kedua agak riweuh, saya sampe2 ga bisa bikin tulisan blog). Program2 yang kami buat memang sengaja dipadatkan di 1 minggu saja. Positif nya jadi lebih lega karena program2 besar sudah selesai, tapi negatifnya kami jadi ga ada kerjaan. Huaaaaaaaaaaa.. Iya betul, ga ada kerjaan gitu, pagi2 bisa enak2an sruput susu hangat sambil baca buku, siang ngobrol-gosipin orang, sore makan lagi, malam tidur, wkwkwkkwkww.. Malas2an sekali sepertinya. Nah, daripada hidup saya pasif dan stagnan kayak gitu kan, jadi kami sepakat untuk menghabiskan waktu2 kami dengan lihat2 daerah wisata dekat2 sini dan saling mengunjungi mahasiswa2 KKN lainnya.

Kemarin saya dan beberapa teman mengunjungi Kali Gendol yang dapat dicapai dengan berjalan kaki dari pondokkan saya. Kali Gendol itu dulu adalah kali (sungai) nah ketika Merapi erupsi, sungai tersebut menjadi saluran aliran lahar dingin Merapi. Sehingga, sekarang tidak terlihat sungai lagi, yang ada adalah dataran berpasir + berbatu. Dusun yang di dekat situ juga sudah tidak ada, yang terlihat hanya sisa2 bangunan dan pohon2 kering. Saya pergi ke Kali Gendol dengan tujuan jogging, tapi malah jadinya jalan ajah (footraffic) wkwkwkkww.. Soalnya walaupun udah pake sepatu, tetep aja medannya licin2 gitu. Agak bahaya. Jam setengah 7 pagi di sana, sudah ramai. Banyak mobil pengeruk pasir yang dinamakan mobil‘bego’ (mobilnya pinter koq, tapi memang namanya 'bego'), pekerja2nya sudah aktif ngeruk2in tanah. Saya pikir2, sampe kapan ni dikerukin, pasir batu banyak kayak gini, mungkin butuh waktu banyak sekali untuk bisa bersihin ini. Pemandangan di Kali Gendol ini bagus banget, gunung Merapinya kelihatan sangat dekat. Jadi pengen banget rasanya naek gunung.

sotoy di gunung

Oya, soal program2 kelompok saya dan bagaimana pelaksanaannya, akan saya ceritakan di posting khusus selanjutnya. Daaaagghhhh.. :)

regards,
puji wijaya, Merapi explorer

KKN Minggu Pertama


(posting ini saya buat tanggal 16 Januari 2012, berhubung ga dapet akses internet di sana, jadi baru saya posting hari ini, maaf sebelumnya..)

Halo2..

Omg, judul ini mengingatkan saya dengan tulisan yang terdapat dalam buku teks misa setiap minggu. Kebetulan kemarin saya (untungnya) masih bisa ke Gereja walaupun hujan badai menghadang, sibuk2 dengan kegiatan KKN (sok sibuk aja, sebenarmya ga gitu sibuk koq ahahhahah), dan perasaan malas yang sangaaddd.. Lalu, saya dan teman2 pergi ke Gereja Minomartani yang jaraknya, jauh mabrooowww.. Gereja Minomartani malah udah dekat dengan Paingan (tempat saya tinggal), bikin ingin pulang ke kos & tidur nyenyak bersama Creamy dkk.

Homesick?
Mungkin tidak terlalu, karena saya sudah biasa juga tinggal jauh2 dari rumah. Hehehheee.. Sepertinya saya jadi orang yang paling jarang ditelepon sanak-sodara dari antara teman KKN yang lain, ya saya maklum orangtua saya mungkin sibuk. Kemarin ketika saya mendapat telepon dari benua Columbus (Kakak saya.red) saya cukup senang. Ternyata masih ada yang perhatian wkwkwkkwwk..

KKN sudah berlangsung 1 minggu, di minggu kedua kegiatan kami sudah mulai agak padat (biar padat tapi kita masih bisa santai2an di pagi hari lho! Ahahahaha..) Di minggu pertama, banyak hal yang terjadi. Banyak hal yang bikin senang, sedih, bete, lucu, rempong, dan parnoan (negatif nya kog lebih banyak?). KKN minggu pertama ini, saya banyak adaptasi dengan lingkungan, misalnya seperti harus permisi, menyapa dengan bahasa Jawa dan gaya keJawir2an tentunya, dengan warga dan keluarga tempat saya tinggal. Pa Dukuh, Bu Dukuh, Arifah (anak tunggal perempuan Pa Dukuh yang pintar pelajaran komputer) dan Mbah Dukuh (Untuk membedakan dengan simbah2 lainnya hehehe..) adalah orang2 yang baik, mereka mengerti sekali kesulitan adaptasi yang dialami kami, mahasiswa2 KKN. Dan yang paling baik, mereka dengan rela kamar mandi satu2nya dipakai untuk kami ber9, menurut saya ini salah satu bentuk dari penerimaan mereka yang luar biasa, untung saja, kami, mahasiswa KKN ga disuruh mandi di kali (sungai) belakang rumah. Eheheheeee..

Rumah tempat kami tinggal, bukan tempat yang bagus. Tapi, walaupun begitu saya sangat menikmati. Lantai semennya mengingatkan saya dengan bentukan sebagian rumah saya waktu saya kecil, sama2 berlantai semen yang warnanya abu2. Dulu saya ingat, saya bisa main ‘balatempe-an’ ato ‘apolo2an’ di dalem rumah, lantainya bisa saya gambar2i pake kapur. Ahahahahhaa.. Rumah pondokkan kami, punya ruang tamu, ruang makan, dan 3 kamer, tapi kamer yang paling pojok tidak dipake karena agak horror (temboknya warna hitam dan jendelanya kecil). Kami memutuskan untuk menjadikan ruangan itu sebagai ‘gudang’ dan belakangan jadi tempat jemuran mendadak karena pada hari ketiga ada yang kehilangan pakaian dalam gara2 dijemur di luar (2 pasang, model pita2, oh God! Jangan2 buat jampe2, amit2). Di rumah ini, kita ga pasang tivi, internet juga lemot bin ajaib, jadilah kita ga update info selama satu bulan ni. Tapi, di KKN ini saya jadi update lagu baru lho, Indo, K-POP, lagu barat maupun lagu dangdut. Berhubung kami punya tetangga yang suka nyetel tape dengan volume membahayakan telinga (sumpe gede banget). Ngomong2 K-POP, teman KKN saya bernama Anna, juga seorang yang Halyu-freak, jadi saya dapet pasokan MV2 SuJu dkk dari si Anna (si Anna berasa bandar), alhasil saya semakin gila K-POP di sini.

makan malam kami yang pertama :)

Over all, kalo dikasih skor, rumah kami ini letaknya di tengah2, bagus juga ngga (banyak pondokkan dusun lain yang lebih bagus; pake keramik, tipe joglo & punya convention room sendiri), jelek juga ngga (masih lebih baik daripada shelter – rumah sementara di Dusun2 daerah atas). Kalo kata Yus, teman KKN saya, “rumah kita tu ga mewah, tapi bersih”

Dusun kami, dusun yang warganya tidak terlalu banyak. Luas wilayahnya juga terbilang tidak terlalu luas, dengan jalan kaki, bisa saja dikelilingi. Penduduknya banyak yang sudah lanjut usia, posisi kedua terbanyak adalah warga berusia produktif, anak-anak nya dikit & pemudanya juga sedikit. Nah dari pemuda yang sedikit ini, kami mengenal seorang pemuda yang ehem.. bernama Mas Rifai. Mas2 ini tinggi-besar ganteng daaaannnn.. badannya ‘kayak’ fitness, saya bingung, masa si dy beneran fitness, kayaknya ngga deh. Mas Rifai ini pemuda gahol Dusun Salam, disamping mukanya mirip boyband, secara tutur kata nya halus dan orangnya perhatian sama kita2 anak KKN. Diantara cewe2 KKN, yang paling heboh dengan Mas ini adalah Ratna, jadilah kami habis2an ledek2in dy. Kalo ada keperluan dengan si Mas ini, kami pasti suruh Ratna yang ngurus. Hehehhehe..

Kegiatan kami di minggu pertama ini, kebanyakan mengurusi perpustakaan Desa & Dusun. Maklum, lagi ada program 1000 buku dari perpustakaan pemerintah kota Yogyakarta. Waaaaa.. Buku2nya lumayan bagus menurut saya, bermacam2 juga, tapi mungkin sayangnya buku anak nya dikit, padahal yang punya waktu luang lebih banyak untuk membaca sepertinya anak2 deh, kalo orang dewasa udah punya kerjaan masing2. Ngomong2 soal membaca, sambil KKN saya membaca 1 buku berjudul ‘The Geography of Bliss’ karangan Eric Weiner, yang bercerita tentang keliling dunia sambil mencari kebahagiaan, yang menariknya di buku ini juga disertakan riset2 tentang positive psychology, happiness & psychology well being, nama2 seperti Selligman dan Mihaly bertebaran di buku ini. Ahahhahaa.. Jadi ingat skripsi.

Oke2 sekian update blog ini, doakan semoga semuanya lancar. Amin. Go.. Go.. Go.. Kelompok 13..

regards
puji wijaya, KKN survivor