Thursday, April 11, 2013

Let us Go Then


Aloha!
Sebelum bercerita tentang visa Amerika Serikat, mungkin ada baiknya apabila saya menceritakan terlebih dahulu mengapa saya bisa ada rencana untuk pergi ke Amerika Serikat. Jadi, teman-temin, saya pergi ke sana dalam rangka menghadiri sebuah konferensi. Koq bisa menghadiri konferensi? Flashback dulu yaaa.. 

Bulan Februari - Juni 2012 lalu, fakultas saya kedatangan tamu seorang dosen dari Holy Cross College, Amerika Serikat. Kami memanggilnya Ms. D. Ms. D ini adalah seorang developmental psychologist, Prof. dari sekolah tersebut. Tujuan beliau kemari adalah untuk mengajar 1 semester dan mengadakan penelitian, ada dua penelitiannya mengenai role-gender serta math learning. Saya dan teman seperjuangan saya, Dicky, mengajukan diri menjadi asisten penelitian Ms.D dan kami memilih mengerjakan proyek math learning. Kami diterima dan jadilah kami seksi rempong sejagad raya, ngerjain ini-itu, mulai dari brainstrorming konsep sampe ke pelaksanaan. Setiap pagi harus koordinasi dengan para experimenter dan ke sekolah. Kejar-kejaran dengan waktu dan membagi porsi dengan tugas perkuliahan lainnya.

Finally, proyek penelitian itu selesai tepat pada waktunya. Ms. D pulang ke negara asalnya dan kami yaaa menjadi mahasiswa skripsi. Akhir 2012 sekitar di bulan November, Ms. D memberitau kami, bahwa ia akan memasukkan hasil penelitian ini ke sebuah konferensi. Kami sih senang saja hehehehe.. Nothing to lose juga kan, kalo lolos ya senang kalo tidak ya tidak apa-apa gitu. Lamaaa setelah pemberitaan itu. Saya aja hampir lupa deh, di bulan Januari 2013 kami diberitau oleh Ms.D bahwa paper kami keterima konferensi. Bahagianya bukan main. Waktu itu si di otak saya, syukur banget punya publikasi lain selain skripsi, tapi.. tapi.. tapi.. Belakangan, Ms. D dan pihak fakultas menginginkan kami pergi ke konferensi tersebut. Whaaattttt??? Ini berarti.. Yaaa.. Dicky-puji kalian pergi ya ke Amerika Serikat. Oh God!


Restu dari fakultas mengenai kepergian ini berimplikasi ke banyak hal, bisa dibagi ke positif dan negatif. Positifnya, yaaa kapan lagi coba pergi ke sana dengan tujuan 'konferensi', dengan tujuan liburan pun mungkin suatu hal yang agak mustahil mengingat tingginya biaya untuk pergi ke sana. Lalu, ini ni cool banget gitu, mahasiswa belum sarjana, apalagi saya, semester segini belum lulus, eh malah dapet kesempatan mencicipi pengalaman internasional. Kakak dan teman-teman saya bilang, banyak mahasiswa bisa lulus tepat waktu, punya nilai yang baik di kampus, aktif di organisasi, tapi.. Mahasiswa yang pergi ke luar negeri dalam rangka hadir konferensi penelitian internasional bawa nama pribadi dan kampus, itu one in a million.

Negatifnya, hmmm sebenarnya sih tidak negatif-negatif banget sih, negatif untuk ke yang positif juga. Ada banyak hal yang harus diurus, agak rempong. Seperti membuat proposal travel grant, kirim proposal kemana-mana untuk pendanaan, urus visa, tiket pesawat, dan penginapan. Waaahhh.. Heboh bener deh. Sudah mana waktunya sangat sempit. Full di bulan Februari kami mengurus proposal. Di bulan Maret kami mengurusi penerbangan dan visa yang ternyata tidak sesimpel kedengarannya. Capeknya itu setara kayak kuliah 15 SKS kali ya. Hehehehehe.. Tapi yaaa, itu bagian dari perjuangan. Kalo gak mau cape, ya tidak jadi pergi. 

Hmmmm.. Then, sekarang kami tinggal menghitung hari keberangkatan. Nervous?? Yaaa.. Sangat deh. Di sisi lain, saya senang karena bisa menggapai satu lagi impian yang tergantung di langit-langit kamar.

Come on, we rocks you, Seattle!

best regards,
puji wijaya, .... *hening dan tersenyum*

3 comments:

beatrichrani said...

aihh, keren banget mbak. Great chance banget! ihihii.. aku sempet diceritain Dicky juga nih soal rempongnya ngurus proposal buat dana. Yang penting balik Indonesia kudu bagi-bagi pengalaman, bagi-bagi cerita, dan yang terpenting bagi-bagi oleh-oleh Hahahha. Bakalan asik banget deh mbak pasti di sana. Baca post ini aja rasanya udah mupeng +_+ sukses ya mbak buat perjalanan dan konferensinyaa :):)

Anonymous said...

Yes! You go girl! Dream big, catch it. Believe, you can make it comes true.

-cicimu-

Puji Wijaya said...

iyaaaa.. Semangat.. :))