Saturday, January 23, 2016

Update Wisata Cirebon

Lama sekali tidak pulang ke kampung halaman. Jadi kuper mengenai apa aja sih yang lagi hype di Kota Udang alias Kota Cirebon. Informasi yang saya dapat dari TV, kini anak muda Cirebon sedang menggandrungi kegiatan-kegiatan yang berbau alam seperti naik ke Gunung Ciremai, atau hanya kemping-kemping santai di kaki gunungnya. Lalu, kini di Cirebon banyak bangunan baru berfungsi sebagai pusat perbelanjaan - ada Cirebon Junction (ala-ala Riau Junction di Kota Bandung, atau Cibubur Junction di Bogor), Grage City Mall, dan bahkan sekarang Toko Buku Gramedia aja punya bangunan sendiri. Wahhh.. Nah, yang tidak kalah kecenya, kemarin saya sempat mengunjungi Cirebon Waterland. Hedehhh.. Tempat macam apa pula ini yaaa..

Cirebon Waterland. Namanya ceria sekali yah, dari namanya saja sudah ketebak kalo tempat ini adalah waterpark alias tempat berenang-berenang dan bermain air. Waterpark ini letaknya di atas lahan Taman Ade Irma Suryani – semacam amusement park kecil yang pernah jaya di jamannya, jujur aja belasan taun tinggal di Cirebon saya gak pernah ke tempat ini. Sekilas tentang Taman Ade Irma Suryani, jadi tempat bermain keluarga ini jaman tahun 1990-an sangat nge-hits di kalangan masyarakat menengah Cirebon karena salah satu pelopor permainan bombomcar di daerah (kota kecil), yang waktu jaman itu baru ada di Dufan Jakarta. Semua anak mendadak gahul tingkat dewa kalau sudah coba bombomcar di Ade Irma. Pas saya lahir dan agak gedean, eh Taman Ade Irma sudah tidak booming lagi, semua orang lupa, dan akhirnya tempat ini terbengkalai sangat lama.

itu ada tulisan We Love Cirebon???

Btw, Taman Ade Irma Suryani letaknya persis di pinggir pantai. Pantai Utara memang tidak terlalu bagus untuk pariwisata ya sepertinya, jadi ya pantai ini lebih banyak dipergunakan untuk kegiatan berdagang hasil laut dan tempat persinggahan kapal-kapal, entah dari Tanjung Priuk atau dari Tanjung Perak dan Tanjung Emas. Kadang juga disinggahi oleh kapal-kapal militer yang kadang jadi background foto-foto narsis saya ketika jaman SMA hahaha.. Lama tidak ada kabarnya, beberapa kali sempat re-launching agar menarik pengunjung kembali nampaknya tidak berhasil. Sampai kira-kira pertengahan tahun 2015, saya dikirimi foto-foto keren Taman Ade Irma yang kini berganti nama menjadi Cirebon Waterland. Bikin saya mangap!

coba kalau matahari sembunyi dikit, nyemplung deh 

Gimana gak mangap, ohmen.. Coba deh teman-teman googling Cirebon Waterland, jadi tiba-tiba di lahan tersebut sekarang berdiri jejeran penginapan dengan model cottage plus pencahayaan keren, cubit pipi kiri kanan, okeh, ini Cirebon bukan Maldives. Penginapan ini bernama Seaview. Sebenarnya si namanya ini cocok untuk beberapa kamar saja ya yang benar-benar ngadep laut, yang lain ngadep ke waterparknya. Oh ya, waterpark sendiri cukup menarik dan emang keliatan niat ngebangunnya bukan hanya asal jadi saja. Temanya dunia laut. Kemarin lihat harga tiket 60ribu/orang. Hanya saja saya emang niatnya hanya liat-liat, jadi ga berenang, ga berani juga sih berenang siang-siang di Cirebon, itu kulit terbakarnya bagaimana yah hahaha..

Liat-liat? Emang boleh? Nah, jadi beginilah kocaknya. Setelah misa di Gereja St. Yoseph Cirebon, saya dan Adek saya si Ndut sudah merencanakan pingin ke Cirebon Waterland tujuan utama mau cobain makan di Tomodachi Restaurant yang letaknya di area ini. Tomodachi ini lucu deh bentuk bangunannya kapal mirip dengan venue reality show Ninja Warrior Jepang. Yang saya gak ngerti kenapa namanya Jepang-Jepangan, padahal konsepnya laut-laut gitu dengan menu makanan pasta-pasta dan masakan Indonesia. Sesampainya di Cirebon Waterland, kami berdua agak terkesima dengan penampakan tempat ini. Oh emang sih bagus, kayak bukan di Cirebon. Karena bingung, kami tanya ke satpam, kami mau ke Tomodachi masuknya darimana. Beberapa gosip beredar katanya untuk masuk area Cirebon Waterland ini bayar 25ribu/orang sekalipun hanya untuk lihat-lihat dan foto-foto. Tapi kemarin itu entah kenapa si satpam agak linglung terus kami berdua langsung masuk aja, gak bayar sama sekali. Hahahaha.. Coba deh yang lain coba, kalau ke sana pake alasan mau ke restoran mungkin iya benar jadi gratis.

beberapa jepretan amatir hehehe..

Lolos dari bayar uang tiket 25ribu, kami lalu langsung mengeluarkan jurus foto-foto sembari senang mengamati bangunan yang emang lucu-lucu. Maklum ya kami kan jarang jalan-jalan jadi baru liat yang bentukan begini. Bagus deh. Rapih enak dilihat. Buat waterpark nilainya 7, buat cottage saya kasih nilai 8. Cottage terlihat nyaman dan worth to try, katanya sih semalam 1 juta-an, tergantung kamar yang mana. Jumlah cottage ga banyak hanya 36 aja. Yang menarik di ujung sedang dibangun gedung serbaguna untuk menikah, mirip kapel. Pas saya ke situ masih diberesin sama Mamang Bangunan. Sayang banget, pas ke sana terlalu siang sekitar jam 10 pagi, yak tau kan gimana puanasnya. Dan kami juga ga bawa payung apa topi ato kacamata item, hedehhh panas sekali lhooo gaes. Jadi saya sarankan lain kali kalau mau ke sana lagi sebelum jam 10 atau setelah jam 3.

kapal aja sudah berlabuh, jadi kamu kapan berlabuh di hatiku? #yaelah 

Rencana makan di Tomodachi pada akhirnya gugur, karena ternyata resto baru ready jam 11 siang. Ohya, lucu banget lho waiter waitress dan kokinya berbusana ala-ala sailor gitu. Akhhh lucu deh pokoknya! Jadilah Ndut & saya hanya foto-foto plus liat-liat doang di situ. Sudah masuk ga bayar, gak jadi makan, nyatanya kami makan di Warung Nasi Jamblang Pelabuhan yang letaknya sebelahan dengan Cirebon Waterland. Hahaha.. Ya ampunnnn..

Kesan soal Cirebon Waterland sejauh ini positif, dan sebenarnya tidak bisa komen banyak karena belum nyicip menginap. Agak sayang sih emang bawaan pantai utara Cirebon yang pasirnya hitam dan airnya agak kekuning-kuningan, jadi pastikan pandangan Anda ke depan saja jangan ke bawah hahahaha.. Buat yang pingin lihat sunrise atau menikmati senja cantik, tempat ini cukup recommended lho! Dulu jaman SMA saya pernah beberapa kali pagi-pagi buta ke daerah pelabuhan untuk melihat sunrise dan bagus. Waktu itu menikmatinya duduk di pinggir batu. Coba bayangin kalo nikmatinnya dari atas balkon Seaview Cottage. Mantep kan yah!

Saya jadi penasaran pemandangannya kalau malam bagaimana. Apakah bener se-romantis di foto. Mungkin kali-kali pas ada waktu boleh lah ke sana lagi, dan tentu saja jadi makan di Tomodachi. Belum kesampean! Gemeessss.. Akhir kata, saya mau bilang.. Cirebon betul-betul berubah nih. Semoga developer-developer lain juga datang ya untuk mempercantik kota ini. Good.

No comments: