Saturday, December 18, 2010

Beginning of the TRACK

Di sini lah, gw duduk, di depan layar komputer hitam 17 inch, yang telah menemani gw sejak kelas 2 SMA. gw jadi inget masa-masa perjuangan gw ketika merengek2 minta dibelikan seperangkat komputer kepada Ma2 & Pa2. gw sendiri tidak berani membayangkan jika dulu gw tidak merengek, mungkin beberapa hal tidak dapat gw lakukan dan raih, karena tidak ada si Elex (nama komputer gw) ahey.. ahey.. Maka, gw merasa si Elex menjadi kontributor penting dalam hidup gw. :)

Terlepas dari fungsi si Elex yang nan berarti, gw jadi merasa bahwa waktu berjalan sangat cepat. Ia berlalu tanpa memberi aba-aba. Ujug-ujug (bahasa Sunda dari tiba-tiba) gw sudah di penghujung tahun 2010. Dan penghujung tahun 2010 ini menurut gw sangat meaningful, gw bisa berefleksi. Banyak hal yang sudah terjadi di tahun 2010 dan membuat gw banyak (juga) belajar sesuatu, terlebih tentang hidup. Mulai dari (yang paling sering gw ceritakan di blog) kisah cinta, pengalaman belajar, pertemanan, sampai konflik dalam organisasi. gw rasain di tahun kesepuluh abad 21 ini. Luar biasa dan terima kasih Tuhan.

Memang, masih ada beberapa hal yang mengganjal dalam diri gw. Beberapa kejadian yang masih belum bisa gw terima sepenuhnya. Mungkin bisa dibilang itu adalah rasa ‘ketidakrelaan’ dan ini adalah salah satu agenda penting pada akhir tahun ini, terutama pada saat natal dimana orang-orang (seharusnya) melakukan ujud syukur. gw berharap natal tahun ini bisa menjadi refleksi gw bahwa ‘terkadang, kita harus rela untuk membiarkan seseorang/sesuatu itu pergi’ Rasa kehilangan itu bukan sesuatu yang selalu negatif, mungkin it hurts you for the first, but it change you for being better later.

gw jadi ingat ketika salah satu bokap temen dekat gw meninggal dan waktu itu gw melayat ke rumah duka dengan beberapa teman dari persekutuan doa, kata-kata yang mengenang dari salah satu kakak rohani kami yaitu:
“untuk sekarang Vina (temen gw.red) memang sedih banget karena meninggalnya Papih. Tapi, nanti, Vina pasti ngerti bahwa dengan ga adanya Papih, Vina bisa jadi orang yang lebih baik”
Hal ini merubah pandangan bahwa ‘rasa kehilangan’ itu bukan sesuatu yang harus ditangisi dan diratapi terus-menerus. Tetapi rasa itu jadi sesuatu yang bisa dipandang lebih positif, dengan itu kita bisa jadi tough dan punya kekuatan untuk kembali bangkit. Kehilangan menurut gw (SEKARANG) bukan sesuatu yang pantas untuk membuat u jadi terhambat!

Kisah di atas itu sepenggal dari refleksi kecil gw. Masih banyakkkkkkkkk lagi refleksi-refleksi selanjutnya. :) salah satunya ialah refleksi masa depan. Yang sampai sekarang gw masih mikir, sebenarnya apa yang menjadi tujuan hidup gw. Rasanya gw melakukan banyak hal tapi belum ada sesuatu yang membuat gw bilang : ‘ini dia!’ mungkin seperti lirik lagu-lagu ya bahwa masa muda itu adalah masa penuh coba-coba (emang lagu apa ya yang cerita tentang itu??!! Wkwkwkkwkwkwk..) karena terbakar rasa semangat jiwa muda, jadi gw mencoba banyak hal. Ahahhahaaha.. Tanpa menyadari bahwa masa mudamu sudah akan berakhir, sudah waktunya untuk berpikir mengenai hari-hari dewasa yang penuh intrik dan tantangan. Tahun depan gw akan menginjak umur 21 tahun. Cita-cita gw waktu umur 17 tahun adalah gw akan traktir teman2 makan enak di ulang tahun ke 21 dengan uang yang gw hasilkan sendiri. Sungguh cita-cita yang ehem.. mungkin akan sedikit menyulitkan gw. Menyadari bahwa, sampai dengan hari ini pun, gw belum punya bekal apa2 untuk menjadi mandiri secara finansial. Hmmmm... Dan bertambah lah satu pikiran dalam otak gw. Bagaimana membuat masa depan yang baik? Seperti yang kamu inginkan..

Salah satu dosen gw, memberikan satu insight untuk bisa mencapai ‘hal’ tersebut, yaitu buatlah Track ! Track???? Omg, apa itu??? Jogging Track???? Hotrack??? Track Record???
What is Track????
Yap inilah yang akan gw bahas di postingan selanjutnya..
Track..
Track..
Dan Track..

Salam damai...
Selamat natal..
Selamat menyelesaikan ujian..

God bless you all..

regards
puji wijaya, thinking about her ‘track’ right now.

No comments: