Sunday, September 30, 2012

Ted ; Ketika Boneka Beruang Beranjak ‘Dewasa’

Halo. Selamat hari minggu. Senang sekali hari minggu ini saya bisa berada di kos, santai kayak di pantai ahhahah.. Nge-net sambil kipas-kipas (Jogja panas sekali akhir-akhir ini). Akhir minggu ini saya cukup senang karena skripsi saya sudah ber-progress lumayan baik dan di atas harapan. Alhasil, saya dapat liburan dulu deh dari mengerjakan skripsi, besok baru dikerjakan kembali. Libur2 begini selain menggunakan me-time dengan maksimal, saya senang juga kalau ada teman yang ngajakin main. Kemarin, kebetulan, anak-anak Family Outing (kumpulan anak2 Cirebon di Yogyakarta) yang tersisa (berhubung yang laen udah pada lulus kuliah, hahahha..) ngajakin saya nonton film di bioskop. Film yang saya tonton ini judulnya Ted. Waktu awal2 peluncuran film ini, saya sudah berencana nonton, saya tertarik dengan tokoh Ted yang physically cute beud ß maklum saya kan penggemar boneka.

Film Ted ini berkisah tentang seorang anak bernama John Bennett (Mark Wahlberg) yang susah punya teman, lalu pada hari natal ketika dia berumur 8 tahun, John mendapatkan sebuah boneka beruang dari orangtua nya. Dia namakan Teddy, singkatnya Ted. John yang kesepian menganggap Ted sebagai sahabat dan berkeinginan agar Ted beneran jadi hidup (dlu waktu saya kecil, saya juga pernah berdoa & minta agar boneka2 saya dihidupkan, untungnya tidak terkabul huahauhaa..). Keinginan john pun terwujud, Ted hidup beneran dan menjadi superstar dunia, disanjung-sanjung sebagai ‘keajaiban natal’.

Puluhan tahun berlalu, sampai kini John berumur 35 tahun. Ted masih disampingnya. Clip John & Ted ketika kecil dan beranjak dewasa bagus banget + lucu lho, jangan sampai dilewatkan.  John sekarang juga sudah punya pacar yang cantik dan karirnya bagus, bernama Lori Collins (Mila Kunis). John sendiri bekerja sebagai sales rental mobil (pekerjaan yang biasa-biasa saja) dan kurang disiplin dengan pekerjaannya tersebut akibat dari kebiasaannya yang suka nonton film Flash Gordon, Star Wars (film-film masa kecilnya), berpesta ganja dan minum alkohol, lucunya semua itu John lakukan bersama dengan Ted. Pada intinya, adegan per adegan bercerita mengenai kehidupan John di masa kini yang menunjukkan bahwa John adalah pria yang tidak dewasa dan tanpa tujuan hidup yang jelas.

Permasalahan pun dimulai dari perayaan anniversary ke-4 tahun hubungan John dan Lori. Lazimnya dengan usia relasi selama itu akan berakhir dengan pernikahan. Namun, John ragu untuk melamar Lori dan keraguan tersebut didukung oleh Ted, menurut Ted pernikahan itu membuka pintu kerepotan, apalagi dalam bidang keuangan. Keputusan pun bulat, John tidak melamar Lori. Akan tetapi hal ini membuat Lori bete dan dia menyatakan jika dia sebenarnya ingin ke hubungan yang lebih serius. Lori juga ingin agar sekarang sudah waktunya John bersikap lebih dewasa dan memiliki tujuan hidup (sadar umur oi John!). Salah satunya untuk membuat hubungan mereka ‘serius’ dan ‘berlanjut’ adalah menyuruh Ted hidup terpisah dengan mereka. Beberapa kasus negatif yang dibuat Ted membuat Lori bertambah mantap menyuruh Ted pergi dari rumah mereka.

Ted, you are in danger..

Ted, hidup mandiri dan memiliki pekerjaan di sebuah minimarket. Walaupun sudah pisah rumah, Ted & John masih sering bertemu (John pake acara bohong segala ke atasannya demi main bareng Ted). Nah, di minimarket ini Ted jatuh cinta dengan sesama karyawan. Kelakuan Ted di sini banyak pornonya, hahahahhaaa.. Tapi justru tingkahnya membuatnya naik jabatan (kacrut bener deh!). Ted pun banyak teman dan mengadakan pesta di apartemennya, Ted juga mengundang aktor Flash Gordon yang jadi idola dirinya dan John sejak kecil. John pun diundang Ted untuk datang ke pestanya, namun John agak dilema karena dirinya sedang di acara ulang tahun kantor Lori. Namun, kekuatan persahabatan ternyata lebih kuat ketimbang kekuatan cinta, John ke pesta Ted sampai lupa waktu (padahal tadinya cm mau 30 menit doank). Hal ini membuat Lori marah dan memutuskan hubungan dengan John.

sahabat petir selamanya!

John merasa bersalah pada Lori dan menyalahkan Ted sebagai sumber penyebabnya. Ted yang notabene tidak maksud menghancurkan hubungan mereka, melakukan beberapa hal untuk membuat mereka kembali bersama. Sebelum akhirnya Ted diculik oleh duet ayah-anak yang maniak dengan Ted, agak-agak psycho gitu deh nge-fans nya. Pada akhirnya, John-Lori baikan dan mencoba menyelamatkan Ted dari bahaya, tapi tidak berhasil. Ted terselamatkan dalam keadaan mati. John-Lori sedih bukan main. Ketika malam Ted mati, Lori berharap agar Ted bisa hidup kembali. Pada saat itulah, bintang jatuh terjadi (persis seperti ketika dulu John berharap agar Ted bisa hidup) danTed hidup kembali. John-Lori menikah dan hidup bahagia.

Film ini genrenya komedi. Komedi yang bener-bener kentel banget American joke nya, Pantas, kalau rate untuk film ini ‘dewasa’, biar kata tokoh utamanya sebuah boneka beruang kecintaan anak-anak, namun adegan ‘hot’ dan umpatan-makian bertebaran dimana-mana. Saya sendiri terhibur nonton film ini, walaupun ada beberapa lelucon yang saya ga nangkep maksudnya (roaming bro!). Saya juga suka dengan penempatan tokoh pendukung yang karakternya kuat bukan cuma nampang, seperti teman kerja John yang baru tau kalau dirinya gay, atasan Lori yang tengilnya bukan main, dan pacar Ted yang super-bitch (sampe sekarang ga habis pikir ada orang yang mau bercinta dengan boneka). Temen saya yang nonton serial TV animasi, Family Guy bilang kalo film ini ‘Family Guy banget’ secara movie maker nya sama yaitu Seth MacFarlane. Kalo saya boleh kasih nilai, saya kasih bintang tiga dari lima, artinya not bad. Hohohohohoho..


Yap, begitulah resensi filmnya. Biar komedi-komedi begini saya masih bisa menangkap pesan dari film ini. Dari sini, saya menyadari satu hal, menjadi dewasa/tua itu pasti seiring bertambahnya usia, tapi beda dengan bersikap dewasa yang itu sangat tergantung kepada diri kita, kapan kita mau bersikap dewasa. Banyak di sekitar kita, orang yang secara usia sudah matang, tapi tidak sinkron dengan kelakuannya. Saya sendiri tidak mempermasalahkan kalau kita yang sudah dewasa masih suka main boneka, baca komik, nonton kartun dan hal-hal lain yang kesannya ‘childhood’ karena sebenarnya itu bukan hal yang menyebabkan kita menjadi kekanak-kanakan. Seperti John yang pada akhirnya bisa bersikap dewasa karena dia memilih ‘okay, saya harus dewasa dan punya tujuan’ bukan karena dia menyingkirkan Ted lalu dia jadi dewasa. Dalam film ini Ted seperti simbolisasi kambing hitam atas sikap kekanak-kanakan kita, padahal semua sikap-perilaku yang kita punya itu 100% muncul atas kehendak dan pilihan diri sendiri bukan karena benda/hal/suatu yang lain. :)

No comments: