Friday, April 5, 2013

Kiddy's Story

Seharusnya posting ini saya post tahun 2012 awal. Ketika Kiddy secara official dinyatakan 'pensiun'.

Kiddy, adalah nama yang saya berikan untuk kamera digital pertama di keluarga saya, yaitu sebuah kamera Kodak C340 easy share. Dulu, Kiddy dibeli oleh Kakak saya. Saya ingat sekali, Juni 2006, Kakak saya mendapatkan kesempatan emas bersama paduan suara kampusnya tampil di Milan, Italia. Pertama kalinya dalam sejarah keluarga saya ada yang ke luar negeri dan langsung jauh banget ke tanah Eropa. Tidak mau menyia-nyiakan momen, butuh donk ya yang namanya kamera. Dulu, Kiddy ini termasuk kamera poket canggih. 5 megapiksel, punya flash, ada view-findernya juga. Pokoknya kamera idaman sekali. Harganya juga lumayan 1,5 juta rupiah tidak terlalu mahal dan juga tidak murahan. :) Pulang dari keliling-keliling Eropa, Kiddy tetap dibawa Kakak saya. Sampai akhirnya saya kuliah, karena saya merasa perlu untuk poto2 jadilah Kakak saya meminjamkan Kiddy kepada saya.

Fyi, dari kelas 5 SD saya sudah bawa-bawa kamera. Papa saya punya kamera rol film merek Fuji (yang entah sekarang kemanain yaaa..). Dulu, saya gak boleh pegang-pegang kamera itu, tapi entah gimana ceritanya, pada akhirnya saya boleh juga menyentuh kamera itu daaaann membawanya ke sekolah. Saya senangnya bukan main. Bagi saya kamera itu adalah the coolest thing i've ever had (waktu SD). Tiap ada acara Paskahan atau Natalan atau acara pensi dan acara sekolahan, saya pasti bawa tu kamera. Bak fotografer profesional, saya potret sana-sini, dan saya juga selalu menunggu waktu-waktu pencucian film. Melihat foto-foto hasil jepretan sendiri bisa makan waktu berjam-jam. Ada sensasi tersendiri ketika melihat hal tersebut. Namun, rasa senang terhadap kamera itu hanya SD-SMP awal saya. SMP akhir - SMA saya malah blas melupakan hal-hal yang berhubungan dengan kamera, saya doyan hal lain, waktu itu main basket dan les mata pelajaran.

Ketika Kiddy hadir dalam keluarga saya, jadi inget lagi saya dengan kegemaran saya yang satu itu. Ditambah ketika masuk kuliah, sepertinya sedang booming orang-orang punya kamera. Apalagi kamera DSLR. tak mampu beli DSLR yaaa saya pinjem aja tu si Kiddy ke Kakak saya. Beberapa tahun Kiddy bersama-sama dengan saya, Kiddy menemani saya juga di momen-momen penting nan bahagia dalam hidup. Salah satunya ketika saya ikutan student camp ke Korea Selatan di tahun 2010, momen saya doyan-doyannya lihat pagelaran tari dan konser-konser jazz., momen hobi bersepeda saya, momen keterlibatan penelitian pertama saya dan banyaaakk lagiiii. Walaupun dy tidak secanggih kamera DSLR, Kiddy tetap terbaik menurut saya. *jadisedih*.

Kiddy mulai tidak beres ketika hampir akhir tahun 2011, entah kenapa dy selalu mengambil cahaya kebanyakan. Jadi kalo foto di luar ruangan, malah jadi terang banget. Bener-bener konsletnya ketika Kiddy dipinjam oleh teman saya untuk dibawa ke Malaysia. Ternyata sampe di sana Kiddy ngambek dan ga mau nyala. Pulang-pulang saya utak-atik ga bisa, saya bawa ke tempat servisan khusus kamera digital. Ternyata, komponen Kiddy ada yang berjamur dan harus diganti, tapi karena Kiddy kamera lama dan posisi Kodak juga sudah gulung tikar, jadi tidak bisa dibenerin. Saya sedih juga tu.. Hmmm.. Cuma ya, saya juga mikir, mungkin memang sudah umurnya. Jadi dari akhir tahun 2011 sampai dengan awal 2013 ini, saya memang tidak pegang kamera. Lalu, saya nabung mati-matian deh buat beli kamera baru.

Aaaaaanndddd.. Tepat pada tanggal 1 April 2013. Akhirnyaaaa.. Saya membeli kamera. Proses pilih-pilihnya sudah dari bulan Desember 2012 kemarin, hanya ketunda-tunda terus dan baru bisa beli kemarin ini. Senangnya, akhirnya ada penerus Kiddy. Thanks untuk Mama-Papa yang sudah bersedia patungan untuk beli kamera. Heheheheheh.. Setelah pemikiran panjang, saya memilih Canon G15, kamera semi-pro. Saya tidak membeli DSLR karena tidak bisa kompromi dengan body nya yang gede banget dan bikin cape kalo dibawa-bawa. Hehehehe.. Kalo kamera semi-pro ini (atau biasa disebut kamera prosumer) punya kualitas gambar mendekati DSLR, bisa dipakai dengan mode manual, dan fisiknya compact. Tapi memang harganya jadi agak mahal.

Saya menamai adiknya Kiddy ini Gie.
Gie baik-baik yaaa sama si puji. :) mari yuukk Gie kita bersama-sama melihat dunia dan berpetualang.

best regards,
puji wijaya, aktif lagi foto-foto

3 comments:

apratnyawan said...

G15 ya .. sapa bilang ini hasilnya mendekati dslr?? ini hasilnya lebih baik dari entry level dslr.. lensanya jg lbh bagus dr lensa kit dslr..
slamat ya puji punya kamera baru

Puji Wijaya said...

Ha?? Masa sih Mas? Terima kasih Mas.. Hehehehe.. Jd tersipu malu2.. :))

pak Samsul said...

saya atas nama BPK. SAMSUL dari MADURA ingin mengucapkan banyak terimah kasih kepada MBAH KARYO,kalau bukan karna bantuannya munkin sekaran saya sudah terlantar dan tidak pernaah terpikirkan oleh saya kalau saya sdh bisa sesukses ini dan saya tdk menyanka klau MBAH KARYO bisa sehebat ini menembuskan semua no,,jika anda ingin seperti saya silahkan hubungi MBAH KARYO no ini 082301536999 saya yakin anda tdk akan pernah menyesal klau sudah berhubungan dgn MBAH KARYO dan jgn percaya klau ada yg menggunakan pesan ini klau bukan nama BPK. SAMSUL dan bukan nama MBAH KARYO krna itu cuma palsu.m