Sunday, April 24, 2011

MATCHMAKER, God or Ourself?

Selamat Paskah!
Happy easter!
Happy long weekend.. aheahhaahah..
Dan Happy holiday bagi sekolah2 & universitas2 kristiani yang masih menikmati liburan sampai dengan hari Selasa nanti ohohhohohooh..

Hmmm.. Paskah kali ini sangat berkesan bagi gw. Karena gw ga pulang ke rumah, wkwkkwkw.. gw merasa agak ‘lonely’ jg si.. Ehehhee.. Untungnya gw punya teman2 kos senasib yang juga ga pulang kampung. Nah, alhasil gw dan beberapa orang teman kos memutuskan untuk mengagendakan ‘PASKAHAN’ yang berbeda. Ihhhh wow.. Terdengar sangat keren yaaaa.. Wkwkwkkwkww.. Sebenernya biasa aja si.. ahhahahha.. gw ajah yang lebay. Kami hanya berencana untuk pergi misa di luar kompleks kampus, cuma itu koq. Tujuan primer kami memang karena ingin memiliki Paskahan yang lebih berkesan daripada kami harus misa di kampus, kan udah biasa gitu, jadi agak bosan.. Ehehehehhe.. Nah, yang jadi tidak biasa itu adalah tujuan sekunder dari tindakan kami.

Eheeemmmm..
Yaitu:
Pengen liat Koko2 ganteng Yogyakarta yang sulit ditemui
Ohhhh sssshhhh***ttttttttt..

Jujur gw jg salah satu orang yang bersemangat mendukung tujuan sekunder ini. Hahahahhaaaa.. Konyol memang ya.. Tapi gw pikir2, wajar si kalo cewe2 jomblo (malah blm pernah pacaran) lalu kepengen punya gandengan or gebetan. Minimal ngeliat yang cling2 de, gapapa.. Hahahha.. Lalu, kami yang notabene wanita-wanita imut keturunan tionghoa (ajibb geli banget gw!), ingin juga memiliki pasangan yang se-etnis dan se-agama. So, kita mencari Koko2 ganteng yang mungkin bisa dibilang jumlahnya tidak terlalu banyak di Jogja. wkwkwkwkwkw.. Salah satu spot strategis untuk bisa melihat banyak Koko2 tersebut ialah di sebuah Gereja bernama XXX di daerah Kota Baru Yogyakarta (mudah sekali ditebaknya hahahahaha). Dan Easter Trilogy kami pun dihabiskan di Gereja tersebut.

Waktu malam paskah, sebelum berangkat ke Gereja, kami kumpul2 di salah satu kamar teman kos. Lalu, di sana kami ngobrol2 banyak hal: mengenai gantengnya Koko2 yang pergi ke Gereja XXX, ramenya misa di Gereja XXX sampe2 mau parkir ajah ngantri, trus sampai ke topik ‘Koq kita tu susah ya dapet pacar??’ lalu dari hasil obrolan itu kami membuat beberapa hipotesis mengenai ‘pacaran’ dan ‘jodoh’ hipotesis tersebut sebagai berikut:

1. Kalo seseorang yang ganteng ato cantik bgd secara psysical belum punya pacar di usia produktif seperti kita2 ini, berarti ada yang bermasalah dengan orang itu, entah kepribadian kurang baik ato keluarganya yang maunya macam2 ato orientasi seksualnya yang bimbang.

2. Kalo cowo ganteng itu pasti jadiannya sama cewe cantik, dan sebaliknya. Kalo yang jelek lalu berpasangan dengan yang ‘cantik/cakep’ kayaknya itu cuma ada di film2 Korea, sinetron ato buku komik ajah de.

3. Kekayaan & pendidikan seseorang itu sangat mempengaruhi hubungan pasangan. Sama dengan poin nomor tiga: yang kaya ya dengan yang kaya, yang miskin dengan yang miskin. Ato yang pintar dengan yang pintar dan yang kurang pintar dengan yang kurang pintar.

4. Memang ya kita ini sukanya dengan yang se-etnis. Liat ajah orang Jawa pasangannya sama Orang Jawa, orang Cina juga sama orang Cina. Yang Batak juga cari yang se-ras. Begitu juga orang Indonesia timur.

5. Untuk mendapatkan jodoh, kita gabisa diem ajah, tapi juga harus usaha.

Kesimpulan2 sementara ini membuat gw geli, karena gw mau tidak mau mengakui dan menyetujui hal-hal tersebut. Karena faktanya di masyarakat memang begitu koq. Mungkin ada pengecualian untuk beberapa kasus, tapi this is the real fact that I’ve seen in society. And I couldn’t denied it.

Dan gara2 topik pembicaraan ini, gw memiliki beberapa catatan untuk gw sendiri (dan pembaca blog ini tentunya). Catatan untuk direnungkan.

Yang utama ialah bagaimana, kita, sebagai manusia sebenarnya yang memilih jodoh kita sendiri. Pepatah yang sering kita dengar ‘JODOH ITU DI TANGAN TUHAN’ tapi apakah semuanya jadi ‘di tangan Tuhan’ kalau kita sendiri juga berusaha membuat batasan-batasan tertentu mengenai orang yang akan menjadi pasangan kita. Misalnya, kayak gw dan teman2 kos gw yang ingin punya pacar ‘Koko ganteng’ yang berarti satu etnis, seagama (karena nemunya di Gereja Katolik ahahhaha..) dan cakep (oke secara tampilan). Lalu juga mengenai ‘masa pencarian’, kalo jodoh itu benar2 di tangan Tuhan apakah ‘Cowo/Cewe’ tersebut lalu datang dari langit tanpa kita melakukan usaha apa pun, kan ngga juga. Karena kita pasti melakukan kegiatan mencari walaupun tanpa kita sadari.


gw juga notice dengan bagaimana kita seharusnya mencintai seseorang dengan ‘tanpa syarat’ dan ini juga berlaku bukan hanya di dunia cinta2an tapi juga pertemanan dan keluarga. Saya cinta dia karena dia secara pribadi, bukan karena dia punya uang banyak, ato karena keluarganya konglomerat. Saya berteman dengan dia ya karena dia orangnya sopan, walaupun ga pinter2 amat dan gabisa diajakin makan yang mahal-mahal, it’s oke, tapi jangan sampe kita temenan sama orang karena dia itu pinter banget, tugas gw jadi cepet selese gara-gara dia trus kalo ujian gw juga jadi bisa nanya2. Ato contoh kasus lain.. gw deket sama keluarga Y aja deh soalnya dia yang modalin buka usaha, kenyataan di belakangnya eh malah ngomong2in yang jelek2 ttg keluarga Y.

Yaaaaaa.. begitulah ya yang namanya manusia. Dan gw pun begitu. gw juga merasa gw masih banyak memilih-milih dan memberikan banyak syarat kepada orang-orang yang ada di sekitar gw, bukan cuma ke teman ato calon pacar tapi juga orangtua (>.<) Semoga dengan ‘realizing moment’ di Easter 2011 ini, gw bisa jadi orang yang lebih kritis dan lebih banyak berpikir dengan apa yang gw lakukan.

Oke2 take care all .. :)
He has been good to me.

regards
pujiwijaya, pemilih???? mungkin.

2 comments:

Vallencia Widiasmoro said...

Happy Easter!
Ah aku g setuju kak Puj soal cari pasangan harus yg se-etnis :P
walo kebetulan saya sekarang dapetnya sama2 orang jawa,
mantan ku cina dan I think he is a nice guy. .
dan. .
walo saya sudah tidak 'terlalu' tertarik sama orang bule (jadi intinya saya masih tertarik dengan bule :P)
masih ada kemungkinan tu buat pacaran ma bule :P


yang asti menurutku. .perbedaan itu bukan jadi alasan buat perpisahan. .tp malah sebaliknya. .buat melengkapi. .hahah
*lagunya Tere banget*
wkwkwkkwk


Salam :D

Anonymous said...

^
^
^
RETWEET!!