Sunday, July 21, 2013

Bendera Putih

Dulu saya selalu bangga dengan cita-cita yang saya punya..
Belakangan saya malah menjadi menyerah untuk meraih si dia..
Makin hari, makin terasa jauh saja..
Capeknya saya, lari-lari sampe keringetan..
Kaki juga sudah lecet-lecet..

Hmmm.. Ikhlas Ji?
Ikhlas.. Ikhlas.. Lagian kalaupun saya dengan si cita-cita berjodoh..
Lain kali pasti kami akan dipertemukan kembali, entah oleh siapa, dengan apa, dimana..

Menghilang sudah satu kertas dari dinding kamar saya..
Saya pergi ke pojokan..
Saya menyerah..

Wednesday, July 17, 2013

Perihal Homesickness

Enak ya di rumah, mau makan apa aja pasti ada
Enak ya di rumah, bisa tidur sampai siang
Enak ya di rumah, dapet tontonan elit lewat tipi kabel
Enak ya di rumah, gak pernah tuh kepikiran yang namanya skripsi

Jarang-jarang banget saya merasa pengen sekali pulang ke rumah. Dulu, jaman masih belasan tahun juga gak pernah tuh homesick sampai nulis postingan di blog. Hahahahaha.. Apa yang terjadi dengan saya ya akhir-akhir ini? Setiap hari ada saja memikirkan ‘rumah’ beserta anggotanya, orangtua sudah pasti, si Adek - Ndut yang sebentar lagi memulai petualangan menjadi anak kuliahan di Ibukota Jakarta, sang Kakak yang sedang hijrah di negri orang, Idup - kura-kura peliharaan yang pertumbuhan fisiknya tidak terkendali, Bi Dersih-Ita-Ram - asisten rumah tangga kepercayaan, bahkan si toko yang kadang bikin saya sirik karena menguras seluruh perhatian orangtua saya. Hehehehe.. Semua nya mendadak bikin kangen.

Pengen sekali menyelesaikan ini semua dan pulang ke rumah tanpa membawa beban. Heoooooohhhh..

best regards
puji wijaya, mulai bosan

Sunday, July 7, 2013

The One

“Is he the one?”
Kira-kira dua bulan yang lalu Mr. Ko2, guru les Bahasa Inggris menanyakan hal ini kepada saya. Waktu itu kami sedang berlatih speaking, dan kebetulan topiknya soal romantic partner. Pertanyaan itu begitu simpel. Tapi sulit dijawab. Mirip seperti pertanyaan ‘Kapan lulus kuliah?’ atau ‘Setelah lulus kuliah mau ngapain?’ heheheheee.. Singkat, padat plus menohok. Pulang dari les, saya kepikiran di jalan. Apa iya ya, pria yang saat ini sedang menjalin relasi romantis dengan saya itu adalah benar ‘the one’ atau someone who you want to spend your rest of life with. Atau kalau di film-film princess itu si pangeran berkuda putih-nya. Dan pertanyaan itu kadang terulang dalam pikiran saya, ketika saya dan partner (Mr. TPLP) mengalami masa bahagia ataupun masa suram.


Membicarakan hubungan saya dengan Mr. TPLP adalah sesuatu yang buat saya kadang jadi galau (sebutan khas anak jaman sekarang heheheh..). Karena kami punya banyak sekali PR di dalam hubungan ini. Saking banyaknya PR, saya juga bingung mana yang harus diselesaikan duluan. Terlebih belakangan ini kami memang dalam posisi yang kurang baik. Ibarat kapal, anginnya sedang tidak menentu kemana arahnya. Tidak saya pungkiri sudah beberapa kali saya berpikir untuk menurunkan jangkar dan mengibarkan bendera putih. Saya juga pernah berbicara tentang ini ke Mr. TPLP, namun dia selalu menyakinkan saya bahwa kami bisa melalui semua ini dengan baik-baik saja.

Sampai pada malam ini, dimana kondisi saya sedang tidak baik, saya teringat kembali pertanyaan yang sama. ‘Is he the one?’ dan saya ingin sekali menjawabnya dengan jawaban yang juga sama seperti ketika Mr. Koko menanyakan hal tersebut kepada saya. ‘Yes, he is’.

I wish I could.

best regards,

Wednesday, July 3, 2013

Hari Bahagia


Halo, halo, halo, first of all, saya ingin mengucapkan selamat datang di Bulan Juli 2013. Wow! Sudah pertengahan tahun, sudah mau bulan puasa – dimana jalanan akan macet-cet-cet tiap mendekati jam 6 sore dan pedagang makanan membanjiri segala penjuru kota, dan sebentar lagi juga hari Raya Lebaran akan datang, hoooo.. Liburan lagi deh. Heheheeheee..

Beberapa hari yang lalu, tepatnya pada tanggal 25 Juni 2013 saya merayakan hari ulang tahun saya. Untuk yang ke berapa? Ke-23. Hmmm.. Old? Tidak juga aaaa.. Ini matang, bukan tua. Hahahhaha.. Yang saya senang, saya berhasil menggenapkan hari jadi ini dengan kembali berada di rumah. Selama bertahun-tahun saya meninggalkan rumah untuk menuntut ilmu di kota lain, setiap ulang tahun saya pasti mengusahakan untuk berada di rumah. Kenapa? Agar mendapat ucapan ulang tahun dari orangtua saya. Hahahhaha.. Hanya untuk hal yang sesimpel itu. Maklum, orangtua saya suka lupa. Mumpung masih bisa pulang ke rumah, masih dapat libur di pertengahan tahun karena (sok2an) masih jadi mahasiswa.

Benar apa kata orang. Ketika sudah memasuki usia-usia dewasa, jadi semakin malas untuk jujur mengungkapkan usia yang sebenarnya. Dulu-dulu masih seneng-seneng saja ditanyakan ‘Ultah ke berapa?’ pasti saya jawab dengan lantang ’19’ ‘20’ ‘21’ ‘22’ hahahhaha.. Kelantangan itu ternyata hanya sampai usia ke dua-puluh-dua saja. Karena di usia yang sekarang kalau ditanyain saya pasti selalu jawab dengan agak jutek ‘dua-tiga’. Dan kalo memang sudah benar-benar malas, saya akan jawab ‘tujuh-belas’ atau ‘dua-satu’. Wkwkwkwkkwkw..

Lalu-lalu, omong-omong soal umur, sekarang saya punya jargon (-jargonan) baru, yaitu umur boleh twenty-something, tapi untuk semangat boleh donk tetap tujuh-belas-tahun. Hahahahaha.. Yang kalau saya pikir-pikir, seperti pembelaan diri akan usia yang selalu bertambah tiap tahun ini (baca: makin tua).

Harapan ..
Jika ditanya harapan apa yang dimiliki menginjak usia ke-XXIII ini, harapan saya sih tidak neko-neko. Saya ingin sekali ganti status, status dari mahasiswa ke status pekerja. Hahahhahaha.. Saya udah bosan juga ngerjain skripsi, beneran deh, udah 1 tahun lho saya kerjain, pake acara macet-macet kebanyakan acara ini-itu. Saya pernah dengar lulus dari universitas lalu beralih ke dunia kerja itu, seperti keluar dari mulut buaya masuk ke mulut macan. Biar kata seram juga masuk ke mulut macan, yang penting ganti suasana deh. Hahahahha.. Urat malu saya juga keliatan, ibarat varises, yang kalo ga diobatin lama-lama bisa tambah melebar dan membahayakan penderitanya. Ditambah tekanan sosial di kanan-kiri, di atas-bawah, ooooohhh.. Sungguh.. Bikin sesak bak baju kesempitan.

Saya sangat bersyukur saya masih diberikan kesempatan menikmati masa-masa hidup. Saya masih punya keluarga yang baik dan sabar nungguin saya lulus kuliah, saya masih bisa makan enak banget seminggu sekali bareng temen-temen yang (untungnya) masih di Yogyakarta, saya masih bisa melihat keusilan tingkat dewa Mr. TPLP yang kadang-kadang bikin saya jengkel, saya masih bisa keluyuran gak jelas kemana-mana, saya masih bisa mengerjakan skripsi saya yang mulai bulan Juli ini disentuh tiap hari karena kejepit waktu studi, dan ‘saya masih..’ yang lain-lain.

Kalo boleh menyebut hari ulang tahun dengan satu frase, saya ingin menyebut hari ini sebagai Hari Bahagia.

Selamat Ulang Tahun – Puji !