Monday, November 26, 2012

Episode Romantis

"Semangat ya..
Pengen cepet2 bisa kasih bunga
pas kamu wisuda.. ;p"
Mr. TPLP, 26/11/2012, 6:27:29 pm

senyum sumringah di malam hari.
Terima kasih banyak.



Saturday, November 10, 2012

HBD Mr. TPLP

Happy birthday TPLP!!!
21st y.o
9 November 2012


akhirnyaaaa.. umur kita jadi ga beda jauh wkkwkwkwkkw..
Aaaaa.. Semoga kita sama-sama makin dewasa yah..

Thanks untuk hari kemarin, menyenangkan bisa makan Sushi & kue bersama.
Btw, iya deh lain kali aku akan bisa bikin Sushi sendiri & bisa kirim masakan ke kos mu.
;p
Tambah senang juga dengan chit-chat ceria, bergosip, dan konser lagu Coldplay dadakan.
Makasih juga untuk penutup acara ulang tahun yang lezat - makan malam.red
(aku ditraktir yeaaayyy)

Mungkin tahun-tahun berikutnya akan lebih sulit untuk merayakan hari bahagia bersama,
tapi yakinlah kita tetap bisa melakukan perjalanan ini.
Fighting. Ganbatte!


best regards,
puji wijaya, your #1 fans

HBD Supermom


Tanggal 7 November kemarin Ma2 saya ulang tahun.

(baru buat postingnya sekarang karena lupa & baru sempat lihat blog lagi. Huaaaaaaaaaaaaa..)
*jeduk2kepala

Usia nya menginjak ke 47 tahun (beliau kelahiran 1965)
dan.. Heyyyy.. bentar lagi usia Ma2 saya 50 tahun..
Rasanya di usia nya yang ke 47 tahun, saya sebagai anak
belum kasih banyak hal yang membanggakan.
Masih ngerepotin pula.. Hahahahhahahaaaa..

*maap2 ya Maa..

Semoga Ma2 selalu diberikan berkat yang melimpah.
Kesehatan, rejeki, momen2 bahagia, dll..
Berhubung Ma2 saya suka bunga, jadi saya kasih gambar cake flower di posting ini..

you are so mean to us


best regards
puji wijaya, 2nd smiley daughter

Wednesday, November 7, 2012

Selo dan Slow

Selamat sore.

Hari ini seperti biasa saya menjadi penunggu kos seharian, dari pagi sampe dengan malam nanti. Huahauhauahua.. Maklum pengangguran. UThe itu tugas yang tak kelihatan, meski setiap hari ada saja saya merawat UThe dengan penuh kasih sayang, tetep ajah saya ngerasa pengangguran. Namun, banyaknya waktu yang saya punya ternyata ada hikmahnya juga, pertama : kamar saya menjadi lebih terawat karena tiap hari saya bersiin, kedua : cucian baik pakaian maupun alat makan ga pernah numpuk karena saya selalu cuci mereka dengan segera, ketiga : saya punya banyak waktu buat baca buku, keempat : makan saya jadi teratur sehari 3 kali dengan menu yang variatif. Pada intinya selama mengerjakan UThe saya tidak merasa stress berlebihan, hidup saya malah jadi teratur.

Mengerjakan UThe juga memberikan dampak pada mobilitas hidup saya sebagai individu. Kalo dulu dalam satu hari saya bisa loncat 3-5 lokasi dalam sehari, sekarang, 2 lokasi pun sudah syukur sekali. 2 lokasi itu ya laboratorium saya (kamar kos saya) dan perpustakaan kampus yang jaraknya cuma sekitar 500 meter dari kos. Saya sampai punya tempat khusus di perpustakaan yang dinamai oleh seorang teman “Puji’s Sacred Room”, tepatnya di ruang buku referensi yang isinya kamus dan ensiklopedia. Jadi, jika ingin menemui saya, kalo ga di kos ya di perpus gitu. Paling parahnya saya pernah hanya di kos seharian, makan pun harus pake delivery order (parahnyaaa…), untung kamar mandi saya ada di luar kamar, jadi saya tetap ada keluar kamar sekali-kali untuk urusan biologis. Gak kebayang, saya jadi kayak orang hikikomori, yang hidup dan mati di kamar, bedanya kalo hikikomori buat nonton anime, kalo saya untuk mengerjakan UThe.


Hal ini juga berdampak ke relasi sosial. Tiap hari Jumat saya ada acara ke kampus untuk ikut nimbrung di acara kelompok belajar seorang ibu dosen di kampus, lalu setelah itu ada acara kumpul dengan Skripsi Support Group (Tinna & Dicky), sebuah kelompok yang mengemban misi memotivasi dan mengkritisi skripsi dari anggotanya. Oke, jujur, saya menunggu hari Jumat, karena hal ini. Rasanya seperti habis meditasi berabad-abad, sekalinya ketemu dengan orang, saya jadi pengen ngobrol terus. Hari Jumat juga jadi spesial karena di hari ini saya bertemu dengan Mr. TPLP, my match. Kami hanya bertemu 1-2 kali seminggu, biasanya Jumat buat makan malam bersama atau Minggu untuk ke Gereja dan jogging. Saking jarangnya kami bertemu, kadang orang bilang “kalian nih pacaran ato gak sih?” hahahahahahahaa…

Aaaaaaaaaaaa.. Hidup sayaaaaaa.. Walaupun mobilitas rendah, relasi sosial menurun, kemalasan juga kadang melanda, tapi tetap ada baiknya juga. Sepertinya saya mulai beradaptasi dengan gaya hidup baru ini. Selo* dan slow. Slow but sure yaaaaa..

*Selo bahasa Jawa dari ‘luang’ merujuk pada waktu

best regards,
puji wijaya, the new Snorlax?!

Saturday, November 3, 2012

Mengintip Edu-Fair

Seminggu kemarin, saya dan beberapa teman rajin mengunjungi pameran pendidikan. Berhubung, kemarin ada dua institusi pendidikan luar negeri yang membuat ekspo. Untungnya waktu mengijinkan, jadilah kami bisa mengunjungi ekspo tersebut. Hehehehe.. Thanks untuk Nuffic Neso (Belanda) dan British Council (Inggris) yang mau mampir menggelar ekspo di Yogyakarta.

Sebenarnya, ikut ekspo ini juga hanya iseng-iseng. Sejak awal kami tau kabar ini, niat kami buat cari souvenir. Motivasi pertama itu, lalu motivasi kedua baru mendapat info lebih lanjut mengenai sekolah di daerah tersebut. Saya sendiri sebenarnya tidak menargetkan Belanda/Inggris sebagai tujuan studi, makanya motivasi pertama itu lebih kuat. Hahahahahaaa.. Ajaibnya, setelah sampe di tempat ekspo, entah kenapa rasa penasaran untuk tau lebih lanjut tentang info studi ternyata mengalahkan rasa ingin borong souvenir tersebut. Hahahahaha.. Seru saja mengobrol dengan para International Affair staff yang profesional dan memikat sampai membuat kami berandai-andai, ‘If I could study there..’

oleh-oleh dari ekspo & penampakan ekspo

Gara-gara ekspo ini saya jadi ngerti bahwa tiap negara memiliki kebijakan berbeda untuk jenjang pendidikannya, contohnya aja kayak Inggris yang menetapkan studi master hanya 1 tahun (bentar banget ya..). Info lain juga saya dapatkan seperti, di Belanda yang ternyata kampusnya sudah berbahasa Inggris, jadi kita tidak perlu takut lagi untuk belajar bahasa baru. Lalu, saya juga paham betapa bekennya program Sandwich di Belanda. Yang menarik lagi, ternyata banyak loh beasiswa bagi kita-kita orang Indonesia yang mau sekolah di sana, ga usah takut soal dana sebenarnya.

Semua pelajar Indonesia ingin sekolah di luar negri, coba aja deh survey, tanya kayak gini ke mahasiswa, yakin deh sebagian besar bilang ‘mau’, hanya yang benar-benar usaha untuk mewujudkannya memang hanya sedikit. Entah karena halangannya banyak, ato kita yang belum siap mental. Untuk halangan, memang soal dana itu pasti nomor satu, yang lainnya soal kualifikasi, terlebih bahasa, trus kecemasan tidak mampu beradaptasi (banyak juga yang bilang takut gabisa makan, karena makanannya beda), lalu tidak mendapatkan informasi yang memadai. Nah, di sinilah ekspo pendidikan seperti ini berperan, bukan hanya promosi sekolahnya biar laku saja, tapi juga mengklarifikasi fakta sehingga kita para calon applicant juga tidak lagi merasa cemas, selain itu menjadi penyemangat juga lho. Semoga dengan bertambah seringnya ekspo pendidikan LN diadakan, maka semakin percaya diri juga kita, bahwa kita juga bisa koq masuk ke pergaulan internasional.

Btw, tengkyu untuk anggota Skripsi Support Group (SSG) ; Dicky & Tinna, Ms Titin serta Alvia yang meluangkan sedikit waktunya untuk mengunjungi ekspo ini bersama dengan saya. :D


best regards
puji wijaya, peek peek peek