Tuesday, February 15, 2011

Si Tawon Ijo

Heloo heloo bang-bang..
Sudah lama tidak memposting review film. Lama sekali.. Ahhahahah.. Terakhir kayaknya setengah tahun yang lalu. Waw! Nah, kali ini gw mau mereview satu film ciamik yang dirilis Januari kemarin (gw baru nonton kemaren, tanggal 14 Feb 2011, bareng sama jomblo2 Kost Gracia) wkwkkwkwkww.. Film tersebut ialah…

The Green Hornet

Kalo di-bahasa Indonesia-kan jadi : Si Tawon Ijo


Pemainnya ialah Seth Rogen & (cowo gw, si ganteng) Jay Chou. gw salah satu penggemar film-film superhero & gw juga fans berat Jay Chou. Mixin’ yang bagus kan, Jay Chou main pelem superhero. Jadilah gw pengen nonton banget. Gayung bersambut, tmn2 kos gw yang pada hari valentine kemarin kesepian (single bo single), kami bikin acara ‘MMJJbJ’ Malem-Malem Jalan-Jalan bareng JOMBLO. Ahhahahha.. gokil emang.

Lanjut ke filmnya :
Ya, cerita singkatnya (gw ga mau panjang lebar di sini, hahahahha udah banyak kyknya yang nyeritain sinopsis cerita ni film): Britt Reid, pewaris tunggal koran nan terkenal di kota Los Angeles ; The Daily Sentinel. Ayahnya meninggal gara-gara alergi sama sengatan tawon. Kepergian ayah Britt sangat mendadak, padahal Britt sendiri ga ngerti apa2 tentang koran yang ayahnya miliki. Si Britt malah sekolah aja ngga, dy mah kerjaannya jadi Don Juan & party2 gitu de. Nah, sudah bisa ditebaklah, stress lah dy dengan rutinitas barunya, menjadi bos di dunia koran-perkoranan.

Di tengah kejengahan, Britt mengenal salah satu pegawai ayahnya yang bernama Kato, Britt sangat kagum dengan keahlian Kato yang luarbiasa --> membuat kopi & membuat mesin. Nah, persahabatan unik ini berlanjut dengan keinginan Britt untuk mencuri patung kepala ayahnya, karena ia kesal kenapa orang yang menyebalkan seperti ayahnya malah dicintai oleh warga setempat sampai2 dibuatkan patung segala. Ahahahhaha.. Ide konyol ini disetujui oleh Kato. Mulailah mereka beraksi. Di tengah malam, mereka mencuri kepala patung itu dan secara kebetulan di dekat situ ada pasangan yang diganggu oleh preman. Britt yang memiliki jiwa kepahlawanan, nekad nolongin mereka, tapi dia kan secara gabisa berantem jadilah dia kena batunya, Kato yang ngeliat Britt dipukuli, Kato bertindak cepat & nolongin Britt dengan kemampuan beladiri nya yang tidak biasa. Dari sinilah Britt mengetahui bahwa Kato memiliki bakat lain yang keren mamen.

Berita tentang perkelahian mereka & pencurian kepala patung menyebar ke seluruh kota & menjadi heboh. Apalagi setelah Britt menyuruh kepala redaksi untuk menjadikan kasus ini sebagai headline berita di Daily Sentinel, dengan tujuan mengekspos Si Pencuri tersebut yang belakangan jadi terkenal dengan nama The Green Hornet, karena Britt & Kato sudah memiliki rencana untuk menjadi Penjahat yang Superhero (bingung kan ahhahahaha..)

sumpah, Seth Rogen kocak abis..

Mereka sebenarnya ingin menjadi superhero layaknya Batman-Robin, yang dielu2kan masyarakat. Tapi, karena citra mereka sudah buruk karena sudah berurusan dengan polisi & ‘pencurian’ maka mereka berpikir, walaupun mereka superhero tetapi mereka juga buronan. Inilah yang tidak dimiliki oleh superhero lain. Resikonya memang, sudah dimusuhi penjahat lain, dimusuhi oleh polisi pula. Wkwkwkkwkwkw.. Nah, dengan keputusan seperti ini. Britt & Kato membasmi kejahatan (dengan kejahatan) hahahhahah.. Setiap malam..

Yap2 kelanjutan ceritanya bisa disaksikan sendiri de. Wahahhaha.. Menurut gw film ini bagus banget. Bukan karena si Jay Chou nya saja yang ganteng, tapi memang dari segi cerita sangat imajinatif & konyol. Superhero identik dengan segala hal yang serius, mulai dari konflik serius, tokoh serius sampe kisah cintanya juga serius. Tapi, di sini, kita melihat superhero dari sisi yang berbeda, dari sisi ‘kebodohan’ superhero, yang sebelumnya belum pernah ditunjukan oleh superhero lain. Hal menarik lainnya juga terdapat pada canggihnya Holywood membuat gear, kendaraan dan setting film yang two thumbs up aja de. The Black Beauty, mobil yang digunakan oleh si Tawon Ijo, beuhhh mantap gilak. Hahahahhaha.. Andaikan gw punya mobil yang walaupun udah cacat, tinggal setengah, tapi masih bisa jalan coba.

Yap itulah The Green Hornet. gw sebenarnya lebih ngefans sama tokoh Kato dibandingin sama The Green Hornet nya sendiri. Menurut gw Kato itu orangnya komplit. Satu sisi mungkin orang akan kagum dengan bela diri yang dia bisa dan keahliannya yang aduhai, tapi di sisi lain Kato ga bisa berenang dan kadang suka sirik sama Britt. Mengingatkan gw tentang ketidaksempurnaan orang dan gw jadi merasa, ya, terkadang kita hanya melihat orang lain dari sisi yang sangat menonjol tapi kita mengesampingkan dia sebenarnya manusia biasa ; bisa salah , bisa hilaf dan memiliki ketidakmampuan dalam hal tertentu. Nobody’s perfect. :)

posternya neeee.. mantebz.

Dan sekian review film dari gw. gw merasa jika anda penggemar film sejati, tontonlah The Green Hornet. Sajian menyenangkan di hari yang special. Happy Valentine Day.
See you in the next post.

2 comments:

Fepuhe said...

first comment.. auww

pujiwijaya said...

thx geez.
auwww jg!