Sunday, September 23, 2012

Kiki's Delivery Service ; Family Recommended Film

Yuhuuu.. Selamat siang dan selamat hari Minggu. Hmmm.. Sabtu-Minggu ini saya merasa jadi orang paling malas se-dunia. Terlebih kemarin dimana kerjaan saya dari siang-malam cuma tidur, makan, ngenet, mandi, makan, tidur lagi. Woft. Astaga! *tepokjidat. Lalu, pagi ini, agak nyadar akan bahaya penyakit malas, saya memilih untuk cuci2, beresin kamar, dan membereskan beberapa hal rumah tangga. Hwhwhwhhwhw.. Sebenarnya ada keinginan untuk menyentuh skripsi, tapi koq rasanya berat yaaa.. ;p

Ehem, yap daripada saya jadi galau mending langsung saja ke topik posting hari ini hahahhaha.. Nah, saya mau cerita tentang satu film yang saya tonton beberapa bulan yang lalu, agak basi si emang wkwkkkww.. Tapi, karena saya pikir filmnya bagus, jadi cocok ni kalo saya ceritakan di blog.

Judul filmnya Kiki's Delivery Service, ini film tahun jebot, tahun 1989. Judul aslinya 魔女の宅急便 (romanized: Majo no Takkyūbin, english: Witch's Delivery Service). Film ini dibuat oleh mangaka terkenal Jepang Hayao Miyazaki, yang terkenal juga dengan sebutan "Walt Disney-nya Jepang" Hedewwww.. Keren ya. Pak Miyazaki ini juga yang mendirikan sebuah studio yang memproduksi film2 animasinya, Ghibli Studio. Biar jadul2 begini film ini mendunia lho. Sempat memenangkan beberapa award dan dialihbahasakan ke Bahasa Inggris. Btw, saya pertama kali tau ini dari teman saya, Marsha yang nge-fans banget dengan karya2 Hayao Miyazaki. Lalu, karena penasaran saya minta deh. Hehehehe.

Daaannn ternyata filmnya bagus. Ketika nonton, ga percaya rasanya kalo film animasi ini dibuat pada tahun 1989, karena sepertinya sampai sekarang saja, kayaknya Indonesia belum bisa deh buat film kyk gini. Selain penggambaran dan teknik ilustrasinya yang cukup bagus, cerita yang disajikan juga meaningful. Yang saya tangkap ide cerita film ini mengenai kemandirian, kerja-keras, dan persahabatan Kiki.

Adegan-adegan pertama menceritakan Kiki sebagai penyihir yang berumur 13 tahun harus hidup mandiri di luar rumah. Akhirnya ia dan kucing sahabatnya Jiji, pergi dan mencari kota yang membutuhkan bantuannya. Namun, pencarian kota tidak semudah yang dibayangkan. Ketika sudah mendapatkannya pun Kiki masih harus menghadapi perlakuan masyarakat kota yang menganggap dirinya aneh, membawa sapu, ngomong sama kucing, berbaju hitam, dan terbang. Di tengah jalan, malah Kiki hampir ditangkap oleh polisi, untungnya ada seorang anak yang menolong Kiki bernama Tombo. Nah, si Tombo inilah yang jadi kunci cerita film ini.

Kiki & Tombo

Tertolong oleh Tombo bukan akhir dari cerita, Kiki tidak menyukai Tombo karena melihat tingkah laku teman2 Tombo dan Tombo sendiri yang aneh karena heboh menanyakan kemampuan terbangnya. Si Tombo ini memang dia ngefans banget dengan dunia terbang-penerbangan. Lalu, kabur dari Tombo tidak sengaja membantu seorang Ibu hamil (nama: Osono) yang memiliki toko roti, mengantar dot bayi milik pelanggannya yang tertinggal di toko. Karena Kiki2 dapat terbang, maka dia dengan cepat mengantar dot bayi tersebut, lalu Osono mempersilahkan Kiki-Jiji tinggal di rumahnya. Karena kemampuan terbangnya ini Kiki memiliki ide untuk membuka usaha jasa antar-jemput barang di kota tersebut yang ternyata mendapat sambutan yang hangat dari masyarakat kota.

Usaha yang dijalankan Kiki ini penuh petualangan, karena ada saja masalahnya, Seperti, di pengantaran oleh2 pertama, Kiki menjatuhkan barang antarannya ke hutan, namun kejadian ini membuatnya kenal dengan Ursula seorang gadis pelukis yang hidup mandiri di hutan dengan gagak-gagaknya. Pekerjaan ini memberikan kesan-kesan tertentu bagi Kiki, karena memberikan banyak pembelajaran tentang hidup. Saya terkesan ketika Kiki menolong seorang Nenek yang ingin mengantar pie ikan untuk cucunya yang berulang tahun. Kiki dengan susah payah membantu Nenek memanggang kue di pemanggang manual (yang ada cerobong asapnya), kehujanan pas mengantar kue, sampai memutuskan untuk tidak jadi datang ke acara Klub Terbang Tombo, ternyata pie ikan yang diantar Kiki tidak disukai oleh Cucu si Nenek. Di akhir film, Kiki kehilangan kekuatan terbangnya namun karena usaha dan keinginannya menolong Tombo yang ketika itu sedang dalam bahaya, Kiki dapat terbang kembali. :)

Kira-kira seperti itulah ceritanya temand, cocok ditonton bersama keluarga. Kekuatan film ini memang bukan di efek ilustrasi atau kerennya penggambaran, tapi lebih ke ceritanya. Oke de. Hav a nice day! :)

Jiji, kucing item kocak

4 comments:

Licia said...

ini kan adaptasi dr novel, dan novelnya udh pernah diterjemahin ke bahasa Indonesia lho..
aku lupa judul Indonesianya apa, tapi di covernya ada judul Inggrisnya juga "Kiki's Delivery Service". Penerbitnya Gramedia. Aku dulu beli aja udh diskonan 10 ribu di Togamas, tp skrg udh ga punya lagi, aku sumbang buat anak2 Merapi waktu itu. ilustrasi bukunya lucu :3

raniaarts said...

Pujiiii mau dong filmnya. punya ga? kapan ke perpus Mrican lagi?heheheh

raniaarts said...

aku punya banyak film Ghibli nihh kalo mau tukeran hahah

Puji Wijaya said...

@ Marsha : Bukunya buku cerita y? Waaa.. Jadi pengen berburu.
@ rani : punya Bu.. kamu main dunk ke Paingan hyahayhaahaya..