Sunday, September 30, 2012

iCare

Selamat malam teman-teman. Malam ini bulan di Yogyakarta bagus sekali, bentuknya bulat sempurna dengan warna oranye. Tadi saya lihatnya kebetulan, pas pulang dari gereja, bulannya kontras dengan jalan ringroad yang melengkung. Andai bisa dipotret hahahahaha.. Oya, sebelum terlupakan, saya mau mengucapkan selamat ulang tahun secara official blog buat ayah saya.

HAPPY BIRTHDAY PAPA!
Semoga panjang umur, sehat selalu dan tokonya ramai.
:)

Karena hal ini saya kemarin malam dan tadi pagi (tumben) telpon ke rumah. Bukan hanya buat ngucapin met ultah ke ayah saja, tapi juga untuk bergosip dengan ibu saya. Saya ingat-ingat lagi, kyknya udah lama banget ya kami tidak telpon2an, terakhir telponan kayaknya sebulan yang lalu deh, hahahahha.. Lama banget yaaa.. Maklum, karena ayah-ibu saya bukan tipe orangtua yang suka ganggu anaknya belajar, mereka juga jarang nelpon saya. Berhubung saya juga cuek orangnya, jadilah saya juga jarang telpon rumah (kecuali ada maunya).

Ga jarang saya iri dengan teman-teman saya yang suka ditelpon orangtuanya. Walaupun telponnya juga untuk membicarakan hal yang gitu penting, seperti hanya tanya ‘sedang apa?’, ‘sudah makan apa belum’, atau ‘kapan pulang?’. Terakhir, hari Jumat, saya iri dengan my match, TPLP, yang setiap hari pasti ada aja Mama nya telepon untuk tanyain kabarnya doi. Walaupun, saya tau Mama nya galak gitu, tapi di sisi yang lain, si Tante ternyata care banget lho sama anaknya, kasih perhatian-perhatian kecil yang efeknya memperkuat bonding antara anak dan orangtua. Lucunya, TPLP malah nyengir-nyegir ga jelas ke saya lalu nanggepin Mama nya ala kadarnya dengan ‘he-eh, iya, hmmm, yap’. Dasar anak cowo, dalam hati saya bilang ‘asik banget bisa ditelpon tiap hari sama orangtua, gue, ditelpon seminggu sekali aja udah sukur banget deh.’


Ngomong-ngomong soal yang namanya perhatian, walaupun saya terkategori sebagai ‘anak yang haus perhatian orangtua’, setidaknya selama kuliah ini saya berlimpah perhatian dari yang lain, seperti teman-teman, Ibu-Bapak kos, Ibu-Bapak dosen dan TPLP. Untungnya ada mereka, jadi saya tetap bisa menyeimbangkan hidup. Lalu, belakangan ini juga saya dapat perhatian spesial dari dosen pembimbing skripsi. Perhatian spesial ini khusus untuk menyelesaikan perkuliahan saya di jenjang S1. Yap, semester ini (akhirnya) bisa juga saya mengerjakan skripsi dengan total, formal dan legal *tepuktangan* setelah semester kemarin capek dengan mengulang dan hanya ngubek-ngubek topik. Akhirnya sekarang saya punya topik dan riset yang saya perjuangkan. Sudah sekitar 3 bulan saya mengerjakan hal ini dan berbuah berlembar-lembar tulisan (sok) ilmiah yang dibuat dengan pikiran dan perasaan. Omg, terharu.

Saya bersyukur sekali dapat dosen pembimbing yang baik, bernama Bu Monic, yang juga pintar, cantik dan misterius. Selain itu, pembawaan Ibunya yang tidak membuat saya panik dan sangat menghargai hasil usaha mahasiswa nya juga membuat saya senang sekaligus tenang. Selama ini, setiap kekhawatiran yang saya miliki selalu dapat di-share-kan dan di-resolute oleh Bu Monic. Secara Ibunya masih muda, gaya bahasa nya juga menyenangkan dan gak ngebosenin, yang saya suka lagi, setiap pulang bimbingan skripsi pasti saya bawa pulang ‘quotes of the day’ darinya yang bisa memberikan saya perenungan hidup. Namun, namanya saja manusia, dosen pembimbing saya bukan orang yang sempurna. Tapi dari berbagai kekurangannya, saya masih bisa toleransi.

Okay, baiklah, semoga U-The semakin baik progressnya dan saya semakin mendapat perhatian dari orang sekitar. Doakan saya ya.


best regards
puji wijaya, mahasiswa perhatian (sama U-The)

Ted ; Ketika Boneka Beruang Beranjak ‘Dewasa’

Halo. Selamat hari minggu. Senang sekali hari minggu ini saya bisa berada di kos, santai kayak di pantai ahhahah.. Nge-net sambil kipas-kipas (Jogja panas sekali akhir-akhir ini). Akhir minggu ini saya cukup senang karena skripsi saya sudah ber-progress lumayan baik dan di atas harapan. Alhasil, saya dapat liburan dulu deh dari mengerjakan skripsi, besok baru dikerjakan kembali. Libur2 begini selain menggunakan me-time dengan maksimal, saya senang juga kalau ada teman yang ngajakin main. Kemarin, kebetulan, anak-anak Family Outing (kumpulan anak2 Cirebon di Yogyakarta) yang tersisa (berhubung yang laen udah pada lulus kuliah, hahahha..) ngajakin saya nonton film di bioskop. Film yang saya tonton ini judulnya Ted. Waktu awal2 peluncuran film ini, saya sudah berencana nonton, saya tertarik dengan tokoh Ted yang physically cute beud ß maklum saya kan penggemar boneka.

Film Ted ini berkisah tentang seorang anak bernama John Bennett (Mark Wahlberg) yang susah punya teman, lalu pada hari natal ketika dia berumur 8 tahun, John mendapatkan sebuah boneka beruang dari orangtua nya. Dia namakan Teddy, singkatnya Ted. John yang kesepian menganggap Ted sebagai sahabat dan berkeinginan agar Ted beneran jadi hidup (dlu waktu saya kecil, saya juga pernah berdoa & minta agar boneka2 saya dihidupkan, untungnya tidak terkabul huahauhaa..). Keinginan john pun terwujud, Ted hidup beneran dan menjadi superstar dunia, disanjung-sanjung sebagai ‘keajaiban natal’.

Puluhan tahun berlalu, sampai kini John berumur 35 tahun. Ted masih disampingnya. Clip John & Ted ketika kecil dan beranjak dewasa bagus banget + lucu lho, jangan sampai dilewatkan.  John sekarang juga sudah punya pacar yang cantik dan karirnya bagus, bernama Lori Collins (Mila Kunis). John sendiri bekerja sebagai sales rental mobil (pekerjaan yang biasa-biasa saja) dan kurang disiplin dengan pekerjaannya tersebut akibat dari kebiasaannya yang suka nonton film Flash Gordon, Star Wars (film-film masa kecilnya), berpesta ganja dan minum alkohol, lucunya semua itu John lakukan bersama dengan Ted. Pada intinya, adegan per adegan bercerita mengenai kehidupan John di masa kini yang menunjukkan bahwa John adalah pria yang tidak dewasa dan tanpa tujuan hidup yang jelas.

Permasalahan pun dimulai dari perayaan anniversary ke-4 tahun hubungan John dan Lori. Lazimnya dengan usia relasi selama itu akan berakhir dengan pernikahan. Namun, John ragu untuk melamar Lori dan keraguan tersebut didukung oleh Ted, menurut Ted pernikahan itu membuka pintu kerepotan, apalagi dalam bidang keuangan. Keputusan pun bulat, John tidak melamar Lori. Akan tetapi hal ini membuat Lori bete dan dia menyatakan jika dia sebenarnya ingin ke hubungan yang lebih serius. Lori juga ingin agar sekarang sudah waktunya John bersikap lebih dewasa dan memiliki tujuan hidup (sadar umur oi John!). Salah satunya untuk membuat hubungan mereka ‘serius’ dan ‘berlanjut’ adalah menyuruh Ted hidup terpisah dengan mereka. Beberapa kasus negatif yang dibuat Ted membuat Lori bertambah mantap menyuruh Ted pergi dari rumah mereka.

Ted, you are in danger..

Ted, hidup mandiri dan memiliki pekerjaan di sebuah minimarket. Walaupun sudah pisah rumah, Ted & John masih sering bertemu (John pake acara bohong segala ke atasannya demi main bareng Ted). Nah, di minimarket ini Ted jatuh cinta dengan sesama karyawan. Kelakuan Ted di sini banyak pornonya, hahahahhaaa.. Tapi justru tingkahnya membuatnya naik jabatan (kacrut bener deh!). Ted pun banyak teman dan mengadakan pesta di apartemennya, Ted juga mengundang aktor Flash Gordon yang jadi idola dirinya dan John sejak kecil. John pun diundang Ted untuk datang ke pestanya, namun John agak dilema karena dirinya sedang di acara ulang tahun kantor Lori. Namun, kekuatan persahabatan ternyata lebih kuat ketimbang kekuatan cinta, John ke pesta Ted sampai lupa waktu (padahal tadinya cm mau 30 menit doank). Hal ini membuat Lori marah dan memutuskan hubungan dengan John.

sahabat petir selamanya!

John merasa bersalah pada Lori dan menyalahkan Ted sebagai sumber penyebabnya. Ted yang notabene tidak maksud menghancurkan hubungan mereka, melakukan beberapa hal untuk membuat mereka kembali bersama. Sebelum akhirnya Ted diculik oleh duet ayah-anak yang maniak dengan Ted, agak-agak psycho gitu deh nge-fans nya. Pada akhirnya, John-Lori baikan dan mencoba menyelamatkan Ted dari bahaya, tapi tidak berhasil. Ted terselamatkan dalam keadaan mati. John-Lori sedih bukan main. Ketika malam Ted mati, Lori berharap agar Ted bisa hidup kembali. Pada saat itulah, bintang jatuh terjadi (persis seperti ketika dulu John berharap agar Ted bisa hidup) danTed hidup kembali. John-Lori menikah dan hidup bahagia.

Film ini genrenya komedi. Komedi yang bener-bener kentel banget American joke nya, Pantas, kalau rate untuk film ini ‘dewasa’, biar kata tokoh utamanya sebuah boneka beruang kecintaan anak-anak, namun adegan ‘hot’ dan umpatan-makian bertebaran dimana-mana. Saya sendiri terhibur nonton film ini, walaupun ada beberapa lelucon yang saya ga nangkep maksudnya (roaming bro!). Saya juga suka dengan penempatan tokoh pendukung yang karakternya kuat bukan cuma nampang, seperti teman kerja John yang baru tau kalau dirinya gay, atasan Lori yang tengilnya bukan main, dan pacar Ted yang super-bitch (sampe sekarang ga habis pikir ada orang yang mau bercinta dengan boneka). Temen saya yang nonton serial TV animasi, Family Guy bilang kalo film ini ‘Family Guy banget’ secara movie maker nya sama yaitu Seth MacFarlane. Kalo saya boleh kasih nilai, saya kasih bintang tiga dari lima, artinya not bad. Hohohohohoho..


Yap, begitulah resensi filmnya. Biar komedi-komedi begini saya masih bisa menangkap pesan dari film ini. Dari sini, saya menyadari satu hal, menjadi dewasa/tua itu pasti seiring bertambahnya usia, tapi beda dengan bersikap dewasa yang itu sangat tergantung kepada diri kita, kapan kita mau bersikap dewasa. Banyak di sekitar kita, orang yang secara usia sudah matang, tapi tidak sinkron dengan kelakuannya. Saya sendiri tidak mempermasalahkan kalau kita yang sudah dewasa masih suka main boneka, baca komik, nonton kartun dan hal-hal lain yang kesannya ‘childhood’ karena sebenarnya itu bukan hal yang menyebabkan kita menjadi kekanak-kanakan. Seperti John yang pada akhirnya bisa bersikap dewasa karena dia memilih ‘okay, saya harus dewasa dan punya tujuan’ bukan karena dia menyingkirkan Ted lalu dia jadi dewasa. Dalam film ini Ted seperti simbolisasi kambing hitam atas sikap kekanak-kanakan kita, padahal semua sikap-perilaku yang kita punya itu 100% muncul atas kehendak dan pilihan diri sendiri bukan karena benda/hal/suatu yang lain. :)

Friday, September 28, 2012

Indonesia Mengajar - 2012 Yogyakarta Roadshow


Ikutan yuk para mahasiswa Yogyakarta dan sekitarnya.
Siapa yang tidak mau mendapat life challenging experience seperti ini,
sekali seumur hidup lho.
Sebelum daftar, ikut dlu yuk workshop nya.. :D

Monday, September 24, 2012

Buka Lapak Jualan

Man-teman2. Saya mau menjual barang ne.
Wireless Keyboard Logitech K270
170K (170000 IDR)
bisa nego
yang berminat hubungi by SMS : +62 818 0404 7758

kondisi :
second, baru 2 minggu pake doank
box, plastik, buku panduan, masih utuh

spesifikasi:
- wireless dengan teknologi terbaru unifying dari Logitech
- batere tahan lama (AAA sepasang - 24 bulan)
-  desain ergonomis
- tahan banting, air dan debu




Ditunggu tanggapannya.. :)
Hehehehehe..

update : SOLD OUT kepada Sdr. Aglius
di Bandung
Thx to KASKUS

Sunday, September 23, 2012

Kiki's Delivery Service ; Family Recommended Film

Yuhuuu.. Selamat siang dan selamat hari Minggu. Hmmm.. Sabtu-Minggu ini saya merasa jadi orang paling malas se-dunia. Terlebih kemarin dimana kerjaan saya dari siang-malam cuma tidur, makan, ngenet, mandi, makan, tidur lagi. Woft. Astaga! *tepokjidat. Lalu, pagi ini, agak nyadar akan bahaya penyakit malas, saya memilih untuk cuci2, beresin kamar, dan membereskan beberapa hal rumah tangga. Hwhwhwhhwhw.. Sebenarnya ada keinginan untuk menyentuh skripsi, tapi koq rasanya berat yaaa.. ;p

Ehem, yap daripada saya jadi galau mending langsung saja ke topik posting hari ini hahahhaha.. Nah, saya mau cerita tentang satu film yang saya tonton beberapa bulan yang lalu, agak basi si emang wkwkkkww.. Tapi, karena saya pikir filmnya bagus, jadi cocok ni kalo saya ceritakan di blog.

Judul filmnya Kiki's Delivery Service, ini film tahun jebot, tahun 1989. Judul aslinya 魔女の宅急便 (romanized: Majo no Takkyūbin, english: Witch's Delivery Service). Film ini dibuat oleh mangaka terkenal Jepang Hayao Miyazaki, yang terkenal juga dengan sebutan "Walt Disney-nya Jepang" Hedewwww.. Keren ya. Pak Miyazaki ini juga yang mendirikan sebuah studio yang memproduksi film2 animasinya, Ghibli Studio. Biar jadul2 begini film ini mendunia lho. Sempat memenangkan beberapa award dan dialihbahasakan ke Bahasa Inggris. Btw, saya pertama kali tau ini dari teman saya, Marsha yang nge-fans banget dengan karya2 Hayao Miyazaki. Lalu, karena penasaran saya minta deh. Hehehehe.

Daaannn ternyata filmnya bagus. Ketika nonton, ga percaya rasanya kalo film animasi ini dibuat pada tahun 1989, karena sepertinya sampai sekarang saja, kayaknya Indonesia belum bisa deh buat film kyk gini. Selain penggambaran dan teknik ilustrasinya yang cukup bagus, cerita yang disajikan juga meaningful. Yang saya tangkap ide cerita film ini mengenai kemandirian, kerja-keras, dan persahabatan Kiki.

Adegan-adegan pertama menceritakan Kiki sebagai penyihir yang berumur 13 tahun harus hidup mandiri di luar rumah. Akhirnya ia dan kucing sahabatnya Jiji, pergi dan mencari kota yang membutuhkan bantuannya. Namun, pencarian kota tidak semudah yang dibayangkan. Ketika sudah mendapatkannya pun Kiki masih harus menghadapi perlakuan masyarakat kota yang menganggap dirinya aneh, membawa sapu, ngomong sama kucing, berbaju hitam, dan terbang. Di tengah jalan, malah Kiki hampir ditangkap oleh polisi, untungnya ada seorang anak yang menolong Kiki bernama Tombo. Nah, si Tombo inilah yang jadi kunci cerita film ini.

Kiki & Tombo

Tertolong oleh Tombo bukan akhir dari cerita, Kiki tidak menyukai Tombo karena melihat tingkah laku teman2 Tombo dan Tombo sendiri yang aneh karena heboh menanyakan kemampuan terbangnya. Si Tombo ini memang dia ngefans banget dengan dunia terbang-penerbangan. Lalu, kabur dari Tombo tidak sengaja membantu seorang Ibu hamil (nama: Osono) yang memiliki toko roti, mengantar dot bayi milik pelanggannya yang tertinggal di toko. Karena Kiki2 dapat terbang, maka dia dengan cepat mengantar dot bayi tersebut, lalu Osono mempersilahkan Kiki-Jiji tinggal di rumahnya. Karena kemampuan terbangnya ini Kiki memiliki ide untuk membuka usaha jasa antar-jemput barang di kota tersebut yang ternyata mendapat sambutan yang hangat dari masyarakat kota.

Usaha yang dijalankan Kiki ini penuh petualangan, karena ada saja masalahnya, Seperti, di pengantaran oleh2 pertama, Kiki menjatuhkan barang antarannya ke hutan, namun kejadian ini membuatnya kenal dengan Ursula seorang gadis pelukis yang hidup mandiri di hutan dengan gagak-gagaknya. Pekerjaan ini memberikan kesan-kesan tertentu bagi Kiki, karena memberikan banyak pembelajaran tentang hidup. Saya terkesan ketika Kiki menolong seorang Nenek yang ingin mengantar pie ikan untuk cucunya yang berulang tahun. Kiki dengan susah payah membantu Nenek memanggang kue di pemanggang manual (yang ada cerobong asapnya), kehujanan pas mengantar kue, sampai memutuskan untuk tidak jadi datang ke acara Klub Terbang Tombo, ternyata pie ikan yang diantar Kiki tidak disukai oleh Cucu si Nenek. Di akhir film, Kiki kehilangan kekuatan terbangnya namun karena usaha dan keinginannya menolong Tombo yang ketika itu sedang dalam bahaya, Kiki dapat terbang kembali. :)

Kira-kira seperti itulah ceritanya temand, cocok ditonton bersama keluarga. Kekuatan film ini memang bukan di efek ilustrasi atau kerennya penggambaran, tapi lebih ke ceritanya. Oke de. Hav a nice day! :)

Jiji, kucing item kocak

Sunday, September 16, 2012

Going The Extra Miles


Sebuah Review Buku

Rasanya saya jarang sekali mereview buku di blog. Liat punya liat ternyata memang tidak ada tag ‘Review Buku’ di blog ini. Hahahaha.. Oke baiklah, mulai sekarang saya mau rajin aaa mengulas buku yang selesai saya baca.

Buku yang mau saya ulas kali ini berjudul : Berjalan Menembus Batas. Buku ini adalah buah karya dari penulis favorit saya, Ahmad Fuadi. Nah, tidak seperti buku-buku sebelumnya yang berjenis novel dan ditulis sendirian, di sini Bang Fuadi (panggilan akrab.. wkwkkwkw) menulis sebuah buku cerita inspiratif bersama beberapa teman2nya yang memiliki pengalaman serupa. Membaca halaman-halaman awal, terlebih di bagian pengantar, membawa kita memahami tema utama dari buku ini, yaitu: usaha untuk meraih impian. Lalu, masih dengan spirit Man Jadda Wajada menjadikan buku ini ‘Bang Fuadi banged’.

Saya sebenarnya tidak sengaja membaca buku ini, sudah lama juga bacanya sekitar bulan Juni awal. Kebetulan karena saya bantu2 di perpustakaan, saya mendapat akses buku baru lebih awal, alias curi-curi lihat kalo di rak staff ternyata ada buku baru. Hahahaha. Setelah buku ini resmi menjadi penghuni baru perpustakaan, langsung saya sabotase selama 2 hari untuk baca. Membaca pertama kali memberi kesan tertentu untuk saya, saya merasa buku ini seperti luapan rasa syukur bagi penulis2 di dalamnya. Hampir seluruhnya bercerita mengenai bagaimana perjuangan yang dirasakan ketika menggapai cita-cita. Masalah yang muncul dalam usaha ini pun bermacam2, mulai dari kekurangan biaya, terkena sakit-penyakit, keterbatasan fisik, ditinggalkan orang yang disayangi, tidak strategisnya tempat tinggal sampai kurangnya fasilitas. Dengan cukup cerdas Bang Fuadi mengelompokkan masalah2 ini ke dalam tiga bagian, yaitu : Bagian 1 – Melawan Keterbatasan Harta, Bagian 2 – Menahan Rasa Sakit, dan Bagian 3 – Menembus Batas Usaha.

Membaca buku ini di tempat umum (di perpus.red) memberikan tantangan tersendiri untuk saya. Berhubung saya orangnya sensitif, jadilah saya insrek2 di perpus, terharu baca cerita2 di buku ini. Cerita-cerita nya benar-benar touchie dan memberikan pemahaman tentang kehidupan bahwa segala sesuatu tidak ada yang mudah, semua butuh usaha. Buku ini menjadi salah satu penguatan atas keyakinan saya mengenai kerja keras. Hmmm.. Ketika saya baca ini, pas banget juga dengan musim ujian akhir semester, entah mengapa ya, apakah ini beneran pengaruh secara langsung apa tidak, saya jadi lebih semangat belajar. Dan alhasil 13 SKS yang kemarin saya ambil itu semuanya dapat A dan untuk pertama kalinya saya dapat IPS 4.0, hasil yang memuaskan di akhir semester teori perkuliahan saya. *tertegun*

Salah satu cerita yang saya favoritkan adalah berjudul “The Power of Kiasu” yang ditulis oleh Abdullah Mabruri. Ceritanya memang bukan menceritakan perjuangan dirinya, melainkan cerita perjuangan temannya yang menerapkan prinsip hidup ‘Kiasu’ yaitu budaya hidup kerja keras yang dimiliki oleh orang Cina. Teman SMA nya ini bukanlah orang yang spesial pada awalnya, tetapi dia bisa membuktikan bahwa seseorang yang tidak terlahir dari keluarga mapan finansial dan bukan orang yang jenius dari lahir pun bisa mencapai keinginannya melalui berproses dengan pendidikan. Proses ini dilaluinya dengan keringat dan harapan sampai akhirnya ia bisa mewujudkannya, dalam cerita goal nya yaitu sekolah di EEE NTU yang merupakan Top 20 Univ. Teknik se-dunia.

Yap, itu hanyalah satu dari dari banyak cerita lain yang bisa membuat kita terinspirasi dan terharu-biru dalam satu waktu. Sebenarnya sudah lama saya ingin review buku ini di blog sebagai bacaan recommended untuk teman-teman. Maaf ya baru kesampean me-review sekarang. Btw, bukunya tipis hanya 172 halaman dan berukuran tidak besar, so ketika letih-lesu-lemas kehilangan gairah hidup, buku ini cocok karena cepat dan mudah dibaca. Kadang, pas sedang tidak termotivasi lalu melihat buku2 motivasi setebal2 gaban kan jadi jiper juga. Bang Fuadi mungkin bisa membaca hal ini lalu membuat buku yang ‘easy’ ; Easy to read, Easy to bring dan Easy to share.

Oke, sekian review buku edisi perdana. Semoga di waktu dekat, saya bisa review buku selanjutnya. Amin. :D


Citation 

Title : Berjalan Menembus Batas
Writer : Ahmad Fuadi, dkk.
Publisher : Penerbit Bentang
First Publishing : January 2012
Page : XVI + 172
Genre : Inspirational
Puji Wijaya's Rating : ☺☺☺☺ from 5

Thursday, September 13, 2012

This Post

fav. photo of TPLP ; XD

Kadang, saya iri saya sama pasangan lain yang bisa SMS sepanjang hari, telpon2an bebas hambatan, social media dibanjiri komen/status/photo bareng pasangan, mau pergi2 kemana-mana tanpa harus merasa deg2an ada keperluan mendadak, wisata kuliner atau jalan2 romantis, hubungan yang terdukung oleh keluarga dua pihak. Kadang saya pengen juga menjalani relasi ini seperti orang kebanyakan.

Tetapi, lalu saya berpikir, sepertinya tidak fair juga kalau saya menuntut terlalu banyak hal. Sebelum ber-partner, kita juga punya kehidupan masing2, jadi jangan sampai relasi ini justru mengubah semuanya, kita hanya perlu menyesuaikan. Waktu yang kamu kasih seminggu sekali untuk saya itu sudah sangat berharga, well, maybe it takes too long time to meet you again, but it's being my encouragement to do good things during the week before we meet.

Terima kasih sudah menemani saya kurang lebih setengah tahun ini.
Ayo bersemangat, jalan kita masih panjang,
bawa persediaan pangan yang cukup jangan sampai lelah di tengah jalan.
Jika, ada masalah di jalan, jangan takut dan patah arang, karena seperti kata Bob Dylan:
“Behind every beautiful thing, there's some kind of pain.” 


cheers, ours.


♫ backsound : This Song - Shin Yong Jae, cover 2am

Friday, September 7, 2012

Quotes dari Mami

Ketika galau, ketika sedih, ketika tak tahu lagi harus bagaimana,
Mami selalu tau cara menghibur si Adek

Bukan mungkin Dek.
Tapi pasti ada tesis yang kamu buat atau malah lebih dari tesis. Hehehe..
Potensi Adek tuh besar, gak cuma buat susun skripsi. "
| My Mommy, Berta Devi A. |

Terima kasih Mami.


Tuesday, September 4, 2012

ドラえもん 2112

Official Logo

Kemarin, tanggal 3 September 2012 adalah hari yang bersejarah untuk robot kucing ciptaan Fujiko F. Fujio ini. Doraemon merayakan ulang tahun -100. Koq minus seratus? Secara, Doraemon itu lahirnya tahun 2112. Jadi bukan ultah ke seratus, tapi ultah ke -100 (100 years before the birth of Doraemon). Usut punya usut, ternyata Doraemon itu dibuat di Matsushiba Robot Factory, dan angka tanggal-bulan-tahun kelahirannya ini (12/9/3) dijadikan angka yang menggambarkan Doraemon. Berat Doraemon 129.3 kg, tingginya 129.3 cm, kecepatan maksimum nya 129.3 (tercapai pas dy ketakutan) dan Doraemon juga bisa loncat 129.3 m (mungkin yang ni tercapai kalo dy ketemu tikus kali ya) ahahhaha.. Trus juga maksimum kekuatan Doraemon 129.3 hp, diameter lingkar badan 129.3 cm serta diameter lingkar kaki 129.3 mm.

Yellow Doraemon

Sejarah mengatakan bahwa si Doraemon ini adalah robot buangan. Ketika diproduksi dy kurang satu sekrup gitu deh, hal ini juga membuat Doraemon tidak sempurna sehingga kurang lancar dalam studinya menjadi seorang robot rumah tangga. Kasian banget ya, sebelas-duabelas sama Nobita. Dulu Doraemon berwarna kuning & punya kuping, karena suatu insiden (bukan karena ke Klinik TongFang lho ya) Doraemon menjadi warna biru dan kupingnya hilang. Di komik diceritakan bahwa Doraemon itu milik Sewashi, cicit Nobita di masa depan. Suatu hari robot tikus Sewashi menggigit kuping Doraemon sampai copot, Doraemon trauma dan sedih sampai2 dy nangis 10 hari, nah air mata nya ini yang bikin warna kuning di badannya luntur. Versi lain menyebutkan kalau Doraemon itu dibeli oleh keluarga miskin dan di sinilah kejadian digigit tikus robot terjadi. *nah itu dy alasan kenapa Doraemon takut tikus

ekshibisi di Harbour city, Hong Kong

Hari ultah Doraemon ini dirayakan dengan cukup besar2an, bukan hanya Jepang saja yang mengadakan ekshibisi dan pamerannya , tapi kota Hongkong juga ikut merayakan hari bahagia tersebut. Walaupun saya tidak sempat melihat secara langsung (mahal bo! hahahaha..) cukup senang juga liat foto2nya di internet mengenai perayaan ini. Happy birthday Doraemon. Thanks for being my childhood-idol. 

regards,
puji wijaya, ドラえもん big fans


sources:

Monday, September 3, 2012

Emboss The Dream


Selamat malam teman-teman. Selamat hari Senin (Oopss seperti nya agak terlambat, secara satu jam lagi hari akan berganti). Hmm.. Hari Senin di minggu ini entah mengapa saya malas mengawali hari saya. Bangun di jam 6 pagi, tak lantas membuat saya rajin, ngulet-ngulet gak jelas, lalu misscall2 & SMS TPLP (my ‘match’) supaya bangun pagi berhubung dy kuliah di jam 7 pagi. Setelah itu? Tidur lagi! Sampai jam 8an baru nyadar kalau saya ini amat malas, beres2 tempat tidur dan membuka internet, update keadaan Bangsa Negara dan lingkungan sekitar. Nge-net tidak terasa sampai hampir jam 12 siang, saya baru mandi. Namanya sudah bukan mandi pagi tapi mandi siang. Hahahahaha.

Sehabis mandi, saya dapat pesan singkat ga enak, ada masalah dengan laporan pertanggungjawaban Majalah Dinding Perpustakaan di bulan Mei, buru-buru lha saya ke kampus Mrican buat ngurus2, pulang kembali ke Paingan rapat sama anak-anak perpus. Jam 3 sore, saya punya janji spesial. Janji kepada salah satu teman yang besok akan berangkat ke Taiwan untuk menuntut ilmu di sana selama 6 bulan. Nino, yap, Nino ‘The Seed Sower’. Janji mau main ke rumahnya untuk berpamitan. Di rumahnya, ternyata bukan hanya saya, Dicky & Marsha yang menjadi tamu hari itu, sanak-saudara Nino juga berdatangan untuk memberi semangat dan ‘wejangan’. Alhasil, bolak-balik lha Nino untuk membuatkan minum.

Sembari minum wedang, kami ber-4 mengobrol seperti biasa. Oya, saya, Nino, Marsha & Dicky, suka berkumpul untuk makan bareng di luar, ngobrol ngalor-ngidul soal isu sosial, nge-gosipin orang nyebelin (entah kenapa kami ber-4 selalu punya ‘enemy’ yang sama) dan yang pasti quality-talk about education and our future dreams. Kira-kira hal itu juga lah yang membuat kami cocok. Sebentar lagi, kami ditinggal pergi oleh salah satu anggota geng (Nino.red). Antara sedih sekaligus senang, iri sekaligus bangga. Tercapailah satu cita-cita Nino untuk menuntut ilmu ke negara seberang. Lebih detailnya, Nino mendapat grant untuk mengikuti fall-winter semester di Providence University, Taichung, Taiwan. The day is coming. The time to say good-bye (and see you later).

Marsha, Dicky, Nino, me ; Ngobrol Suka-Suka

Omong2 soal teman yang studying abroad. Belum lama ini, teman saya yang lain juga ada yang berangkat sekolah Master ke Cina, Fepuhe. Fepuhe total 4 tahun sekolah bahasa dan program master di Harbin Normal University, China. Lalu beberapa teman juga mendapatkan kesempatan berkembang dalam dinamika internasional di short-program tawaran kampus, seperti Marsha yang mendapat ACUCA Student Camp 2012 di Tokyo, Jepang (Program yang sama seperti yang saya ikuti dua tahun yang lalu). Lalu teman KKN saya juga ada yang dapat ke Jepang juga di program yang berbeda, adik-adik angkatan baik yang satu fakultas dan berbeda fakultas juga sudah cukup antusisas menjemput kesempatan tersebut. Senangnya mendengar berita-berita itu. Bagi saya pribadi, ini juga pacuan untuk segera menyelesaikan skripsi dan sekolah kembali (di luar Indonesia).

Balik lagi ke tempat Nino. Selesai chit-chat ber-4 selama kurang lebih 2 jam, saya-Marsha-Dicky lalu pamitan pulang. Untungnya, pada bagian ini tidak ada airmata haru-biru yang menetes. This is one of Nino’s great milestone, it should be happy moment. Selesai dari rumah Nino, saya-Marsha-Dicky masih sempet2nya makan2 dulu (yang tidak kami sangka, jodoh banget gak sih kita, ketemu lagi sama Nino, yang ternyata dy ada janjian di tempat yang sama dengan teman-teman satu program studi nya >.< hahahhahaha). Obrolan panjang saya-Marsha-Dicky dimulai dengan cerita Marsha tentang kunjungannya ke negeri sakura. Marsha yang suka bercerita dengan detail dan English fancy word khas nya. Saya-Dicky sangat menikmati cerita2 Marsha yang kocak dan reflektif. Kebetulan dy juga bawa kamera, jadi dy bisa menunjukkan beberapa gambar yang dy ambil ketika di Jepang. Walaupun tidak secara langsung merasakan Jepang. Cerita Marsha cukup membuat kami figure out apa sih yang sebenarnya ada di sana. Mulai dari toko-toko Jepang yang saking lucunya bikin kita pengen beli semua barang yang dijual di dalamnya, cerita tentang anak-anak peserta ACUCA Student Camp 2012 dengan beragam karakter dan tingkah-laku mereka, trus juga soal tempat wisata di Jepang yang you should visit while you are young, dan banyak cerita lainnya.

oleh-oleh dari Marsha, postcard yang bisa dibentuk2

Dari pertemuan singkat dengan ‘the gank’ hari ini, hal yang terpenting adalah refill semangat yang beberapa hari ini kian menipis. Saya merasa beberapa minggu terakhir, seperti hidup ngambang. Selain karena sudah tidak punya jadwal kuliah lalu jadi pengangguran, keputusan saya untuk men-stop seluruh kegiatan yang saya miliki ternyata punya dampak buruk – sometimes I feel lonely, kalo ibaratnya saya sudah berumur dewasa madya mungkin saya bisa dibilang post-power syndrome. Dulu cilingcingcat kemana-mana tak kenal lelah, sekarang mikirin skripsi merenung di kamar seharian sendirian. Kalau kayak gini terus gawat juga saya. Untungnya, ya itu dy, walaupun harus mengalami perpisahan sementara dengan Nino, tapi ya karena acara farewell dengan Nino ini saya merasa jadi lebih hidup (buktinya saya bisa bikin postingan ini). Saya jadi lebih semangat karena Nino sudah duluan ni, ayok2 puji-Dicky-Marsha segera ikuti jejaknya. Dari cerita2 Marsha juga saya seperti dicubit oleh kenyataan, “puji kamu kangen kan dengan masa-masa jadi international student, makanya cepetan lulus dan apply graduate school”.

Entah gimana juga, saya jadi teringat orangtua, kakak saya, adik saya, TPLP, dosen2, guru2 dan orang2 yang menginspirasi saya pribadi. And, it’s like replayed movie. I remember when I started to put up my dreams. I began learning something new, making the future-path, designing life that I want. Got rewards, got barriers. Sampai akhirnya, saya sendiri capek dan tanpa disadari mulai pelan-pelan mengundurkan diri. But, He love me anyway, He send me companions to walk through the hardship.

Yap. Itu refleksi saya hari ini. Akhirnya, saya bisa tidur nyenyak lagi. Aaaaa..

 regards,
puji wijaya, keep calm and rock on!