Friday, April 26, 2013

Visa Amerika Serikat

Halo! Sesuai dengan janji yang telah diutarakan posting2 sebelumnya, saya akan menceritakan proses pembuatan visa Amerika. Hehehehe.. Btw, note ya, mungkin informasi yang saya ceritakan ini sangat umum, so, memang, teman-teman yang ingin jauh lebih detail bisa membuka website www.usembassy.gov , lalu bisa dipilih tempat kedutaan terdekat. Di Indonesia sendiri, ada 3 kantor, yang pertama tentu saja di Jakarta (kedutaan besar), kedua di Surabaya (disebut konsulat jenderal a.k.a konjen) dan yang ketiga di Medan, namun yang di Medan ini hanya kantor representasi saja jadi tidak melayani urusan visa-pervisaan. Hehehehe..

Nah.. Sudah tau tempatnya kan. Kantor ini nantinya akan kita kunjungi untuk interview. Interview? Wawancara? Ribet amat? Hehehehe.. Iya sih memang, visa US memang banyak kewajibannya. Interview dibutuhkan agar jelas juga siapa sih yang mau ke sana, maklum US sebagai negara adidaya XD, kadang jadi sasaran serangan macem-macem (dan aneh-aneh), jadi ya begitulah mereka memproteksi keamanan negara nya dengan sangat membatasi kunjungan orang asing ke negara nya. Lalu, buat kita-kita yang muda belia, masih dalam usia aktif, ketika alasan kepergian tidak terlalu kuat, sangat besar kemungkinan terjadinya penolakan visa. Justru, buat yang usia lanjut, visa justru lebih mudah didapatkan. Saya dengar juga, ketika salah satu anggota keluarga inti (orangtua atau kakak adik kandung) kita ada yang pernah mendapatkan visa US, maka kemungkinan anggota keluarga inti yang lain untuk mendapatkannya juga lebih mudah. US semacam punya database yang canggih gitu deh, makanya bisa melacak.

Lalu, untuk lebih sederhananya pengajuan visa itu mekanisme nya seperti ini:
Apply sendiri
1. Bayar ke bank
2. Isi formulir online
3. Pilih jadwal interview
4. Interview (ditolak/disuruh melengkapi berkas/diterima)
5. Pengambilan visa dalam kurun max. 7 hari aktif
Lewat agen tour & travel (bisa juga lho hehehehhe..)
1. Isi form data diri (biasanya agen punya gitu formatnya) & pengumpulan berkas ke agen. Pembayaran & isi formulir online (dikerjakan oleh agen)
2. Pengecekan berkas oleh agen (lengkap/belum) + pengecekan data diri oleh pengaju (bener apa belum)
3. Kalo udah lengkap penentuan jadwal interview
4. Interview (ditolak/disuruh melengkapi berkas/diterima) - biasanya kalo dengan agen, biasanya berkas pasti lengkap karena udah dicek sebelumnya 
5. Pengambilan visa dalam kurun max. 7 hari aktif (diambilkan oleh agen)

Di Yogyakarta, setau saya tour & travel agen yang melayani applying visa US adalah Nusantara Travel (depan persis Bioskop Empire XXI) dan Bhakti Putera Travel (Jalan magelang KM.5,5). Saya sendiri memakai bantuan agen, karena waktunya sempit dan Dicky-saya mengerjakan banyak hal, jadi biarlah si visa ini dipegang oleh agen. Biaya nya tergantung tiap agen beda2, ratenya sekitar 150 – 400 ribu untuk jasa bantuan aplikasi ini. Untuk biaya visanya sendiri, tergantung apply visa apa, untuk yang paling standar visa B1/B2 (kunjungan singkat, bisnis, ada urusan) adalah 160 USD (dipatok 1 USD 10.000 = 1,6jt IDR). Ada juga yang harganya 120 USD (info lebih lengkapnya bisa lihat di web embassy).

Lalu, sebenarnya apa saja sih yang diperlukan untuk mengajukan permintaan visa? Berikut rangkumannya:
(harus) ASLI
- Paspor (jelas lha yaaa..)
- Foto 5 x 5 cm background putih – beda dari yang lain deh, bukan kayak biasanya
- Surat sponsor
ketika kepergian ke Amerika ini dengan tujuan tertentu semisal bisnis, menghadiri konferensi, pertukaran budaya, dll, disertakan surat dari kantor, organisasi, atau kampus/sekolah yang bersangkutan
FOTOKOPI
- Kartu keluarga (C1)
- Akte lahir
- KTP
- Bukti keuangan 3 bulan terakhir – rekening koran / bank statement
bagi yang perginya urusan kampus/sekolah/kantor/organisasi, yang disertakan adalah bukti keuangan kampus/sekolah/kantor/organisasi bukan bukti keuangan pribadi
- Letter of Acceptance*
- Letter of Invitation*
*semisal : keterima summer camp - disertakan bukti penerimaannya. Atau keterima konferensi – disertakan bukti penerimaan dan undangan dari pihak penyelenggaranya.
Mungkin perlu ditambahkan juga, copy bukti booking pesawat (non-official). Sangat disarankan, sebelum visa keterima, jangan beli tiket pesawat dulu. Pait-paitnya, kalau visa gak keterima, uang pesawat kan juga gak ilang.

Omong-omong soal interview. Untuk interview saya sendiri waktu kemarin memilih di konjen Surabaya, kenapa? Hehehehe.. Kalo dibilang dekat dari Jogja, yaaa tidak juga sih, sama jauhnya dengan Jakarta. Tapi, karena saya belum pernah menginjakan kaki di kota Surabaya, jadilah ke sana saja, sekalian lihat-lihat plus cuci mata Koko2 ganteng wkwkwkwkw.. Lagipula kalo ke Jakarta, saya tidak kuat deh dengan macetnya itu. Konjen Amerika Serikat di Surabaya terletak di pinggir kota Surabaya, lebih tepatnya di kota satelit Ciputra Land. Kalo dari arah kota yang banyak mall nya itu, perjalanan ke sana sekitar 1-2 jam (kalo naik kendaraan umum bisa sampe 3 jam malah). Jauh ya. He-eh si, apalagi waktu itu saya dan teman-teman dalam posisi gak tau jalan dan ga punya peta layak, hahahaha.. Kebayangkan ribeud nya.

Waktu itu, kami survey jalan dulu ke Ciputra Land malam-malam dengan tujuan paginya gak pusing cari jalannya. Ternyata, petunjuk jalan ke arah kantor konjen cukup jelas. Sangat jelas malahan, karena tiap perempatan gitu dikasih petunjuk. Letak si kantor ini emang mojok (pake banget!), malah udah deket ke lapangan golf milik perumahan elit ini. Dari luar kami awalnya ragu, bener gak ya ini kantornya, habisnya pagar nya tinggi gitu. Pintunya kecil pula. Untung ada polisi (yang lumayan, kata Bertha ;p) di situ, kami tanya, dan ternyata memang benar itu kantornya. Hahhahahaa.. Jangan kaget ya, kalo kantor kedutaan yang satu ini memang heboh deh. Penjagaannya sangat ketat, dengan pintu yang berlapis.

Paginya, Dicky-saya ke konjen dengan lancar tentram. Di sana bertemu dengan Pak X, Bapak agen yang membantu kami. Dy membawakan berkas-berkas kami, jadi pas mau masuk. Di luar dicek berkasnya, sama polisi. Lalu, kami juga disuruh mematikan handphone. Sampe di dalam. Kami cek metal detector dulu, semua yang besi2 (kunci, sabuk, flashdisk, dll) dititipkan. Begitu juga makanan-minuman harus dititipkan. Keluar dari ruangan periksa barang tersebut, jalan bentar, lalu masuk ke ruang tunggu interview. Di sini, lagi-lagi saya melewati metal detector, ambil kartu antrian dan nunggu dipanggil. Panggilan pertama untuk kelengkapan berkas, yang melayani, orang Indonesia, agak galak. Terus duduk, nunggu lagi, nanti dipanggil lagi untuk diwawancara. Wawancaranya tidak seperti yang saya bayangkan kita masuk ke dalam ruangan gitu, nggak gitu, tapi di loket. Nah, loketnya itu ya di sebelah ruang tunggu persis. Saya waktu itu, duduk di sebelah persis loket interview, jadilah saya mendengar semua pertanyaan & jawaban interview orang-orang sebelum saya hadooohhh.. Kocak-kocak deh.

Pertanyaan ketika interview standar saja sih, berkisan mengenai tujuan dan pembiayaan. Misal : Ada perlu apa pergi ke US? Berapa lama? Siapa yang membiayai? Di sana ada saudara? Punya usaha apa? Gitu2 aja.. Kebanyakan sih yang saya dengar, orang apply visa itu karena mau mengunjungi anak, mau liburan dan urusan bisnis. Oya, interviewernya orang bule, tapi dia bisa bahasa Indonesia. Jadi, pas wawancara yang udah tua-tua gitu, dy pake bahasa Indonesia, tapi pas interview yang muda-muda, dy pake bahasa Inggris. Hehehhehe.. Jiper juga sih, pas ke sana, kebanyakan keren-keren gitu. Saya sempat liat juga ada yang se-keluarga gitu yang mau liburan, pas ditanyain ‘Bapak kerja apa, punya pegawai berapa?’ jawabnya ‘Perusahaan plastik, pegawai saya sekitar 1600’ w.o.w juragan2 deh yang ada di situ. Waaaaa.. Terus saya juga dengar ada yang pebisnis Harley Davidson Surabaya, pemilik usaha trading pupuk, dll deh, heboh-heboh yaaaa..

Senang rasanya, ketika mengetahui visa Dicky-saya keterima. Kami mengetahui kabar tersebut langsung ketika hari itu juga. Nah, selang beberapa hari, kami diberitahu lewat e-mail kalau visa sudah jadi dan bisa diambil. Daaannn.. Ketika paspor dengan stiker visa datang… Surprise kedua, saya mendapatkan visa dengan masa berlaku 5 tahun. Waaaaa.. Senangnya bukan main deh. Thanks US embassy, sudah mempercayai saya.

best regards,
puji wijaya, ayoo memanfaatkan visa 5 tahun ini

5 comments:

kelik said...

Sudahlah selesaikan skripsinya dulu

Puji Wijaya said...

thanks sudah diingatkan hehehehhe..

Ferry Setia Budi said...

Utk Puji, sekilas memang terlihat mudah ya kalau dengar ceritamu ttg pembuatan visa. Kira" sarannya apa ya biar sukses pengajuannya? Sebelumnya, km pernah berlibur di luar Indonesia atau tdak?

Denok Kenzi said...

puji saya bisa minta no telp agen yg bisa membantu untuk pengurusan visa nya tks

Puji Wijaya said...

@ Ferry : saya kira ketika urusan perginya jelas dan persyaratannya lengkap akan sukses pengajuannya. Saya pernah pergi beberapa kali ke luar Indonesia. Itu jg jadi salah satu pertanyaan yang diajukan. Kalo sudah pernah pergi semakin dipercaya.

@ Denok : nomer telepon Bhakti Putera 0274562656