Sunday, March 18, 2012

Norak Ipad


Helow! Selamat hari Minggu. Pewwww.. Hari yang santai, senangnya.. Huahahhaha.. Lalu, di hari ini saya juga senang, karena intip2 lewat celah perban, luka kaki saya sudah mulai kering dan saya mulai berjalan dengan normal kembali. Asiknya! Hahahahaha.. Bisa loncat lagi, bisa naik-turun tangga lagi, bisa jalan cepet lagi. Pengalaman sakit kaki ini, banyak memberi pelajaran yang berguna, tentang kesabaran terlebih. Ritme hidup saya menjadi lebih lambat memang semenjak sakit kaki ini, gara2 itu saya menjadi lebih prepare untuk segala sesuatunya, contohnya aja, saya harus bangun lebih pagi untuk mandi – mandi dengan kondisi kaki kayak gini butuh waktu yang lebih lama. Contoh lain : ketika berangkat ke kampus atau kemana, 30menit sebelum waktu yang dijanjikan saya harus sudah siap, karena jalan saya lebih lambat daripada biasanya, jaga-jaga biar ga telat. Hmmm.. Pengalaman yang berharga.

Lalu, lalu, kemarin dengan kaki pincang2, saya bersyukur masih bisa komitmen dengan beberapa kegiatan yang saya jalani. Salah satu kegiatan tersebut adalah asisten penelitian Prof. Danuta Bukatko. Hmmm.. Saya belum pernah sebelumnya bercerita tentang proyek ini di blog. Jadi begini, setelah mengetahui bahwa PKM (Program Kreatifitas Mahasiswa) saya-Dicky-Nino yang tentang resiliensi itu tidak lolos seleksi. Maka, saya dan Dicky mencari pekerjaan lain, intinya semester ini, kami ingin involve dalam research. Nino sendiri, punya PKM lain yang ternyata lolos. Temanya vegetarian, jadi dy sedang sibuk dengan PKMnya itu. Selain itu, kabar gembira dari Nino juga ialah semester depan dy ikut exchange ke Taiwan. Dicky-saya sangat bangga menjadi temannya, beneran deh. Kami jadi mupeng2 juga, ayo2 Dicky-puji raih cita2. Go international bukan cuma punya Agnes Monica, tapi kalian juga! Wkwkwkwkkw.. Nah, kebetulan di fakultas kami sedang kedatangan seorang profesor dari Holy Cross College, US, dy tinggal di Yogyakarta selama setengah tahun. Lalu, dy mengajar satu mata kuliah untuk kami di sini, kelas Psikologi Konsultasi (saya ga ikutan, Dicky ikutan), bukan hanya itu saja, Ms. Diane (nama panggilan si Prof) juga membuat dua penelitian, satu tentang role gender dan satu lagi tentang math learning. Karena Dicky-saya kepo2, jadi ikutlah kami di penelitian Ms. Diane tersebut lalu kami jadi satu tim di penelitian tentang math learning.

Ms. Diane ini konsentrasi ilmu nya adalah kognitif dan psikologi perkembangan. Jadi penelitian math learning ini tidak jauh-jauh dengan anak-anak dan bagaimana mereka memproses informasi matematis. Menarik lho! Yang lebih menarik, bahwa, ternyata, salah satu bagian dari intervensi yang diberikan setelah pre-test penelitian ini adalah sebuah game bernama Little Patterns yang merupakan aplikasi dari benda-ajaib-abad-21 bernama………. Ipad! Jeng.. Jeng.. Jeng.. Honestly, awalnya, saya kaget, apa hubungannya ipad dengan kemampuan matematika??? Tapi, ternyata, respon ipad yang touch-screen itu ternyata bisa saja memberi pengaruh pada anak dalam ketertarikannya belajar “You touch and there’s action” kata Ms. Diane gitu. Berhubung, kami adalah asisten penelitiannya, pastilah kami disuruh mempelajari konsep dasar penelitiannya, lalu jurnal-jurnal penelitian sebelumnya (sumpeee oke2 beud jurnalnya), lalu sampailah kami ke membuat alat tesnya. Appaaaaaa???

Kedengarannya mungkin terlihat sulit, bikin alat tes! Hmmm.. Tapi setelah dijalani, digarap, ya kita bisa juga buatnya. Lucunya, Ms. Diane bilang kalo alat tes, response sheet dll yang kita buat jauh lebih baik daripada buatan mahasiswa nya di US. saya mikir, masa si mereka ga kreatif, bikin kayak gini masa gabisa. Teknologi sana kan lebih keren cuy. Ms. Diane lalu muji2 Dicky-saya terus, jadi ga enak. Gara2 pujian ini juga, kita jadi punya tanggung jawab lebih besar untuk menjadi tetap baik, even, better. Ohh.. Maaannn.. Beban mental. Wkwkwkwkw.. Sudah gitu, Ms. Diane yang notabene suka bercanda, dy ngomong, “what will you do next year, I want to hire you in my lab!” gubrakkk.. Lalu, dy cerita2 tentang pekerjaan lab manager yang menjadi salah satu batu loncatan buat orang-orang yang mau sekolah Ph.D di sana. Hmmm.. Dicky-saya jadi berandai-andai.. Andai memang beneran, andai kami bisa sekolah ke sana, andai kami menginjakan kaki di Benua Columbus.. Angin berhembus ke muka, flooopp, OK, back to reality!

Rasanya menyenangkan bisa membahagiakan orang lain. Itu yang saya rasakan ketika bisa membuat alat tes yang baik untuk penelitian ini. Hal yang menarik kedua selain pujian Ms. Diane terhadap hasil kerja kami yaitu kami dipinjamkan ipad sampai dengan dua bulan ke depan. Apaaaa???? Oke2, inget, ini ipad pinjaman wkwkkwkw, jangan digunakan untuk pamer2 ato sok2an. Kehadiran ipad di kehidupan Dicky-saya ini agak menggangu stabilitas wkwkwkwk. Dan alat tersebut memang bisa bikin orang ngautis, saya sendiri terkesan dengan fitur photobooth nya yang bisa bikin efek macem2, ibooks nya yang sangat canggih – gaya baru dalam membaca buku, dan tentunya game Angry Birds Rio yang unyu banget. Huahhahahaahha.. Tujuan kami untuk mempelajari game little patterns di ipad sempat terlupakan gara2 kami saking takjub nya bisa memegang bahkan memiliki ipad walaupun hanya sementara.

foto bareng ipad pinjaman Ms. Diane, masih hangat..

Yap. Ipad memang luar biasa. Saya jadi pingin ni, nabung2 buat beli ipad, wkwkwkwk.. Seru juga yah punya tablet, enteng, fungsional dan prestis! Huaaaaaa.. Puji2 ingat kamu harus beli si Nikon dulu. Oke lha, daripada jadi nulis ngelantur tentang si ipad. Disudahi saja ya posting ini. Ahahahaha.. Ipad.. Ipad.. Semoga membuat kami lebih bijaksana. Huahahhahaaaaa..

regards
puji wijaya, a new ipad user

Sunday, March 11, 2012

Dokter Flamboyan


Hei ho!
Minggu ini, saya banyak nganggur. Bukannya karena ga ad kerjaan, tapi gara2 saya habis kena kecelakaan beruntun minggu kemarin itu, banyak kegiatan yang saya cancel. Lalu, saya jadi banyak leha-leha ga jelas di kos, meratapi nasib kaki saya yang belum bisa jalan normal. Setelah dua kali datang ke Rumah Sakit Panti Rapih, saya merasa lebih tenang, tenang karena si kaki sudah ditangani secara medis. Ya kata dokternya si luka kayak gini memang proses, ga bisa sehari dua hari sembuh, oke lha, mungkin saya memang harus sabar ya. Hehehehe..

Dokter yang saya kunjungi ini bernama dr. Kun2, Sp.B. (disamarkan). Beliau ini prakteknya di poli bedah. Saya juga kaget si waktu telpon RS Panti Rapih, lalu kata receptionist nya kalo mau priksa luka karena kecelakaan ke poli bedah. Bayangan saya poli bedah itu yang serem2, dimana dokter2nya pegang pisau bedah dan gunting. Tapi ternyata, poli bedah itu memang bener untuk perawatan luka kecelakaan (sujud sukur). Saya tidak salah tempat koq. Pertemuan pertama, saya ditemani Icott ke Panti Rapih. Lalu, kami bingung2 bareng gitu, ni harus kemana, alhasil dengan bekal mulut alias nanya orang, bisa juga kita nyampe ke Poli Bedah. Menunggu 1 jam, akhirnya, saya masuk juga ke ruangan Pak Dokter. Saya kira dr. Kun2 itu dokter jaman baheula, melihat dari namanya (yang asli) saya membayangkan dokter ini tipe2 Bapak2 Jawa kurus tinggi berkumis. Lalu, bayangan saya ini ternyata salah besar. Ternyata, dr. Kun2 ini jauh dari kesan ‘jadul’. OMG. Ada apa ini dengan Pak dokternya.

Dokter Kun2 mukanya mirip sekali dengan dosen saya-Icott yang bernama Pak Minto. Si dokter ini Pak Minto versi lebih berotot, tinggi & agak putih saja. Lihat dari pakaiannya persis banget sama Pak Minto, agak ketat-ketat gimana gitu. Pria perkotaaan sekali lha style nya. Kacamatanya juga sama dengan Pak Minto, full frame, Korean glasses gitu. Sama2 masih muda juga, paling umurnya baru 33-an tahun. Daaannn.. Yang bikin saya senang, dokternya wangi! Ahahhahaha.. Walaupun dia jarang ngomong, tapi sekali nya ngomong, saya kaget karena suaranya lembut sekali (lagi-lagi mirip Pak Minto). Huahahahha.. Karena kemiripan ini saya & Icott kaget setengah mati! Pas kaki saya diobatin (ga tau pake salep apaan), saya antara pengen nangis sama pengen ketawa liat dokternya. Pulang2, saya sama Icott malah jadi gosip, ‘busedd,, Pak Minto bangeddd dokternyaaaa..”

perban kaki model 2012, kiri-kanan: model sarung, model heels

Di pertemuan kedua (3 hari kemudian), saya buka perban & bersihin luka di sana (cemen, ga berani bersihin dan buka sendiri), kali ini saya cuma sendirian saja ke sana. Lalu dr. Kun2 makin flamboyan sajah gaya nya. Kalo kemaren dy pake kemeja lengan ¾ corak kotak-kotak yang rada ng-distro plus celana jeans (dr. Kun ga pernah pake jas dokter) kali ini dy pake kemeja putih slim-fit, ikat pinggang, dan celana jeans, yang semuanya merek Lev*’s, mahal gilak! Branded banget ni si Oom. Kali ini juga dr. Kun lebih banyak berbicara si, kalo kemaren kan perawatnya yang banyak ngobrol dengan saya. Lalu keadaan si kaki saya, kata dokternya si “sudah bagus, bagus koq kulitnya..” sampe sekarang saya ga ngerti, mana bagusnya kulit warna merah gitu. Saya lega si nanahnya sudah hilang, sekarang tinggal pengeringan saja, tapi masih dibebet pake perban sampe 5 hari ke depan. Oke lha, ada hiburan juga si ke rumah sakit. Tidak se-membosankan yang saya kira. Sampe ktemu lagi Pak Dokter. Kita lihat, besok dy bergaya seperti apa lagi yaaa…. Hahahahahha.. :)

best regards
puji wijaya, pasien kurang ajar à ngomongin dokternya di blog

Wednesday, March 7, 2012

Tidak Enak Ketika Sakit


Halo2. :)
Saya tidak bisa tidur ni, karena tadi siang saya tidur, alhasil saya nge-blog saja deh. Kebetulan ada hal yang menarik untuk diceritakan. Cekidot!


Kemarin, saya mengalami kecelakaan motor beruntun. Giliran saya taat peraturan, eh orang lain yang ngaco, kena deh. Kaki saya kulitnya mengelupas kena ban motor Mas2 begajulan. Ceritanya kemarin sore saya mau les gitar, saya berangkat jam 3 kurang 5 menit. Saya memang suka mepet kalo berangkat, tapi semepet-mepetnya saya, saya ga pernah ngebut2an di jalan. Saya lebih milih telat daripada membahayakan nyawa sendiri. Sampai akhirnya di ringroad utara, di depan motor saya, ada Mas2 yang seperti baru bisa belajar motor, sumpah jalannya ga jelas banget, saya hampir ajah nabrak dy pas di belokan transisi dari jalan mobil ke jalan motor, untungnya ga jadi nabrak, rem saya sepertinya masih berfungsi dengan baik. Karena saya melihat gelagat2 aneh dari si Mas2 pengendara motor di depan saya, saya pelan-pelan dan ga berani nyalip. Sampe akhirnya ada motor Ibu2 keluar dari gang, lalu si Mas  Ga Jelas itu nabrak Ibu2 itu. Berhubung saya ada di belakangnya, mau ngerem kayak gimana juga saya tetep aja nabrak motor Mas nya, waktu itu motor Mas nya udah dalam keadaan jatoh, kaki saya kena bannya yang masih muter, saya pake sandal jepit, jadi kulit ini tidak terselamatkan, motor saya si Monty ga kenapa2, badan saya juga ga jatoh, masih aman terkendali.

Nah, gara2 kejadian itu, kaki kiri saya jadi cidera. Bengkak, merah, berair, pegel, perih, mantap jaya surantap sakitnya. Gara2 ini juga saya jadi malas ngapa2in. Kegiatan saya jadi terhambat, sumpah deh ga enak banget rasanya. Sepanjang hari saya juga jadinya bete, bete nya karena saya susah jalan, lalu saya jadi sedih karena lagi2 saya menambah oleh-oleh jatoh di badan sendiri. Pas KKN kemarin saya juga kecelakaan motor (diboncengi teman), karena ini tangan kiri saya pitakan, kaki deket kelingking juga pitakan. Sekarang, gara2 si Mas2 GeJe yang naek motornya begajulan itu, saya punya luka baru. Sedih rasanya.

Saya cerita hal ini ke orangtua saya, tapi tanggapannya ya biasa saja, ga heboh ato gimana gitu. Mungkin SMS saya kurang dramatis apa ya. Saya juga cerita ke adik saya, adik saya cukup menghibur saya dengan bercandaannya. Teman2 saya cukup care, terlebih anak2 kos, yang dengan baiknya memberi banyak saran dan obat (karena mereka pharmacist ehhehehe..). Dari kejadian ini, gatau napa ya, saya jadi agak gloomy, pas sakit2 kayak gini, saya merasa sangat sendirian. Pas sehat si, seneng2 ajah sendirian, tapi pas sakit, rasanya pengen banget saya pulang ke rumah, enak kan di rumah ada yang ngurusin. Ahahahhahaa.. I wish, I could..

Sekarang saya rada cemas dengan keadaan si kaki saya, yang ternyata tambah bengkak & memerah. Besok saya mau ke dokter, semoga si ga dikasih obat macam2 ya, saya ga suka (dan ga bisa) minum obat. Haduuuuu.. Ada2 saja ni.. Doakan saya cepat sembuh yaaa.. Positif nya karena kejadian ini, yaaa saya akan lebih hati-hati di jalan dan mulai meluangkan waktu untuk beristirahat. Badan ini sepertinya sedang tidak kompromi.

regards
puji wijaya, butuh istirahat