Wednesday, June 8, 2011

Grandfather’s Clock

6 Juni 2011.
Hari itu saya melupakan suatu hal yang penting, yaitu ulang tahun Kakek saya. Sampai, Kakak saya mengingatkan saya di SMS pada tanggal 7 Juni “Dek, Engkong (Kakek.red) ulang tahun, jangan lupa ucapin” waktu itu hari sudah malam, dan saya memutuskan untuk mengucapkan esok harinya (tanggal 8 Juni).
Telat.
Tapi no prob.
saya senang bisa mengucapkan “selamat ulang tahun”
Walaupun hanya di telepon dan dalam kurun waktu 1 menit.
saya bisa mendengar suara Kakek.
:)


Kakek saya adalah orang yang sangat wise. Beliau juga sangat keren menurut saya, karena saya belum pernah melihat orang lain yang bisa sangat bijaksana, taat beribadah, dan sabar seperti beliau. Kakek adalah salah satu rolemodel saya dalam menjalani hidup. Salah satu pelajaran yang saya pelajari darinya ialah ‘be grateful for what you have and what you are’. Ketika saya mengalami kesulitan atau merasakan iri-cemburu, kata ‘bersyukur’ adalah senjata ampuh untuk menenangkan diri saya, “puji, masa masalah kayak gini ajah kamu desperado, bersyukur donk, karena banyak orang lain yang punya masalah lebih besar dan lebih sulit”
Saya juga sangat bersyukur karena saya dapat mengenal rasa ‘bersyukur’ tersebut dari Kakek saya.

Meskipun saya jarang sekali bisa bertemu dengan Kakek (arena kami tinggal berjauhan, Kakek saya tinggal di ibu kota dan saya di kota udang, keluarga saya juga jarang berpergian, jadi jarang-jarang deh pergi mengunjungi), Kakek saya tetap memiliki tempat yang spesial di hidup saya. Kakek itu tidak kalah dengan artis-artis trendi jaman sekarang atau pejabat-pejabat parpol, beliau juga bisa menjadi idola (bagi saya). Beberapa prinsip hidup saya, seperti bersyukur, kerja keras, punya cita-cita tinggi dan menghargai orang lain, adalah hal-hal yang saya pelajari darinya. Kelak ketika saya tua, saya juga ingin meneruskan nilai-nilai ini kepada anak-anak dan cucu-cucu saya.

Akhir kata pada posting ini, saya ingin mengucapkan : HAPPY BIRTHDAY, Engkong..
Untuk usia yang ke 85 tahun.
Jam terus berdetak, waktu pun terus berjalan, saya ingin, Kakek bisa selalu ada di antara kami semua.

Regards
puji wijaya, has a super-grandfather

No comments: