Sunday, April 7, 2013

Kisah di Kota Ikan Hiu dan Buaya

Judulnya alay ya. Heheheheh.. Kapan lagi bisa mengalay, selain di blog pribadi. Baiklah teman-teman sedikit bercerita mengenai melipirnya saya dan beberapa teman ke kota tetangga. Solo?? Bukaaannn.. Semarang.. Ahh.. Bukan jugaaaa.. *lihatjudul* aha, Surabaya? Yappp.. Surabaya (Sura= Ikan Hiu, Baya=Buaya). Tanggal 2 April siang, kami berangkat dari Jogja menuju Surabaya. Dengan personil Dicky, Tinna & Bertha. Sebenarnya yang berkepentingan ke sana adalah Dicky & saya, karena kami mau interview visa Amerika Serikat (perihal ini akan diceritakan di posting berikutnya). Tapi berhubung, sepi aja nih kalau cuma berdua, so, kami mengajak Tinna. Nah, berhubung kami bertiga ini sedang satu tempat les Inggris bareng Bertha, jadi ngajakin Bertha juga. Hehehehehe.. Jadilah kami ber4, manis manja grup berpetualang ke Surabaya yang notabene dari kami ber4 pun ga ada yang pernah ke sana. Berbekal Evan (mobil Dicky), peta abal-abal Jogja-Surabaya download dari internet, niat yang tulus, serta doa dari orangtua kami. Pergilah kami keee.. Surabaya.

Perjalanan ke Surabaya ini cukup spesial, karena pertama, ini adalah kali pertama Evan dibawa ke luar kota yang jauh banget. Kedua, ini kali pertama juga buat Dicky menyetir nonstop ke luar kota dengan jarak tempuh yang ehem lumayan. Ketiga, bagi Dicky, Tinna, saya, perjalanan ini merupakan the first journey yang dilakukan bersama teman-teman lewat jalan darat dan memakai kendaraan pribadi. Keempat, bagi kami berempat, ini pertama kalinya kami menginjakan kaki ke kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya. So, cukup bersejarah, bukan.

Berhubung kami berangkatnya siang, di tengah matahari telah terbenam kami masih di perjalanan antar kota ini. Fyi, rute Yogyakarta-Surabaya tidaklah sulit. Kami memakai rute yang paling mudah yaitu Yogyakarta  Klaten – Solo – Sragen – (Hutan Mantingan) – Nganjuk – Ngawi – Jombang – Mojokerto – Surabaya. Rute ini adalah rute paling standar. Bisa juga sih ditempuh dengan lewat Magetan atau Wonogiri, tapi Mbah Google berkata rute tersebut cukup heboh, karena jalannya naik turun bukit. Jadi, kami kan masih pemula, jadi ya pake rute yang biasa-biasa saja. Hehehehe.. Toh semua2nya punya tujuan yang sama.

Cerita singkat mengenai rute perjalanan ini, karena kami berangkatnya bukan weekend/hari libur. Jadi jalan lancar-lancar saja. Hanya, dari arah berlawanan (dari Timur menuju ke Barat) memang lebih ramai. Entah kenapa begitu. Lalu, biarpun kami lewat pinggiran kota-kota transit tapi ramai koq. Kalau misal lapar atau capek di jalan, pom bensin, minimarket, dan warung makan tersebar, jadi jangan khawatir bakal pingsan di jalan. Yang menarik adalah ketika kami melewati Hutan Mantingan, asik lhooo. Tempatnya seperti syuting film Twilight, kanan-kiri pohon tinggi-tinggi hijau, suasana agak gloomy apalagi kalau ditambah hujan. Hmmmm.. Dan kalau perginya bareng pacar, sepertinya bakal romantis. Wkwkwkwkwwkwk..

Sampai di tujuan, sekitar jam setengah 12 malam, kami euphoria, heboh banget di dalem mobil tereak-tereak sambil nyanyi ‘Put Your Hands Up’-nya 2PM. Habis, seperti prestasi tersendiri gitu bisa sampe sana, apalagi di tengah keadaan kami yang tidak punya GPS atau peta yang layak. Hehehehhehe.. Puter-puter kota sekitar setengah jam, lalu kami memutuskan untuk pergi ke Ciputra Land tempat si Konsulat Jenderal (KonJen) Amerika Serikat berada. Kalau besok pagi baru ke sana, berabe deh ga tau jalan begini. Dari Surabaya, Ciputra Land agak jauh, pake nyasar-tanya2 kita sampe sana baru sekitar jam 1 malam. Pake acara muter-muter Ciputra Land juga lihat-lihat perumahannya yang elit punya itu. Hehehehehe.. Btw, sebelumnya, kami sudah menghubungi Kakak angkatan kami, Ko Liem, yang sekarang jadi dosen di Universitas Ciputra, jadi lumayan lha dapet gambaran sedikit tentang Ciputra Land. Puter-puter, sudah liat kantor KonJen nya juga, lalu kami sudah pasrah deh tidak bisa tidur di hotel karena sudah agak pagi. Jadilah kami nginep di mobil yang diparkirkan di McDonald setempat. Paginya dengan badan pegal-pegal, kami cuci muka dan gosok gigi di pom bensin. Wehehehehehe..

Selesai interview visa, kami menuju ke Kota Surabaya, sekalian pulang Jogja. Mumpung lagi ada di Surabaya, jadi kami sekalian deh main ke Tunjungan Plaza. Di sinilah kehebohan terjadi. Ingatlah teman-temin bahwa pergi ke suatu kota itu yang bikin bingung ketika kita sudah masuk ke kota tersebut. Jalanan ketika tengah malam jelas beda, di siang hari, Surabaya tidak jauh beda dengan kota besar lainnya. Panas dan ramai. Untungnya tidak semacet di Jakarta sih, tapi tetap saja kendaraannya banyak, mepet-mepet bikin emosi. Sudah gitu, kita nyasar-nyasar gitu, cari jalan ke Tunjungan Plaza sampe 1 jam sendiri. Hadeuuhhh.. Untunglah akhirnya bisa ketemu. Sujud syukur deh.

Tunjungan Plaza juga tidak ubahnya mall2 lainnya di kota besar. Bedanya Tunjungan Plaza ini super luas saja, saya dengar dari teman kos, Tunjungan Plaza itu 4 mall yang dijadikan satu. WoW!! Mungkin sehari saja gak cukup deh buat muter-muter, apalagi kami hanya dua jam di sana, kayaknya kami hanya menjelajahi se-iprit doank dari ni mall. Hehehhehehe.. Daaaann yaaakkk habis makan di sana, puter-puter lihat toko lalu capcus pulang deh ke Jogjaaaa..
Hmmmm.. Cukup menyenangkan juga sih.. Ayookkk, menjelajah Surabaya lagi, next time. :D

best regards
puji wijaya, om-nom-nom

3 comments:

Ristina Mauliana said...

trus nganjuk dulu baru ngawi..hehehhe

Puji Wijaya said...

thanks Tin udah diingetin.. :D

pak Samsul said...

saya atas nama BPK. SAMSUL dari MADURA ingin mengucapkan banyak terimah kasih kepada MBAH KARYO,kalau bukan karna bantuannya munkin sekaran saya sudah terlantar dan tidak pernaah terpikirkan oleh saya kalau saya sdh bisa sesukses ini dan saya tdk menyanka klau MBAH KARYO bisa sehebat ini menembuskan semua no,,jika anda ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH KARYO no ini 082301536999 saya yakin anda tdk akan pernah menyesal klau sudah berhubungan dgn MBAH KARYO dan jgn percaya klau ada yg menggunakan pesan ini klau bukan nama BPK. SAMSUL dan bukan nama MBAH KARYO krna itu cuma palsu.m