Monday, August 15, 2011

The Seed Sowers Travel – Chocolate Story

Day 3
8 July 2011
Location : Around Sentosa Island --> Palawan Beach, Merlion Statue at Sentosa, KFC at Sentosa, Universal Studios Singapore, Siloso Beach ; Mustafa Toserba and Teka Market at Little India

Tidak terasa, kami sudah di hari ketiga..
Hari ini seperti hari sebelumnya, kami menikmati kemandirian kami dalam berjalan2 wkwkkwkwkw.. Ko Amed & Ola, sibuk bekerja jadi kami jalan2 sendiri de, tapi ntar sore kami janjian pergi makan bareng di Little India. Baik lah..

Hari ini tujuan kami adalah pulau rekreasi hasil reklamasi kebanggaan warga Singapura, tereng-terengggg.. Sentosa Island. Ehehehehe.. Jalan termudah menuju ke Sentosa Island, kami naik MRT ke Marina Bay lalu naik Vivo City lantai paling atas, beli tiket masuk Sentosa + monorail seharga 10 SGD. Dannn.. Wilkommen Sentosa Island!!

Monorail nya terlihat kecil dari luar ternyata dalamnya cukup luas, 1 gerbong bisa memuat 20-30 orang. Lalu, qta juga bisa bolak-balik pake monorailnya berulang2 dari stasiun satu ke stasiun lainnya (ada 4 stasiun ; Sentosa Station, Waterfront Station, Imbiah Station, dan Beach Station) dengan gratis. Sentosa kecil banget, jadi dalam waktu sehari pun sebenarnya bisa dikelilingi. Perhentian pertama kami bertiga, adalah Beach Station, karena memang pada dasarnya kami penasaran dengan pantainya. Pantai pertama adalah Palawan Beach, pantainya bersih sekali, tapi untuk keindahannya sebenarnya masih kalah jauh dengan pantai di Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta. Are you sure??? Beneran.. Aahahhaha.. Tapi ya oke juga tempatnya untuk berlibur singkat. :p Di Palawan, saya sendiri ga nyobain nyemplung kaki ke aer, mengingat ini baru awal perjalanan dan rempong aja kalo kaki basah, saya pake sepatu kets ke sananya hahahahhaha.. Saltum ne, harusnya tadi bawa sendal jepit!!!! >.< Kenyang dengan makan angin di Palawan Beach, lalu kami jalan2 di sekitar Sentosa & lihat iguana di sana, pegang2 si iguana lalu capcus lah kita ke patung merlion yang ada di stasiun Imbiah.

Kwecky di Pantai Siloso, mau nekad berenang dy..

Nino, Iguana dan Pawang Iguana yang mirip pelawak Parto

Patung Merlion di sini warnanya cokelat dan lebih besar daripada yang di One Fullerton (around City Hall). Trus, di sini juga kami makan siang di KFC, karena sudah lapar sekali. Nah, di sinilah terjadi hal yang kurang mengenakan. Jadi kami bingung2 mau makan apa karena di Sentosa mahal2 bo ternyata makannya, harga fastfood yang biasa terjangkau dengan kantong juga jadi lebih mahal. Karena emosi kelaperan, saya sendiri tidak bisa mikir jernih, rasanya ya pengen cepet2 makan ajah. Lalu, waktu itu Dicky pengen kalo uang yang kita punya tu dipergunakan dengan efektif, tapi tidak didukung oleh saya dan Nino, alhasil karena 2 lawan 1, kami memesan salah satu menu di KFC dan ketika memesan, udah mahal salah menu lagi. Lalu, Dicky bete dengan saya dan Nino karena tidak memikirkan sesuatu dengan matang2. Dan ketika makan, saya dan Nino memutuskan untuk memesan lagi akhirnya (yang justru mengeluarkan uang lagi yang lebih banyak), menu yang kami pesan sebelumnya untuk Dicky. Beberapa waktu kami jadi diem2an, lalu Dicky akhirnya angkat bicara dan mengemukakan beberapa unek2 dy. Saya sendiri sangat menghargai apa yang Dicky keluarkan. Lebih baik kalo diomongkan daripada dipendem2 terus, kan????

Dari kejadian ini, saya jadi makin mengenal Dicky & Nino secara personal. Ya, ketika kita pergi bersama, kita memang tidak bisa menjadi egois. Kalo kita pergi bertiga, mari 3 kepala itu yang memutuskan, kalo pergi berlima ya 5 kepala, kalo bersepuluh ya 10 kepala. Agar, kebutuhan masing2 orangnya terpenuhi, tidak hanya 1 orang yang menjadi decision maker (kecuali memang sudah ditentukan ada leader nya yaaaa..) saya agak bersyukur dalam pertemanan kami, kami pernah mengalami konflik, karena dengan itulah kami jadi bisa lebih mengenal satu sama lain. Vivaz The Seed Sowers!!!!

Selesai masalah ini, kami kembali seperti semula lagi. Hehehehhee.. Lalu kami ke perhentian yang berikutnya : Waterfront Station. Di sinilah Universal Studios berada, berhubung untuk masuk USS muahhaaaalllll 500rb-an/orang nya, kami si hanya numpang foto di depannya saja wkwkkwkwkkwkw.. Dan ga lupa narsis di bola dunia ber-uap nya USS yang legendaris.. Trus, ada toko cokelat di sana namanya Hersey, lalu kami belanja cokelat gila2an di sni. Mendadak jadi kalap gitu ehhehehhehehe.. Puas melihat cokelat dan permen, lalu kami ke Siloso Beach! (Habis beli cokelat, ke pantai lagi??? Ada yang aneh yaaa..)..

geje nya saya di USS

Siloso, yang katanya pantai terbagus di Sentosa pun tidak bisa mengalahkan kerennya Pantai Wonosari (tetepan deh, cinta Indonesia). Wkwkwkwkkw.. Tapi untuk koleksi cowo2 cakepnya, yaaaaaa… Pantai Wonosari kalah lhaaaa.. Di Siloso, Nino pusing2 jadi dy tiduran di bawah pohon kelapa rindang (rindang ga ya??? Lupaa..) dan jagain barang2 plus belanjaan cokelat kami. Saya dan Dicky kabur main2 ke pantai, menikmati Koko2 ganteng berseliweran dimana-mana dan berimajinasi liar.
“Wah, Ci Puj, liat deh yang maen frisbee itu, ganteng”
“Iya Dick, ganteng, weeeeeeeehhh..”
Cling..cling..
“Andai frisbee nya ke sini trus kena kepala aku”
“Trus, dy nolongin Ci Puj, ujung2nya kenalan..”
“Iyaaaa.. Waaaaa.. Senangnyaaaa..” *Sinetron banget.
Jijay sendiri saya, kalo nginget2 pembicaraan saya dan Dicky di Pantai Siloso.. wkwkkwkwkwkw..

Puas dengan Siloso, hari sudah mulai gelep dan kami juga janjian dengan Ko Amed & Ola di Little India, so kami meninggalkan Sentosa Island tanpa menyadari bahwa ada yang aneh dengan cokelat kami!!!!

Maling pasir 'Hawaii' di Siloso, hayo ketauan..

Sampailah kami di Little India. Dan kami pun cari2 toko Mustafa di sana yang jual cokelat juga, katanya si paling lengkap se-Sg. Bayangan saya, Mustafa itu toko cokelat, tapi ternyata ini adalah supermarket super heboh yang dikelola oleh warga setempat yang tajir gilak bernama Pa Mustafa. Yang lucu di sini adalah setiap tas yang kita bawa harus dibawa ke salah satu pos, lalu, diikat dengan tali plastik, dengan itu lah mereka memastikan kalo kami tidak mengutil di dalam toko. Di Little India, memang seperti India versi mini, kanan-kiri orang India, depan-belakang orang India. Nino yang mirip orang India bak masyarakat lokal yang menemani saya dan Dicky jalan2 hahahhahah (peace ya Nino..). Selesai belanja di Mustafa yang crowded dan sempit, kami makan di Teka Market yang kata Ko Amed ga jauh, tapi ternyata jauh jugaaaa hahahhahahah.. Kaki kuuuu..

Kenyang dengan makanan India, Chinese food, Singaporean street food (nasi lemak dengan irisan daging ayam/babi/bebek). Nino, Dicky dan saya pulang ke hostel. Dan baru menyadari bahwa ada yang aneh dengan cokelat kami.
Oh maaaannnnn!!! Cokelatnyaaaaa..
Mencair!!!!!
OMG. Setengah dari cokelat yang kami beli di Sentosa mencair, cepet2 lah kami masukin ke kulkas hostel dengan diliatin bule2 & turis2 lainnya, mungkin mereka bertanya2 “ada apakah gerangan dengan tiga makhluk Indonesia ini heboh2 di lobby megangin cokelat”. Kami masih optimis cokelatnya masih bisa bertahan & baik2 saja. Amin. Untungnya cokelat yang beli di Mustafa masih oke. Malam hari ini ditutup dengan doa mohon pertolongan si cokelat dan lagi2 si bule yang tidur di bawah Dicky (bule yang berbeda loh) mematikan lampu tiba2 tanpa ba-bi-bu.. Ohhhhhhh... Nasip tidur di dorm bed. :D

1 comment:

Anonymous said...

Hahaha.. seruuuu.. salam ya buat Amedku.
hihihi.

-cicimu-