Saturday, January 7, 2017

Where & What to Eat in Bandar Lampung

Bersyukur bahwa di negara kita ini kaya kuliner, tiap daerah ada aja makanan khasnya. Oleh karena itu berburu kuliner setempat adalah acara wajib yang ga boleh absen. Sebenarnya jelajah kuliner daerah itu tidak terbatas pada makanan tradisional yang telah ada turun temurun, jelajah kuliner bisa juga ke tempat-tempat makan yang menurut warga setempat ‘paling enak’ meski bentuk dan macam makanannya bisa jadi mainstream. Oh yeah, sudah saya list daftar makanan enak super recommended di Bandar Lampung

#1 Restoran Padang Begadang Dua
Rumah makan Padang memang ada dimana-mana, jangankan harus ke Sumatra, 10 langkah dari rumah saya aja ada. Nah, di Bandar Lampung ada jaringan rumah makan Padang yang terkenal bernama Restoran Padang Begadang, dari satu sampai enam. Namun, menurut Icott beda restoran beda rasa meski resto ini berada di bawah payung nama yang sama. Paling enak Restoran Padang Begadang Dua yang terletak di Jalan Diponegoro No. 164. Tadinya saya kira restoran ini punya rasa yang kurang lebih sama dengan Restoran Sederhana yang franchise nya tersebar dimana-mana, tapi saya salah besar!

Nyatanya restoran ini punya menu yang enak banget, lebih enak daripada Restoran Sederhana yang mahal itu. Nasinya pulen, enak banget kayak dikasih ganja kalo menurut Icott wakakka.. Entah bener apa ga soal ganja itu, nasinya memang enak gilak sih, pengen nambah terus. Saya juga nyoba terong balado dan rendangnya. Untuk masak terong, kadang terong itu kan suka anyep yah pas dimasak jadi layu sampai ke dagingnya, nah untuk terong di Begadang Dua ini mantap banget. Daging terong bisa digigit dan lembut banget tapi ga layu. Terus, untuk rendang – this is the best rendang so far! Selama saya makan, ni rendang paling enak! Jatuh cinta saya dengan Begadang Dua, tadinya pingin ambil rendang satu lagi tapi berhubung takut bayar kemahalan gak jadi deh. Padahal harganya masih sangat reasonable untuk ukuran Restoran Padang yang udah terkenal dan enak.

Begadang jangan begadang aaaaaa.. Bang Rhoma

Yang unik dari restoran ini adalah pegawainya. Semua laki-laki! Sebagian besar sudah agak berumur yah, Bapak-Bapak gitu. Mereka sigap banget, lincah bawa piring-piring bertumpuk-tumpuk. Menu untuk satu meja dengan meja lain beda-beda, jadi kalo makanan fav kamu ternyata belum muncul di meja bisa minta langsung. Gak mungkin juga sih mereka kasih semua menunya dalam satu bukaan meja, banyak banget bok! Kebetulan pas Icott, Tina, Ndut, dan saya ke sana menu seafood ga keluar, dan bisa dibilang ga terlalu banyak menu (mungkin tau kita cewe-cewe, cuma berempat, tampang ngirit). Ih bener-bener deh ini Restoran Padang yang sungguhan.

#2 El’s Coffee @ Lampung Junction
Anak Bandar Lampung pasti tau banget tempat hangout satu ini, El’s Coffee berkonsep bistro dan coffee shop ini memang wajib banget dikunjungi apalagi buat pecinta kopi. Saya sendiri bukan pecinta kopi, ga ngerti sama dunia perkopian jadi ke sini sekedar buat menikmati makanannya aja. Range harganya cukup high, 40-100 ribu untuk makanan (buat steak bahkan lebih mahal). Minumannya 10-30 ribu. Kami makan di El’s Coffee di Lampung Junction, tempatnya ga begitu besar. Kapasitas tempat duduknya juga ga banyak dan agak dempet-dempetan. Berhubung kopi adalah jualan andalan mereka, sebuah open coffee bar langsung menyambut tamu di dekat pintu masuk. Hmmm.. Barista nya mana ganteng ya (tapi banyak gaya), lumayan buat cuci mata.

Curry rice and Spaghetti tuna

Makanannya kebanyakan pasta, sebelas duabelas dengan Nanny’s Pavillon. Yang bikin senang itu adalah porsinya, biarpun harganya agak mahal buat ukuran dompet masyarakat menengah kayak kami gini tapi porsinya itu banyak dan mungkin bisa untuk dua orang. Jempol-jempol untuk El’s Coffee.

#3 Kios Makanan dan Jajanan di Pasar Tengah
Pasar Tengah selayaknya pasar-pasar di daerah lain, terdapat beraneka macam toko di sini. Selain toko, ada juga kios-kios makanan yang beraneka macam. Saya ga coba banyak, hanya sempat mampir di kios makanan khas Palembang. Si Cici owner kios jual empek-empek (baik yang kecil ato besar), tekwan, es kacang merah, dan es manisan. Berhubung kami berempat mampir karena kehausan pengen minum es setelah muter-muter cari kain tapis, jadi membeli es jeruk dan empek-empek nya. Enak banget, ikannya terasa, gak abal-abal. Ohya, di Pasar Tengah ini juga banyak toko yang jual oleh-oleh khas Lampung seperti kerupuk kemplang, kripik pisang, dan manisan. 

#4 Bakso Haji Sonny
Bakso Haji Sonny tempat makan bakso paling hits se-Lampung. Kalo mau makan di sini, usahakan hindari jam-jam makan siang dan makan sore, wew pengunjungnya bisa rombongan, buanyak banget. Di sini kita bisa pilih mau makan bakso pakai mie putih atau kuning. Tapi pas kami ke sana, hanya ada mie putih aja (mihun) ya sudah pasrah. Minumannya juga kurang bervariasi, kalo mau minum teh manis ya adanya Teh Botol. Bakso Haji Sonny ini cabangnya dimana-mana se-Bandar Lampung, dan ya rata-rata semuanya rame. Selain warung bakso, mereka juga jual daging olahan. Jadi semisal ingin bikin masakan berbahan dasar daging sapi, bisa beli dagingnya di sini. Dijamin halal dan higienis.

Don't judge bakso from its picture

#5 Buah Durian
Seneng deh ke Lampung bulan Desember, karena bertepatan dengan musim durian! Durian dengan mudah ditemui dimana aja, di dekat rumah Icott kebetulan ada tukang jual durian pakai mobil bak gitu. Hmmm.. Di Lampung memang harganya tidak semahal di Jawa, 150 ribu kami dapat 3. Itungannya 50 ribuan. Bisa minta dikupasin di sana, Abang penjual jago banget buka durian gile cepet parah, lihai menggolok si durian. Nah berhubung kami niat ngupas sendiri, ya sudah minta di belah dikit aja sama si Abang. Ohya sebelum deal membeli kita bisa coba langsung durennya lho!

Dibeli.. dibeliiiii..

Memang ya belah durian itu tidak semudah yang dibayangkan. Dengan golok seadanya, kami yang notabene cewek semua setengah mati belah tu buah. Akhirnya entah dapat wangsit apaan, Tina bisa membelah durian dengan begitu heroik dan sadis. Memang yah, darah Medan itu tidak bisa dibohongi hahahaha.. Keren Tin!

#6 Masakan Mamak Julite
Kunjungan ke Lampung ini akan hampa tanpa masakan Mamak Julite – a.k.a Mamihnya Icott. Cita rasa masakan Jawa yang kental dengan rasa manis-manis gurih, plus empek-empek resep keluarga yang juga enak di mulut dan perut. Terima kasih banyak Tante dan Icott sudah menjamu kami, pulang-pulang sudah kangen lagi dengan masakan Mamak Julite.


No comments: