Sunday, October 21, 2012

Muda dan Menginspirasi

Sebuah Review Buku

Belakangan saya memang lagi suka buku-buku yang bertema pendidikan. Mungkin, hal ini dikarenakan passion pribadi yang ingin mengembangkan negara lewat pendidikan, dan salah satu caranya, ya, mengajar, mengajar dengan hati. Buku pendidikan tidak melulu soal gaya pembelajaran efektif atau tips-trik menghadapi subyek pembelajaran a.k.a siswa, ternyata buku pendidikan itu bisa juga buku yang berisi kisah yang membuka mata, seperti buku yang saya baca ini Indonesia Mengajar.

Buku ini adalah manifestasi dari pengalaman para Pengajar Muda (PM, sebutan untuk para partisipan Indonesia Mengajar*, yang merupakan fresh-graduate terpilih dari seluruh Indonesia) mengajar di berbagai pelosok di Indonesia. Mereka adalah ke 51 orang Pengajar Muda yang tidak hanya bertugas mengajar di Sekolah Dasar, tapi mereka juga bertugas memberikan inspirasi, mimpi dan semangat untuk para siswanya serta guru di sana. Tugas yang terlihat mudah, yaaa.. Mungkin mudah ketika teraplikasikan di daerah yang maju, akses fasilitas mudah plus memadai, sarana-prasarana sudah ada. Namun, jika aplikasinya di daerah yang listrik saja hanya 4 jam di waktu malam, tidak memiliki jalan aspal, bangunan sekolah seadanya, kesadaran masyarakat pada pendidikan rendah, apakah masih menjadi hal yang mudah? Hal inilah yang menjadi tantangan bagi para PM. Bergulat pada realita ini, mereka menghasilkan banyak cerita yang beberapa diantaranya dapat kita nikmati dalam buku ini.

Pesan saya. Untuk membaca buku ini dari awal hingga akhir, sebaiknya siapkan tissue banyak-banyak. Entah, karena saya kelewat sensitif atau bagaimana, tiap tulisan PM seperti menyihir saya untuk menangis. Paling deras, ketika saya membaca bagian pertama yang berjudul besar “Anak-Anak Didik Pengajar Muda”. Penggambaran karakter anak-anak pelosok desa yang mayoritas diceritakan tidak kalah hebat dengan anak-anak perkotaan. Mereka juga memiliki kemampuan nalar, motorik serta kreatifitas yang baik, beberapa bahkan sangat baik, hanya saja karena keterbatasan, mereka stuck dan tidak dapat maju. 90% konten dari buku ini sangat inspiratif dan secara tidak langsung juga menimbulkan niatan refleksi bagi pembacanya. Saya yang putus asa dengan Bab II skripsi bisa koq terbangkitkan semangatnya gara-gara baca buku ini, hahahahaha.. Lalu, bukan hanya yang sedih-sedih, di buku ini juga ada kisah-kisah lucu para PM ketika beradaptasi, mulai dari untuk mendapatkan sinyal telepon harus mendayung perahu selama 15 menit dahulu ke pulau sebelah, ada yang menjadi dukun pemberi nama bayi di desa, ada yang punya sampingan pekerjaan jadi tukang antar paket, ada yang secara tidak sengaja terlibat langsung dalam kebangkitan kesenian daerah setempat, dll. Menarik.

Seperti yang telah saya katakan di atas, buku ini membukakan mata. Saya baru ngeh lho kalau ternyata guru-guru kita di pelosok banyak yang hanya guru honorer, lalu mayoritas dari guru-guru di desa itu memakai kekerasan untuk mengajarkan muridnya, bersenjatakan rotan dan tangan, dan karena secara lingkungan sosial anak-anak dibesarkan dengan budaya yang keras, banyak dari antara mereka yang kurang sopan dan perilakunya di luar batas kewajaran, orangtua di sana pun banyak yang hanya mengharapkan anaknya bisa baca-tulis selebih itu sudah sekolah menjadi tidak penting lagi, rasanya mereka tidak diberikan kesempatan untuk melihat dunia yang lebih luas. Itu yang mungkin membuat kita merinding sedih dan takut. Tapi hal yang membukakan mata, dan itu menyenangkan pun banyak saya temui di buku ini, bagaimana heboh dan semangatnya anak-anak pelosok ketika menerima pendidikan, welcome-nya warga setempat kepada para PM yang notabene adalah orang kota, saya baru kerasa juga bahwa bahasa di Indonesia itu sungguh amat-sangat-beragam-sekali, mendapati ada juga guru-guru yang mengajar di pelosok karena panggilan, dan yang pasti dari buku ini juga saya memahami bahwa di negara kita masih ada orang muda yang mau menyisihkan 1 tahun saja dari kehidupannya untuk melunasi janji kemerdekaan Indonesia, yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa. I really appreciate it.

Okay, sekian review buku Indonesia Mengajar. Mengajar bukan sekedar memberikan soal latihan dan ujian, tapi ini soal memberikan rolemodel bagi penerimanya, yuk mengajar, teman-teman. :)

*Indonesia Mengajar adalah sebuah gerakan memajukan pendidikan di Indonesia yang dipelopori oleh pegiat pendidikan, Anies Baswedan. Info lebih lanjut www.indonesiamengajar.org


Citation

Title : Indonesia Mengajar
Writer : Pengajar Muda
Publisher : Penerbit Bentang
First Publishing : November 2011
Page : XVIII + 322
Genre : Pendidikan
Puji Wijaya Rating : ☺☺☺☺☺from 5

No comments: